JawaPos.com - Mimpi merupakan jendela untuk menuju alam bawah sadar. Beberapa orang mampu mengendalikan mimpi dengan sadar.
Bukan tanpa alasan, ternyata ada kebiasaan yang mampu membuat seseorang mengendalikan mimpi saat tidur.
Melansir Geediting, menurut psikologi terdapat tujuh kebiasaan yang membuat seseorang mampu mengendalikan mimpi. Apakah saja itu? Mari simak penjelasannya berikut ini!
-
Kebiasaan malam yang konsisten
Rutinitas malam yang stabil dan konsisten adalah benang merah orang yang bermimpi hidup.
Aktivitas sebelum tidur memengaruhi kondisi mimpi. Rutinitas memberi sinyal pada alam bawah sadar untuk beralih dari kesibukan siang ke introspeksi tenang dunia mimpi.
Konsistensi adalah kunci. Ritual kecil seperti membaca buku, mendengarkan musik tenang, atau urutan sikat gigi tertentu, bisa memicu perjalanan ke alam bawah sadar.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrim saat Puncak Arus Mudik di Jateng
-
Menulis jurnal harian
Menulis jurnal sebelum tidur membantu memproses pikiran dan pengalaman, memicu mimpi lebih hidup.
Sigmund Freud percaya mimpi adalah refleksi keinginan dan pengalaman terpendam.
Menulis jurnal memungkinkan kita menjelajahi aktivitas bawah sadar dalam keadaan sadar, membuka jalan bagi mimpi lebih hidup saat tidur.
-
Menikmati malam
Mimpi hidup sering muncul setelah malam yang dihabiskan sendirian. Kesendirian memungkinkan kita menyelaraskan diri dengan pikiran dan perasaan tanpa gangguan eksternal.
Carl Rogers berkata, "Yang paling pribadi adalah yang paling universal." Pengalaman dan emosi individu, saat dieksplorasi dan dipahami, dapat terhubung dengan kebenaran universal manusia, yang bisa diungkap melalui mimpi.
-
Meditasi
Meditasi mindfulness sebelum tidur melatih pikiran untuk fokus pada saat ini, memengaruhi kondisi mimpi.
Praktik ini memicu relaksasi mendalam, memuluskan transisi ke tahap REM, tempat mimpi paling hidup dan intens terjadi.
Orang yang rutin bermeditasi mindfulness cenderung memiliki mimpi lebih hidup dan mengingatnya lebih baik.
-
Detoks layar gawai
Di era digital, detoks layar sebelum tidur sulit dilakukan, tapi penting. Cahaya biru dari layar mengganggu siklus tidur dan kualitas mimpi.
Mengganti aktivitas layar dengan membaca buku atau mendengarkan musik lembut meningkatkan kualitas tidur dan kejelasan mimpi.
Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Pria Masih Lebih Mudah Mendapat Pekerjaan Dibandingkan Perempuan
-
Menerima kekacauan alam bawah sadar
Sedikit kekacauan malam hari justru memicu mimpi lebih hidup. Lingkungan tak terduga dan kurang kontrol merangsang alam bawah sadar, menghasilkan mimpi lebih liar dan hidup.
Carl Jung berkata, "Dalam semua kekacauan ada kosmos, dalam semua kekacauan ada tatanan rahasia."
Alam bawah sadar mungkin akan lebih baik menemukan tatanan rahasia ini dalam mimpi ketika Anda menerima kekacauan yang terjadi dalam pikiran.
-
Merenungkan kejadian secara reflektif sebelum tidur
Merenungkan kejadian dalam sehari sebelum tidur memicu alam bawah sadar, menghasilkan mimpi lebih hidup.
William James berkata, "Senjata terbesar melawan stres adalah kemampuan kita memilih satu pikiran di atas yang lain."
Berpikir reflektif memungkinkan kita memilih pikiran yang memengaruhi kondisi mimpi.
Tujuh kebiasaan ini akan membuka jalan menuju mimpi yang lebih hidup dan bermakna.
Mimpi merupakan bunga tidur yang mampu memberikan pengalaman yang membekas.
Memahami mimpi akan membuat Anda lebih memahami diri sendiri secara pikiran, emosi dan pengalaman diri.
***