JawaPos.com - Masa kecil adalah fondasi penting dalam pembentukan kepribadian dan pola pikir seseorang.
Ketika kebutuhan emosional tidak terpenuhi di masa kecil, hal ini dapat meninggalkan bekas mendalam yang sering kali tercermin dalam perilaku mereka saat dewasa.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (18/1), terdapat delapan perilaku yang biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang mengalami kekosongan emosional di masa kanak-kanak menurut psikologi:
1. Sulit Mempercayai Orang Lain
Ketika seseorang tumbuh tanpa pengalaman kasih sayang yang cukup, mereka cenderung mengembangkan pola pikir bahwa dunia tidak dapat dipercaya.
Hal ini membuat mereka kesulitan menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain, baik dalam persahabatan, keluarga, maupun hubungan romantis.
Mereka selalu curiga dan sering kali mencari tanda-tanda bahaya bahkan ketika situasi sebenarnya aman.
2. Kecenderungan Menghindari Konflik
Individu yang tidak mendapatkan validasi emosional sering kali mengembangkan ketakutan terhadap konfrontasi.
Mereka lebih memilih diam atau menghindar daripada menyelesaikan masalah karena takut menimbulkan ketegangan.
Hal ini dapat menyebabkan akumulasi masalah yang tidak terselesaikan, yang pada akhirnya membebani mereka secara emosional.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Sering Dilakukan Orang Tidak Bahagia Setiap Pagi Tanpa Mereka Sadari, Menurut Psikologi
3. Mencari Pengakuan Secara Berlebihan
Kekurangan perhatian di masa kecil sering kali membuat seseorang merasa tidak cukup berharga.
Sebagai orang dewasa, mereka mungkin terus mencari pengakuan dan validasi dari orang lain.
Mereka cenderung menyenangkan orang lain atau bekerja terlalu keras untuk mendapatkan apresiasi, namun tetap merasa hampa meskipun telah mencapainya.
4. Kesulitan Mengelola Emosi
Anak-anak yang tidak pernah diajarkan cara mengenali dan mengelola emosi mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa yang kesulitan mengekspresikan perasaan secara sehat.
Mereka mungkin mengalami ledakan emosi yang tidak proporsional atau, sebaliknya, menekan emosi hingga tampak dingin dan tidak peduli.
5. Merasa Tidak Layak Dicintai
Ketika kebutuhan emosional tidak terpenuhi, perasaan tidak layak dicintai bisa tertanam dalam pikiran.
Mereka mungkin terus-menerus meragukan apakah mereka cukup baik untuk orang lain.
Hal ini sering terlihat dalam hubungan yang dipenuhi rasa cemburu, ketergantungan berlebih, atau bahkan ketakutan ditinggalkan.
6. Cenderung Menarik Diri
Rasa sakit emosional yang tidak diatasi di masa lalu sering kali membuat seseorang memilih untuk menarik diri dari hubungan sosial.
Mereka merasa lebih nyaman sendirian karena takut terluka lagi. Akibatnya, mereka mungkin tampak tertutup atau sulit didekati.
7. Perfeksionisme yang Berlebihan
Beberapa orang yang tidak mendapatkan dukungan emosional saat kecil merasa harus "sempurna" agar diterima oleh lingkungan.
Mereka menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri sendiri, yang sering kali tidak realistis, sehingga terus-menerus merasa gagal meskipun telah berusaha keras.
8. Kecenderungan Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Tanpa landasan emosional yang kuat, seseorang cenderung selalu merasa kurang dibandingkan dengan orang lain.
Mereka sering membandingkan pencapaian, penampilan, atau aspek lainnya, yang justru memperburuk perasaan rendah diri dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri.
Bagaimana Mengatasi Dampak Kekosongan Emosional di Masa Lalu?
Meskipun dampak dari kekosongan emosional di masa kecil sangat mendalam, hal ini bukanlah akhir dari segalanya.
Dengan bantuan terapi psikologi, dukungan dari orang terdekat, dan usaha untuk mengenali pola yang merugikan, seseorang dapat membangun kembali kesehatan emosional mereka.
Mencari Terapi Profesional: Seorang terapis dapat membantu memahami akar masalah dan memberikan strategi untuk mengatasinya.
Membangun Kesadaran Diri: Belajar mengenali emosi dan pola pikir yang destruktif adalah langkah awal menuju perubahan.
Mengelilingi Diri dengan Dukungan Positif: Hubungan yang sehat dengan orang lain dapat memberikan rasa aman dan membantu memulihkan luka emosional.
Masa lalu mungkin sulit diubah, tetapi masa depan selalu bisa diperbaiki dengan usaha yang konsisten.
Proses ini mungkin memakan waktu, tetapi dengan ketekunan, pemulihan emosional sepenuhnya adalah hal yang sangat mungkin.
***