← Beranda
Inilah 7 Alasan Kenapa Bekerja Lebih Lama Justru dapat Membuat Kita Kurang Fokus dan Produktif
Akhmad Iqbal FirmansyahSabtu, 8 Februari 2025 | 00.18 WIB
Ilustrasi orang yang bekerja terlalu lama. (Freepik)

JawaPos.com – Beberapa orang mungkin memiliki semangat yang tinggi hingga mampu bekerja larut malam, dan menganggapnya sebagai produktivitas. Namun, bekerja lebih lama bukan berarti mereka akan menyelesaikan lebih banyak tugas.

Sebaliknya, mereka mungkin akan lebih banyak membuang-buang waktu pada tugas yang tidak begitu berarti. Ini karena semakin lama kita memaksakan diri tanpa istirahat, kita akan semakin kewalahan hingga menyebabkan depresi.

Dilansir dari Blog Herald, alih-alih mengerjakan tugas secara efisien atau membuat keputusan yang baik, kita justru kehabisan tenaga dan saat itulah kita akan membuat kesalahan yang fatal.

Oleh karena itu, ketahuilah tujuh alasan kenapa bekerja terlalu lama hanya akan menambah beban kita dan mengurangi produktivitas kita dalam bekerja.

1. Otak memiliki batas

Kebanyakan orang mengira mereka dapat mengatasi kelelahan dan terus bekerja, tetapi kenyataannya, otak kita tidak diciptakan untuk fokus selama berjam-jam. Penelitian menunjukkan bahwa otak kita hanya fokus beberapa saat hingga mengalami penurunan.

Ini membuat kita menjadi lebih lambat, kurang kreatif, dan lebih rentan melakukan kesalahan. Otak kita bagaikan baterai, semakin banyak tugas yang kita kerjakan tanpa istirahat, semakin cepat energinya terkuras.

Jika kita kehabisan tenaga, bahkan keputusan atau tugas sederhana pun dapat terasa membebani. Alih-alih bekerja lebih lama dan terus memaksakan diri, mengambil waktu istirahat dapat membuat kita kembali fokus dan lebih produktif.

2. Bekerja lembur bukan berarti produktif

Kebanyakan orang berpikir bahwa begadang dan bekerja lembur adalah kunci kesuksesan. Ini membuat mereka bekerja sedikit lebih lama agar bisa menyelesaikan lebih banyak tugas, sehingga mengabaikan produktivitas yang sebenarnya

Menjadi produktif bukan berarti kita bekerja lembur hingga lupa untuk istirahat, tetapi menjadi lebih efisien dalam mengerjakan tugas dan meluangkan waktu untuk beristirahat serta mengisi ulang energi.

Bekerja hingga larut malam bukan berarti kita bekerja dengan baik. Faktanya, otak kita yang lelah membuat lebih banyak kesalahan dan memperlambat pekerjaan, sehingga perlu untuk menetapkan batasan agar dapat menyelesaikan tugas dengan penuh kesadaran.

3. Jam kerja yang panjang membahayakan kesehatan

Memaksa diri kita untuk bekerja lebih lama tidak hanya mempengaruhi produktivitas kita, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan kita. Penelitian menunjukkan bahwa bekerja berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan bahkan depresi.

Tubuh kita tidak dirancang untuk beroperasi di bawah tekanan terus-menerus, dan bekerja berlebihan akan mengganggu kesehatan kita secara keseluruhan, mulai dari pola tidur hingga sistem kekebalan tubuh kita.

Ketika kesehatan kita mulai menurun, akan berdampak pula pada kemampuan kita untuk fokus, berpikir jernih, dan membuat keputusan yang tepat. Semakin keras kita bekerja, semakin menurun kesehatan kita dan semakin tidak efektif diri kita dalam bekerja.

4. Kesibukan berbeda dengan produktivitas

Sangat mudah untuk terjebak dalam pemikiran bahwa kesibukan berarti kita telah mencapai produktivitas. Namun, terdapat perbedaan besar antara beraktivitas dan bekerja dengan produktif.

Mengisi hari kita dengan tugas, email, atau rapat yang tak ada habisnya mungkin terlihat produktif, tetapi seringkali menyebabkan kejenuhan tanpa hasil nyata. Jika kita terus-menerus sibuk, kita cenderung mengabaikan prioritas yang benar-benar penting.

Ini membuat kita selalu berfokus pada tugas yang mendesak daripada tugas yang penting, sehingga kita tidak dapat memberikan dampak yang nyata. Produktivitas sejati bukan tentang seberapa sibuk kita, tetapi tentang melakukan hal yang benar dengan niat dan fokus.

5. Kelelahan membunuh kreativitas

Kita mungkin pernah merasa terjebak dalam lingkaran pekerjaan yang tidak pernah berakhir. Membuat kita meyakinkan diri sendiri bahwa jika kita terus bekerja, ide-ide itu akan datang, tetapi kenyataan yang kita dapat berbeda.

Semakin kita memaksakan diri untuk bekerja terus-menerus, kita akan menjadi semakin frustasi. Kita perlu meluangkan waktu untuk beristirahat hingga kita benar-benar mendapatkan fokus kita kembali.

Hal ini membuat ide datang secara alami, dan masalah yang sudah kita hadapi mendapatkan solusi yang jelas. Kreativitas tidak tumbuh ketika kita sedang di bawah tekanan, tetapi butuh ruang untuk bernapas.

6. Mengerjakan banyak tugas sekaligus lebih memakan banyak waktu

Ketika kita bekerja terlalu lama, kita mungkin tergoda untuk melakukan beberapa tugas sekaligus agar lebih menghemat waktu. Namun, mengerjakan banyak tugas sekaligus tidak membuat kita lebih efisien, hanya akan memperlambat kerja kita.

Berganti mengerjakan tugas secara terus-menerus akan mengurangi fokus kita dan menambah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas. Alih-alih memberikan perhatian penuh pada satu tugas, otak kita terpaksa membagi fokusnya pada berbagai tugas.

Hal ini membuat kita lebih banyak melakukan kesalahan dan berkurangnya fokus pada pekerjaan kita. Kita mungkin merasa telah menyelesaikan banyak tugas, tetapi pada kenyataannya, kita justru memaksakan diri dan menurunkan kualitas hasil kerja kita.

7. Istirahat adalah bagian produktivitas

Istirahat bukanlah hadiah atas kerja keras yang kita lakukan, tetapi bagian penting dalam melakukan pekerjaan yang produktif. Kita perlu meluangkan waktu untuk mengisi tenaga, memproses informasi, memperkuat ingatan, dan memulihkan fokus.

Tanpa istirahat, kita tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi kita juga merampas konsentrasi dan energi yang kita butuhkan untuk bekerja sebaik mungkin. Istirahat bukanlah bermalas-malasan, melainkan hal yang memungkinkan produktivitas berkelanjutan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho