← Beranda

Orang yang Memilih Makan Saat Dilanda Stres, Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Sharah SalsabilaJumat, 17 Januari 2025 | 04.16 WIB
Ilustrasi orang yang makan saat dilanda stres.

JawaPos.com - Saat dilanda stres, beberapa orang memilih untuk tidak makan bahkan sampai sakit. Tapi ada sebagian lainnya yang malah makan banyak dan memilih menu favoritnya tanpa memikirkan kandungan gizi.

Hal ini juga sering disebut dengan istilah stress eating. Mengutip dari laman Siloam Hospitals, stress eating merupakan kecenderungan seseorang untuk mengalihkan rasa cemas, sedih, atau marah dengan makan berlebih.

Keinginan untuk makan ini tidak dipicu dari rasa lapar melainkan hanya berdasarkan keinginan untuk menenangkan emosi atau sebagai hadiah bagi diri sendiri.

Dilansir dari laman Blog Herald pada (16/01) orang yang memilih makan saat dilanda stres, biasanya menunjukkan 7 perilaku ini menurut psikologi:

1. Mendambakan makanan yang menenangkan

Salah satu perilaku paling umum yang terkait dengan stres makan adalah keinginan kuat untuk makanan yang menenangkan. Ketika stres meningkat, tidak jarang kita menemukan hiburan dalam makanan tinggi lemak dan bergula seperti es krim, coklat, atau pizza.

Psikologi memberi tahu kita bahwa jenis makanan ini sebenarnya dapat meredakan stres untuk sementara. Mereka memicu pelepasan hormon perasaan senang di otak kita yang menciptakan rasa tenang dan kepuasan.

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan, meskipun makanan-makanan ini mungkin terasa seperti teman yang menenangkan saat ini, tapi tidak benar-benar membantu kita mengatasi akar penyebab stres.

Sebaliknya, hal-hal tersebut bertindak sebagai pengalih perhatian sementara dan sering kali dapat menimbulkan perasaan bersalah atau penyesalan di kemudian hari.

2. Melewatkan makan

Meski terlihat aneh, stres makan terkadang bisa menyebabkanmu melewatkan waktu makan. Saat kita berada di bawah banyak tekanan, tubuh akan beralih ke mode 'lawan atau lari'. Hal ini dapat menekan nafsu makan dalam jangka pendek sehingga membuat kita tidak merasa lapar sama sekali.

Namun bukan berarti kita tidak makan. Sebaliknya, orang yang mengalami stres sering kali hanya memakan makanan ringan sepanjang hari, dibandingkan duduk untuk makan lengkap.

Mereka mungkin melewatkan sarapan, makan siang ringan, lalu makan camilan secara berlebihan hingga larut malam. Pola makan yang tidak teratur ini justru bisa memperparah perasaan stres dan cemas.

3. Makan dengan cepat

Saat kita stres, segala sesuatunya tampak menjadi berlebihan, termasuk kebiasaan makan. Makan dengan cepat tidak hanya sekedar mempercepat waktu makan, tapi tidak memberikan cukup waktu bagi otak untuk menyadari bahwa kita sudah kenyang, sehingga dapat menyebabkan makan berlebihan.

Selain itu, makan cepat dikaitkan dengan tingkat rasa kenyang yang lebih rendah, artinya kita tidak merasa puas setelah makan. Tindakan memperlambat dan menikmati makanan sebenarnya dapat membantu mengurangi stres dan memperbaiki kebiasaan makan secara keseluruhan.

4. Mengkritik diri

Jika kamu seorang pemakan stres, mungkin sering merasa keras pada diri sendiri. Perasaan bersalah dan malu dapat muncul setelah episode memanjakan, yang mengarah pada pembicaraan negatif dan kritik diri yang keras.

5. Ngemil malam hari

Ini adalah perilaku lain yang sering terlihat pada mereka yang makan saat dilanda stres. Keheningan malam terkadang bisa membuat kekhawatiran kita semakin terasa, menikmati camilan larut malam mungkin tampak seperti cara yang baik untuk mengalihkan perhatian kita.

Kabar baiknya adalah mengenali pola ini dapat membantu kita menemukan cara lain untuk melepas lelah dan mengatasi stres, seperti membaca buku atau melakukan beberapa latihan relaksasi.

6. Pemicu emosional

Mereka tidak lapar secara fisik, tapi tetap gencar mencari sesuatu untuk dimakan, artinya mereka makan bukan untuk memberi bahan bakar bagi tubuh tapi untuk mengatasi emosi mereka.

Ini adalah contoh nyata dari pemicu emosional yang menyebabkan stres makan. Mengidentifikasi pemicu ini dapat menjadi alat yang ampuh dalam mengelola perilaku ini. Ini bukan tentang menyangkal kenyamanan diri sendiri, tapi tentang menemukan cara yang lebih sehat untuk mengatasi emosi.

7. Mengabaikan isyarat lapar

Makan karena stres sering kali terjadi karena kita mengabaikan isyarat lapar alami dari tubuh. Mungkin mereka makan disaat tidak laper atau terus makan meskipun sudah kenyang.

Memahami dan menghormati isyarat rasa lapar Anda adalah bagian penting dari perjalanan itu. Ini tidak mudah, tapi itu sangat berharga.

Untuk mencegah perilaku ini, maka sebaiknya untuk mencari penyebab stres, cari cara pengalihan stres, berolahraga, siapkan makanan sehat, serta berkonsultasi dengan profesional.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho