← Beranda

Jika Anda Benar-benar Ingin Tetap Bugar hingga Usia 60-an dan Seterusnya, Simak Tips Kebugaran yang Didukung oleh Para Ahli Berikut Ini

Irfan FerdiansyahSelasa, 11 Maret 2025 | 00.39 WIB
Seseorang yang lebih cocok menjadi pemimpin. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Bertambahnya usia sering dikaitkan dengan penurunan kebugaran, tetapi banyak penelitian menunjukkan bahwa dengan kebiasaan yang tepat, Anda bisa tetap aktif dan sehat hingga usia 60-an dan bahkan lebih.

Para ahli kebugaran dan psikologi setuju bahwa menjaga tubuh tetap bugar bukan hanya soal latihan fisik, tetapi juga melibatkan pola pikir, kebiasaan hidup, dan pendekatan yang konsisten terhadap kesehatan.

Dilansir dari Geediting pada Senin (10/3), terdapat beberapa tips kebugaran yang didukung oleh para ahli agar Anda tetap bugar seiring bertambahnya usia.

1. Pola Pikir yang Sehat tentang Kebugaran

Psikologi memainkan peran besar dalam menjaga kebugaran jangka panjang.

Jika Anda melihat olahraga sebagai beban, Anda lebih cenderung berhenti melakukannya.

Sebaliknya, jika Anda menganggapnya sebagai bagian dari gaya hidup dan sumber kebahagiaan, Anda akan lebih termotivasi untuk tetap aktif.

Latih pola pikir yang positif dengan mengasosiasikan kebugaran dengan manfaat yang Anda rasakan, seperti meningkatnya energi, suasana hati yang lebih baik, dan kemampuan untuk tetap mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

2. Bergerak Setiap Hari, Bukan Hanya Berolahraga

Ahli kebugaran menekankan bahwa aktivitas fisik tidak harus terbatas pada sesi olahraga formal.

Berjalan kaki, berkebun, bermain dengan cucu, atau sekadar naik tangga alih-alih lift adalah cara-cara sederhana untuk tetap aktif setiap hari.

Psikolog menyebut konsep ini sebagai exercise adherence, yaitu bagaimana seseorang tetap berkomitmen terhadap aktivitas fisik karena sudah menjadi bagian dari rutinitasnya.

Jadi, alih-alih hanya fokus pada sesi olahraga berat, biasakan tubuh Anda untuk selalu bergerak.

3. Prioritaskan Latihan Kekuatan

Seiring bertambahnya usia, kita mulai kehilangan massa otot, yang dikenal sebagai sarkopenia.

Oleh karena itu, latihan kekuatan menjadi sangat penting untuk menjaga daya tahan otot dan mencegah kelemahan di usia lanjut.

Latihan kekuatan tidak harus berarti mengangkat beban berat di gym.

Anda bisa mulai dengan latihan tubuh seperti squat, push-up, atau angkat beban ringan di rumah.

Studi menunjukkan bahwa latihan kekuatan membantu menjaga kepadatan tulang, meningkatkan keseimbangan, dan mengurangi risiko jatuh, yang menjadi perhatian utama di usia lanjut.

4. Latih Fleksibilitas dan Keseimbangan

Banyak orang mengabaikan pentingnya fleksibilitas dan keseimbangan hingga mereka mengalami masalah mobilitas.

Latihan seperti yoga, pilates, atau tai chi dapat meningkatkan fleksibilitas, koordinasi, dan keseimbangan tubuh.

Dari perspektif psikologi, latihan ini juga membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus, yang berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik.

5. Jaga Kesehatan Mental dan Emosional

Kesehatan fisik dan mental sangat berkaitan.

Stres kronis dapat menyebabkan peningkatan hormon kortisol, yang pada akhirnya dapat merusak kesehatan jantung, metabolisme, dan sistem kekebalan tubuh.

Para ahli merekomendasikan meditasi, latihan pernapasan, atau aktivitas yang menyenangkan seperti membaca atau berkumpul dengan teman untuk menjaga kesehatan mental.

Orang yang bahagia dan memiliki hubungan sosial yang baik cenderung lebih aktif dan memiliki gaya hidup lebih sehat.

6. Perhatikan Pola Makan dengan Nutrisi yang Seimbang

Diet yang seimbang sangat penting untuk mendukung kebugaran tubuh di usia 60-an dan seterusnya.

Pastikan Anda mengonsumsi:

Protein yang cukup untuk menjaga massa otot

Serat tinggi untuk kesehatan pencernaan

Lemak sehat untuk mendukung fungsi otak

Karbohidrat kompleks untuk energi yang stabil

Selain itu, hidrasi yang cukup juga sangat penting untuk menjaga fungsi sendi dan metabolisme tubuh tetap optimal.

7. Tidur yang Berkualitas

Tidur yang cukup dan berkualitas adalah faktor penting dalam menjaga kebugaran.

Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan, peningkatan berat badan, dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Ahli psikologi merekomendasikan untuk menjaga rutinitas tidur yang teratur, menghindari kafein di malam hari, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman agar mendapatkan tidur yang berkualitas.

8. Tetap Termotivasi dengan Menetapkan Tujuan yang Realistis

Banyak orang kehilangan motivasi karena mereka menetapkan tujuan yang tidak realistis.

Misalnya, mencoba berolahraga 2 jam sehari secara tiba-tiba dapat membuat seseorang mudah menyerah.

Sebaliknya, mulailah dengan target yang lebih kecil, seperti berjalan kaki 15 menit sehari, dan tingkatkan secara bertahap.

Dengan pendekatan ini, kebiasaan sehat lebih mungkin bertahan dalam jangka panjang.

9. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin

Menjaga kebugaran juga berarti memahami kondisi tubuh Anda sendiri.

Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah komplikasi di kemudian hari.

Para ahli menyarankan untuk tidak hanya fokus pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental.

Jika Anda merasa stres atau mengalami kecemasan yang berlebihan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional.

10. Nikmati Prosesnya

Kunci utama dari kebugaran jangka panjang adalah menikmati prosesnya.

Jangan anggap olahraga atau pola hidup sehat sebagai beban, tetapi sebagai cara untuk merawat tubuh Anda agar tetap bugar dan kuat.

Studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki pola pikir positif terhadap kebugaran cenderung lebih konsisten dalam menjalani gaya hidup sehat dan menikmati manfaatnya lebih lama.

Kesimpulan

Menjaga kebugaran hingga usia 60-an dan seterusnya bukanlah sesuatu yang mustahil.

Dengan menggabungkan pola pikir yang sehat, kebiasaan fisik yang aktif, serta perhatian pada nutrisi dan kesehatan mental, Anda bisa tetap bugar dan menikmati hidup dengan energi yang tinggi.

Tidak perlu perubahan drastis—mulailah dengan langkah kecil yang konsisten, dan seiring waktu, tubuh Anda akan berterima kasih atas investasi kesehatan yang telah Anda lakukan.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti