← Beranda

Mengenal Micro-cheating dalam Hubungan: Tampak Tidak Berbahaya tapi Termasuk Pengkhianatan

Faidyah Nur AininaSelasa, 20 Mei 2025 | 20.09 WIB
Ilustrasi orang melakukan micro-cheating (Freepik)

JawaPos.com – Jika menyebut kata perselingkuhan, mungkin masing-masing orang memiliki definisi yang berbeda ketika mendengarnya. Bahkan, sepasang kekasih pun memiliki pemahaman yang berbeda.

Contoh yang paling umum adalah perselingkuhan fisik, akan tetapi patokan perselingkuhan tidak harus sejauh itu, maka muncul istilah micro-cheating atau perselingkuhan kecil.

Dilansir dari paired, micro-cheating adalah semua tindakan kecil yang tampak tidak berbahaya atau remeh, tetapi bisa mengindikasi seseorang secara emosional atau fisik menyimpang dari komitmen atau hubungan yang sedang mereka jalani.

Mungkin awalnya memang terlihat biasa saja, bahkan ada banyak yang mengabaikan tanda-tanda micro-cheating ini sebelum dituduh berlebihan.

Anda pasti mengerti, bahwa perilaku selingkuh ini diartikan sebagai tindakan yang mengkhianati kepercayaan pasangan yang akan berimbas merusak hubungan.

Tindakan micro-cheating ada di level bawah perselingkuhan pada umumnya, tapi tetap dapat merusak kepercayaan dan chemistry dalam hubungan. Hal ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, tapi biasanya dilakukan dengan halus.

Meskipun berbentuk tindakan kecil, ini bisa berkembang menjadi perselingkuhan emosional dan menunjukkan kurangnya respect atau rasa hormat kepada pasangan.

Seperti yang telah disebutkan di awal artikel ini, segala bentuk perselingkuhan dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Semuanya tergantung pada batasan yang Anda tetapkan dengan pasangan dan apa yang membuat Anda merasa tidak nyaman.

Berikut contoh umum micro-cheating yang perlu Anda ketahui agar bisa mempertimbangkan bagaimana seharusnya tindakan yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam hubungan Anda.

· Memiliki ketertarikan terus menerus dengan teman Anda atau rekan kerja yang menarik perhatian Anda, walaupun Anda tidak menunjukkan reaksi fisik kepada mereka.

· Terus menerus mengirim pesan, menyukai postingan orang yang menarik perhatian Anda secara diam-diam demi kepuasan emosional dan kesenangan semata di luar hubungan Anda.

· Menghapus pesan, riwayat panggilan, atau bahkan interaksi di media sosial agar pasangan tidak mengetahui atau menemukannya.

· Menggunakan aplikasi yang dirancang untuk menyembunyikan komunikasi, seperti aplikasi kalkulator buatan, aplikasi pesan pribadi yang menghapus pesan setelah dibaca, dll.

· Berbagi keluh kesah secara detail, masalah pribadi, atau apa yang dirasakan kepada seseorang di luar hubungan, bukan dengan pasangan.

· Flirting atau menggoda orang lain, misalnya memuji secara berlebihan, menggoda diselingi candaan, atau mengobrol yang membuat orang baper (bawa perasaan).

· Masih intens berkomunikasi dengan mantan dengan interaksi yang berlebihan, seperti mengenang momen-momen saat masih bersama atau bahkan mencari dukungan emosional dari mereka.

· Sentuhan fisik yang berlebihan. Seperti, berpelukan, berpegangan tangan, atau menyentuh punggung dan bahu seseorang dengan cara yang menggoda.

· Menghabiskan waktu terlalu banyak dengan orang lain secara diam-diam.

· Memiliki hubungan ‘work wife’ atau ‘work husband’ dengan rekan kerja, padahal Anda paham bahwa ini akan membuat pasangan Anda tidak nyaman. Bahkan ini bisa termasuk ke dalam perselingkuhan sesungguhnya.

· Menggunakan aplikasi kencan, menggeser profil orang-orang yang ada di aplikasi kencan, meski tidak pernah kencan secara sungguhan.

Selingkuh dalam bentuk apapun, akan selalu menyakitkan. Mungkin akan sulit dapat mengetahui apakah pasangan Anda melakukan perselingkuhan kecil atau tidak, karena dibutuhkan bukti yang jelas atas tindakan dan sikapnya.

Jika ada perilaku mereka yang membuat Anda merasa cemas atau khawatir, coba amati perubahan perilakunya, lalu diskusikan apa yang mengganggu kepala Anda dengan mereka sebelum menyimpulkan asumsi-asumsi yang belum berdasar.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho