JawaPos.com – Teh hijau memiliki segudang manfaat kesehatan dan telah memikat perhatian banyak orang.
Dengan profil antioksidan yang kaya, khasiatnya meningkatkan metabolisme, dan efek energi, teh hijau menjadi minuman populer.
Kendati demikian ternyata teh hijau menyembunyikan realitas yang lebih kompleks, di mana beberapa orang perlu berhati-hati saat meminum teh hijau.
Dilansir English jagran, berikut enam kelompok orang yang tidak boleh minum teh hijau.
Baca Juga: Matcha: Bubuk Teh Hijau Jepang yang Tak Hanya Mendunia, Namun juga Punya Beragam Manfaat Kesehatan
- Orang dengan sensitivitas perut
Mereka yang memiliki sensitivitas lambung atau memiliki kondisi bawaan seperti refluks asam, tukak lambung, atau sindrom iritasi usus besar (IBS) mungkin mendapati bahwa teh hijau memperparah gejalanya.
Kadar tanin yang tinggi dalam teh hijau dapat mengiritasi lapisan lambung, memicu rasa tidak nyaman, mual, dan rasa panas di dada.
Menghindari teh hijau atau mengonsumsinya dalam jumlah sedang dapat meringankan masalah ini.
- Orang yang sensitif terhadap kafein
Orang yang sensitif terhadap kafein atau mengalami reaksi negatif seperti gelisah, cemas, atau detak jantung tidak teratur setelah mengonsumsi kafein sebaiknya menghindari teh hijau.
Meskipun lebih sedikit kafein daripada kopi, teh hijau bisa memicu reaksi negatif pada individu yang sensitif terhadap kafein.
Ini pun mengganggu pola tidur dan aktivitas sehari-hari.
- Orang dengan kekurangan zat besi atau anemia
Kandungan polifenol yang tinggi dalam teh hijau dapat menghambat penyerapan zat besi sehingga memperparah defisiensi zat besi atau anemia.
Penderita kondisi ini sebaiknya menghindari konsumsi teh hijau saat makan atau mempertimbangkan minuman alternatif untuk meminimalkan risiko penurunan penyerapan zat besi dan memperparah masalah kesehatan.
- Anak-anak
Anak-anak dan remaja sebaiknya membatasi atau menghindari teh hijau karena kandungan kafein dan potensi interaksinya dengan obat-obatan.
Kafein juga dapat memengaruhi perkembangan otak dan tubuh anak-anak, yang menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan tingkat kecemasan.
- Orang dengan kondisi kesehatan tertentu
Orang dengan gangguan kecemasan, kelainan darah, atau osteoporosis disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi teh hijau karena potensi interaksi yang merugikan.
Kafein dan katekin dalam teh hijau dapat memperparah gejala kecemasan, berinteraksi dengan obat pengencer darah, atau mengganggu penyerapan kalsium.