JawaPos.com - Perlu hari yang santai? Itu wajar terjadi pada kita semua. Di tengah kesibukan, sesekali bermalas-malasan itu penting dan dibutuhkan. Sayangnya, apabila kamu sering melakukannya dan kesulitan menyelesaikan tugas, itu bisa jadi pertanda ada masalah.
Kurangnya semangat untuk bekerja, tumpukan tugas, atau bahkan masalah medis bisa mempengaruhi motivasimu dalam menyelesaikan pekerjaan.
Merangkum healthline.com, berikut ini berbagai cara sehat untuk menghilangkan rasa malasmu secara praktis dan tepat.
Baca Juga: Tinggalkan 7 Kebiasaan Ini Jika Kamu Ingin Melawan Rasa Malas yang Mengganggu Produktivitasmu!
1. Jadikan tujuanmu agar bisa dikelola
Menetapkan tujuan yang terlalu tinggi dan membebani diri dengan terlalu banyak tugas dapat mengakibatkan kelelahan. Meskipun tidak selalu dianggap sebagai gangguan klinis, namun gejala kelelahan dapat dikenali oleh tenaga medis.
Kelelahan akibat pekerjaan bisa mengarah pada kehilangan minat, motivasi, dan keinginan untuk menghindar. Guna menghindari kelebihan beban, cobalah menetapkan tujuan yang lebih realistis dan terjangkau yang akan membantumu mencapai tujuan tanpa merasa kewalahan.
2. Jangan berharap dirimu sempurna
Perfeksionisme semakin meningkat dan berdampak pada kondisi psikologis. Sebuah studi 2017 yang mengamati mahasiswa dari 1989 hingga 2016 menemukan tren peningkatan perfeksionisme, dengan lingkungan yang lebih kompetitif, ekspektasi yang tidak realistis, serta orang tua yang lebih cemas dan mengontrol dibandingkan sebelumnya.
Dampaknya, orang cenderung lebih kritis terhadap diri sendiri dan orang lain sampai menyebabkan peningkatan depresi dan kecemasan. Penelitian lain menunjukkan bahwa menginginkan kesempurnaan berkaitan dengan penghindaran yang mendorong orang untuk menghindari stresor.
3. Gunakan self-talk positif daripada self-talk negatif
Mengubah pola pikir negatif menjadi positif merupakan sebuah perjalanan yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Kita tidak bisa mengubah kebiasaan seketika, tetapi dengan konsistensi dan tekad, kita bisa secara bertahap mengubah cara kita berpikir dan berbicara mengenai diri kita sendiri.
Mulailah dengan mengidentifikasi pikiran-pikiran negatif yang sering muncul dalam benakmu. Kemudian, gantilah pikiran-pikiran tersebut dengan afirmasi positif yang lebih realistis dan konstruktif. Dengan berlatih secara teratur, afirmasi positif akan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan membantu kita mencapai tujuan-tujuan kita.
4. Buat rencana dan tindakan
Merencanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan bisa sangat membantu dalam mewujudkannya. Ketika kamu merencanakan, penting bersikap realistis tentang sumber daya yang dibutuhkan, seperti waktu, tenaga, dan faktor lainnya yang memengaruhi pencapaian tujuan tersebut.
Menyusun rencana yang jelas memberimu panduan langkah demi langkah dan meningkatkan rasa percaya diri. Rencana yang terperinci membantumu tetap fokus dan maju walaupun menghadapi tantangan, memberi struktur dan keyakinan bahwa kamu mengendalikan prosesnya.
5. Pakai kekuatanmu
Sempatkan waktu guna merenungkan kekuatan yang dimiliki ketika menetapkan tujuan atau mempersiapkan diri untuk menyelesaikan suatu tugas. Cobalah memanfaatkan kekuatan-kekuatan tersebut dalam berbagai aspek tugas yang dihadapi, sebab hal ini dapat membantumu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efektif.
Penelitian menunjukkan bahwa dengan berfokus pada kekuatan diri, kamu dapat meningkatkan produktivitas, memperbaiki perasaan positif, serta meningkatkan keterlibatan dalam pekerjaan yang sedang dikerjakan. Pendekatan ini tidak hanya membantumu mencapai tujuan lebih efisien, namun juga menciptakan pengalaman yang lebih memuaskan dan penuh motivasi.
6. Akui pencapaian
Memberikan apresiasi kepada diri sendiri atas pencapaian yang telah diraih bisa menjadi dorongan yang efektif untuk terus melangkah maju. Cobalah mencatat setiap pencapaian yang diraih, baik itu di lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi. Menulis pencapaian ini bukan hanya cara yang bagus dalam meningkatkan rasa percaya dirimu, tetapi juga membantu membangun sikap positif terhadap diri sendiri.
Dengan melakukan hal ini, kamu akan merasa lebih termotivasi untuk melanjutkan upayamu dan terus maju, karena kamu akan menyadari betapa banyak kemajuan yang telah dicapai. Apresiasi diri ini berfungsi sebagai pengingat bahwa setiap langkah kecil yang diambil berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang.
7. Minta bantuan
Banyak orang menganggap meminta bantuan sebagai tanda kelemahan, padahal tidak melakukannya justru bisa menghambat kesuksesan. Penelitian tahun 2018 menunjukkan bahwa orang yang enggan meminta bantuan cenderung merasa tidak puas dengan pekerjaan dan mempunyai kinerja yang lebih rendah.
Mereka juga dianggap kurang disukai oleh atasan. Sebaliknya, meminta bantuan dapat meningkatkan peluang sukses dan memungkinkanmu terhubung dengan orang lain yang bisa memberi dukungan. Ini juga memperkuat hubungan yang saling mendukung, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
8. Hindari gangguan
Kita semua memiliki gangguan tertentu yang sering kita pilih saat kita tidak ingin menyelesaikan pekerjaan, seperti membuka media sosial atau bermain dengan hewan peliharaan. Untuk mengatasi hal ini, carilah cara supaya gangguan tersebut lebih susah diakses.
Kamu bisa mencoba bekerja di tempat yang tenang, seperti di perpustakaan atau ruang yang tidak banyak gangguan, atau memanfaatkan aplikasi yang mampu memblokir situs-situs yang biasa dibuka tanpa sadar saat sedang harus fokus pada tugas. Dengan cara ini, kamu akan meminimalisir godaan dan lebih bisa berkonsentrasi pada pekerjaan yang perlu diselesaikan.
9. Buat tugas yang membosankan jadi menyenangkan
Kita cenderung menghindari tugas yang membosankan. Meskipun pekerjaan seperti membersihkan selokan atau kamar mandi tidak akan menyenangkan, kamu bisa mencoba membuatnya lebih seru dengan mendengarkan musik atau podcast, atau memakai pelacak kebugaran guna memantau kalori yang terbakar atau langkah yang diambil.
10. Berikan reward pada diri sendiri
Menyelesaikan pekerjaan bisa menjadi penghargaan tersendiri, namun beberapa orang lebih termotivasi oleh imbalan eksternal. Fokuslah pada apa yang akan didapatkan, seperti mendekati promosi, atau beri dirimu hadiah setelah menyelesaikan tugas. Rayakan pencapaian besar dengan jalan-jalan malam atau berkumpul bersama teman usai menyelesaikan pekerjaan.