JawaPos.com - Mudah dikenali gara-gara gaya berpakaian bisa sangat menguntungkan. Gaya pribadi bukan hanya soal penampilan, tetapi adalah cara untuk menunjukkan siapa diri kita tanpa harus banyak berbicara.
Banyak individu yang sudah menemukan gaya khas dalam berpakaian, kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang. Biasanya mereka memiliki kemampuan unik dalam memadupadankan outfit yang keren dan mengandung unsur estetik.
Menemukan gaya berpakaian yang “my own style”, atau gaya pribadi dalam berpakaian bisa susah-susah gampang. Ada saatnya anda lebih suka mengikuti tren dan ada pula anda kembali ke gaya yang paling nyaman dan cocok untuk diri sendiri.
Sebaliknya, jika belum tahu gaya pribadi dalam berpakaian, bisa jadi merepotkan. Kita cenderung asal-asalan mengikuti tren dan berakhir koleksi baju yang menumpuk, akhirnya kita kembali mengeluh “nggak punya baju”.
Sebenarnya bukan soal jumlah pakaian di lemari anda, tetapi karena anda merasa kurang pede dengan pakaian tersebut. Entah karena tidak sesuai dengan karakter asli atau baju tersebut tidak nyaman dipakai.
Oleh karena itu, agar anda lebih bijak dalam berbelanja dan menghindari perilaku konsumtif, anda perlu memahami gaya pribadi anda. Mengutip dari laman theeverygirl.com berikut 10 tips yang bisa membantu anda menemukan style yang benar-benar cocok dan mencerminkan diri sendiri.
Meluangkan waktu untuk melihat pakaian
Anda bisa menggunakan hari libur untuk jalan-jalan ke toko baju. Tidak perlu membeli, luangkan waktu satu hari hanya untuk melihat-lihat. Pastikan apa yang menarik perhatian anda tanpa memikirkan tren sesaat. Catat pakaian yang berpotensi cocok dengan karakter anda lalu pikirkan lagi di rumah. Anda juga bisa mencoba pakaian sewa untuk menguji style yang cocok untuk anda, tanpa harus langsung membeli.
Mencari inspirasi lewat internet
Anda bisa mencari inspirasi outfit melalui internet atau sosial media untuk menemukan gaya yang paling pas untuk anda. Pin atau tandai tema outfit yang benar-benar anda suka. Jika anda sudah mulai melihat pola, misalnya kemungkinan anda menyukai warna netral, atau mungkin anda menyukai gaya tertentu karena idola anda juga memakainya. Fokus saja dengan apa yang anda suka, tidak perlu memperhatikan bentuk tubuh.
Rajin membersihkan lemari
Perasaan “aku nggak punya baju”, seringkali muncul karena lemari anda penuh dengan pakaian yang tidak pas, tidak anda suka, atau hanya tren sesaat. Anda bisa mulai membersihkannya dan menyumbangkan pakaian yang sudah tidak anda pakai lagi. Thrifting dan membeli di aplikasi preloved juga bisa membantu anda mendapatkan pakaian dengan harga yang bersahabat.
Keluar dari zona nyaman
Cobalah untuk keluar dari zona nyaman dan jangan takut bereksperimen. Fashion adalah sesuatu yang menyenangkan. Contohnya anda yang biasanya memakai pakaian netral, anda bisa mencoba celana motif. Atau bagi yang menyukai baggy jeans, cobalah untuk mencari celana slim fit.
Mengevaluasi pakaian sehari-hari
Gaya anda terlihat dari apa yang sering anda pakai sehari-hari. Jika anda tidak lagi memakai celana pink, maka tanyakan pada diri sendiri, apakah celana itu sudah tidak muat? Atau memang anda tidak menyukai warnanya?. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu anda untuk memahami preferensi berpakaian.
Terinspirasi dari gaya fashion influencer
Anda bisa mencari inspirasi dari instagram atau TikTok gaya berpakaian orang-orang yang anda kagumi. Kemudian, cobalah menirunya dengan pakaian yang sudah anda punya.
Menyiapkan rak khusus pakaian
Jika anda memiliki ruang yang lebih, anda bisa menaruh baju-baju yang ingin anda pakai di dalam rak khusus. Lalu anda bisa merancang outfitnya. Sehingga, ketika anda buru-buru, anda hanya tinggal mengambil dan memakai secara instan.
Pergi ke penjahit jika perlu
Tidak semua pakaian pas untuk anda ketika dibeli. Jika anda menyukai satu model pakaian, tetapi ukurannya kurang pas, anda bisa membawanya ke penjahit. Ubahlah sedikit, dan jadikan pakaian itu yang mencerminkan karakter asli anda.
Menggunakan metode tiga kata
Tentukan tiga kata yang menggambarkan diri anda. Contohnya: minimalis, edgy, nyaman. Lalu, ketika anda ingin membeli baju, anda bisa mempertimbangkan apakah pakaian ini cocok dengan tiga kata tersebut. Cara ini membantu anda tetap konsisten tanpa merasa salah outfit.
Membuat wishlist untuk menghindari belanja impulsif
Daripada anda belanja impulsif karena tergoda diskon, anda bisa membuat wishlist di gawai. Ketika anda melihat barang yang disuka, anda bisa menambahkannya ke daftar tunggu selama dua hari. Jika anda masih kepikiran, maka anda benar-benar menginginkannya.