Dulu, sebelum ada media sosial, mungkin lebih mudah untuk melupakan mantan. Tapi sekarang, dengan semua platform yang memungkinkan kita bisa mengintip kehidupan mereka, move on jadi lebih menantang. Meski begitu, kebutuhan untuk sembuh tetap sama.
Dilansir dari Your Tango, berikut 6 cara melakukan hard reset setelah putus cinta agar kamu benar-benar bisa melanjutkan hidup:
1. Kembali ke titik nol
Setiap kali kamu menghubungi mantan baik lewat teks, stalking media sosial, atau sekadar lewat depan tempat favorit mereka itu sama saja dengan kembali ke titik nol.
Bayangkan kamu seperti seseorang yang berusaha berhenti dari kebiasaan buruk. Kamu mungkin berhasil beberapa hari, lalu tergoda sekali. Tapi dari sekali itu, kamu bisa kembali kecanduan, dan harus mengulang proses menyakitkan dari awal.
Begitu juga dengan mantan. Sekali kamu tergoda untuk melihat Instagram mereka, kamu akan kembali tenggelam dalam luka yang mulai sembuh. Jangan biarkan dirimu mendaki gunung penyembuhan hanya untuk turun ke dasar lagi.
2. Sadari bahwa kenangan itu kuat
Kenangan indah seringkali membutakan kita dari kenyataan pahit. Kamu mungkin terus mengingat momen manis, seperti liburan bersama atau obrolan romantis, lalu merasa rindu dan tergoda untuk menghubungi mereka.
Solusinya? Jauhkan semua akses ke masa lalu itu. Hapus atau arsipkan foto-foto, unfriend mereka dari media sosial, dan simpan hal-hal sentimental di tempat yang tak mudah diakses. Dengan begitu, kamu memberi dirimu kesempatan untuk sembuh tanpa terganggu kenangan yang membuatmu terjebak.
3. Pahami bahwa closure hanyalah mitos
Banyak orang merasa butuh closure dari mantan sebelum bisa move on. Namun faktanya, closure sering kali hanyalah alasan untuk bertemu kembali.
Pertemuan itu bisa saja berakhir dengan pertengkaran, luka baru, atau malah keintiman yang memperkeruh segalanya. Bukannya merasa lega, kamu justru bisa merasa lebih hancur.
Ingat, closure yang kamu cari bukan dari mereka, tapi dari dirimu sendiri. Kamu tak butuh konfirmasi mereka untuk sembuh.
4. Jangan jadi yo-yo relationship
Mantan yang datang dan pergi bak yo-yo hanya akan menguras emosimu. Mungkin mereka tiba-tiba menyapa lewat chat, dan kamu merasa harapan kembali tumbuh. Tapi kemudian, mereka menghilang lagi, dan kamu harus merasakan luka yang sama untuk kesekian kalinya.
Pola ini hanya menciptakan siklus palsu yang membuatmu sulit benar-benar lepas. Jangan biarkan dirimu jadi bagian dari permainan seperti itu. Lebih baik terluka sekali, daripada berkali-kali.
5. Siapkan diri menghadapi jatuhnya rasa percaya diri
Putus cinta bisa membuatmu merasa tidak berharga. Tapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kamu menghubungi mantan dan tidak mendapat respons. Atau saat kamu melihat mereka sudah bahagia dengan orang baru.
Itu bisa membuatmu merasa tergantikan, terlupakan, bahkan tidak berarti. Tapi semua itu hanya sementara. Dengan waktu dan proses, kamu akan bangkit kembali, bahkan dengan harga diri yang lebih kuat dari sebelumnya.
6. Rebut kembali kekuatanmu
Setiap kali kamu berhasil menahan diri untuk tidak menghubungi mantan, kamu sedang merebut kembali kekuatanmu.
Kamu memilih untuk melangkah ke depan, dan itu adalah bentuk penyembuhan yang paling nyata. Dengan begitu, kamu bisa mulai membangun kembali dirimu sendiri, hingga suatu hari nanti kamu bisa bahagia tanpa beban masa lalu.
Jangan berpikir kamu tak akan pernah bicara dengan mantan lagi. Itu terlalu berat. Katakan saja, “Hari ini, aku tidak akan menghubunginya.” Ulangi kalimat itu setiap hari. (Sri Wahyuni)
***