← Beranda

Bisa Jad 8 Kebiasaan Sepanjang Hayat: Ini 8 Pelajaran Hidup yang Anak Tirukan dari Orang Tua

Sukma AyuRabu, 22 Januari 2025 | 19.14 WIB
ilustrasi keluarga. (freepik)

 

JawaPos.com - Anak-anak adalah pengamat yang ulung. Mereka mempelajari banyak hal hanya dengan melihat dan mendengar orang tua mereka. Kebiasaan ini sering kali terbawa hingga dewasa dan menjadi bagian dari kepribadian mereka. Maka, tidak heran jika perilaku orang tua memiliki pengaruh besar terhadap anak-anaknya, baik dalam hal baik maupun buruk.

Sebagai orang tua, Anda mungkin pernah terkejut mendengar anak Anda mengucapkan sesuatu yang pernah Anda katakan, bahkan mungkin di saat yang tidak terduga. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya kemampuan anak dalam menyerap dan meniru perilaku. Dengan kata lain, anak belajar melalui contoh, bukan sekadar nasihat.

Mari kita eksplorasi lebih jauh. Apa saja kebiasaan dan perilaku yang ditiru anak dari orang tua mereka? Dilansir yourtango.com, berikut adalah delapan kebiasaan utama yang menjadi "warisan" dari orang tua kepada anak-anaknya.

1. Kerentanan dan Keterbukaan

Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan secara jujur adalah keterampilan hidup yang sangat penting. Anak-anak belajar hal ini dari cara orang tua mereka berbicara dan berinteraksi. Jika orang tua terbuka dan mendengarkan perasaan anak dengan serius, anak akan merasa bahwa emosinya dihargai.

Sebaliknya, dalam keluarga yang cenderung mengabaikan perasaan atau mengalami kekerasan emosional, anak-anak mungkin belajar untuk menutup diri. Mereka bisa tumbuh dengan keyakinan bahwa berbagi perasaan adalah hal yang tidak berguna atau bahkan berbahaya.

2. Tata Krama

Kata-kata sederhana seperti "tolong" dan "terima kasih" adalah dasar dari sopan santun. Anak-anak meniru cara orang tua mereka berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Jika orang tua sering menunjukkan rasa hormat dan penghargaan, anak-anak akan menirunya dan menjadikannya kebiasaan.

3. Kekhawatiran yang Berlebihan

Orang tua yang sering cemas atau memikirkan skenario terburuk dapat tanpa sadar menanamkan rasa cemas pada anak-anak mereka. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan ini cenderung lebih waspada dan khawatir terhadap hal-hal kecil di kemudian hari.

4. Rasa Bersalah dan Malu

Ketika anak-anak mendengar kritikan tajam atau merasa dipermalukan karena kesalahan mereka, perasaan itu bisa melekat hingga dewasa. Mereka mungkin tumbuh dengan suara batin yang selalu menyalahkan diri sendiri. Untuk menghindarinya, penting bagi orang tua untuk memberikan kritik yang membangun, bukan menjatuhkan.

5. Cara Mencintai

Anak-anak belajar tentang cinta dan hubungan dari cara orang tua mereka saling memperlakukan. Jika orang tua menunjukkan kasih sayang, rasa hormat, dan kemampuan menyelesaikan konflik dengan baik, anak akan memahami bahwa cinta itu aman dan mendukung. Sebaliknya, hubungan yang penuh konflik dapat membuat anak merasa waspada dalam hubungan mereka sendiri.

6. Penilaian dan Kritik

Cara orang tua berbicara tentang orang lain, baik itu memuji atau mengkritik, akan membentuk cara anak menilai orang lain di kemudian hari. Jika orang tua sering menghakimi atau mengkritik, anak mungkin tumbuh dengan pola pikir yang sama. Sebaliknya, sikap penuh kasih dan pengertian akan membantu anak menjadi lebih empatik.

7. Bagaimana Dicintai

Anak-anak juga belajar bagaimana mereka layak dicintai dari cara orang tua mereka memperlakukan mereka. Jika anak merasa didukung dan dihargai, mereka akan tumbuh dengan rasa percaya diri. Sebaliknya, pengalaman negatif seperti kekerasan atau pengabaian dapat meninggalkan luka emosional yang sulit sembuh.

8. Ketahanan

Ketahanan adalah kemampuan untuk bangkit dari kesulitan. Orang tua yang mendukung anak mereka untuk mencoba hal-hal baru, bahkan jika itu sulit, membantu anak mengembangkan kepercayaan diri. Dengan membiarkan anak belajar dari kesalahan mereka, orang tua membekali anak dengan keterampilan untuk menghadapi tantangan hidup.

Setiap tindakan, kata-kata, dan sikap Anda sebagai orang tua memiliki dampak besar pada cara anak-anak memandang diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Anak-anak adalah cerminan dari apa yang mereka pelajari di rumah.

Dengan menyadari hal ini, Anda dapat memilih untuk menjadi contoh positif yang memberikan "warisan" berupa kebiasaan baik, cinta, dan ketahanan kepada anak-anak Anda.

Jadi, mulailah dari sekarang. Jadilah sosok yang Anda ingin anak-anak Anda tiru. Karena, pada akhirnya, tindakan Anda hari ini akan membentuk masa depan mereka.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti