JawaPos.com - Di tengah kehidupan digital saat ini, ancaman doxxing dan serangan digital mengintai privasi dan keamanan setiap individu.
Doxxing berakar dari istilah dropping dox (documents), yang bertujuan untuk mempermalukan, mengintimidasi bahkan membahayakan korban.
Melansir oercs.Berkeley.edu, pelaku doxxing akan merangkai data dari berbagai sumber termasuk media sosial dan data publik untuk memanfaatkan celah keamanan demi merusak reputasi dan menebar teror.
Nah, bagaimana menghadapi ancaman doxxing yang mengintai di masa internet sekarang?
Dilansir dari ACLU.org, terdapat tujuh tips untuk melindungi diri Anda dari doxxing dan serangan digital.
Pastikan Anda menerapkannya agar data pribadi Anda tetap aman dari penyalahgunaan!
-
Batasi informasi pribadi di dunia maya
Langkah awal perlindungan diri dari doxxing adalah membatasi informasi pribadi yang tersebar di dunia maya.
Atur profil dan unggahan media sosial Anda menjadi privat, di mana akun Anda hanya dapat diakses oleh teman dan keluarga terdekat.
Hapus informasi sensitif seperti alamat rumah, nomor telepon, dan detail pekerjaan yang dapat dimanfaatkan pelaku doxxing untuk melacak dan mengintimidasi Anda.
-
Buat jaringan aman
Hindari menggunakan jaringan Wifi publik yang rentan terhadap penyadapan.
Gunakan Virtual Private Network (VPN) atau jaringan terpercaya untuk menyembunyikan alamat IP Anda.
Matikan fitur berbagi jaringan publik di perangkat Anda untuk mencegah akses dari orang lain.
-
Kata sandi yang kuat
Gunakan kata sandi unik dan kompleks untuk setiap akun online Anda. Kombinasikan huruf besar-kecil, angka dan simbol untuk mempersulit peretas menebak kata sandi.
Gunakan pengelola kata sandi untuk menyimpan dan mengelola kata sandi Anda dengan aman.
-
Perkuat pertahanan akun dengan autentifikasi multifaktor (MFA)
Aktifkan MFA untuk menambahkan lapisan keamanan ekstra pada akun online Anda.
MFA memerlukan verifikasi tambahan di luar kata sandi, seperti kode satu kali pakai yang dikirim lewat surel ke ponsel atau aplikasi.
Jangan abaikan langkah verifikasi tambahan ini, kalau ingin aman dari doxxing dan serangan digital.
-
Awas phising
Jangan mudah terkecoh surel, pesan atau tautan mencurigakan yang meminta informasi pribadi atau kata sandi Anda.
Periksa keaslian pengirim dan jangan mudah tergiur hadiah atau tawaran palsu. Waspada terhadap tautan yang mirip situs web asli, padahal berbeda.
-
Perbarui perangkat lunak
Selalu gunakan versi terbaru sistem operasi dan aplikasi Anda. Pembaruan perangkat lunak seringkali menambal celah keamanan yang dapat dieksploitasi oleh peretas.
Aktifkan pembaruan berkala secara otomatis untuk memastikan perangkat Anda selalu terlindungi.
-
Bersihkan jejak digital
Hapus cookie dan riwayat penelusuran secara berkala untuk meminimalkan jejak digital Anda.
Sembunyikan informasi registrasi Anda setelah mendaftar atau mengakses sebuah laman.
Dengan menerapkan tujuh tips untuk melindungi diri ini, Anda dapat melindungi diri dan meminimalkan risiko menjadi korban doxxing dan serangan digital lainnya.
Ingat, keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Di era digital yang penuh kompleksitas ini, melindungi diri adalah sebuah keharusan.
***