JawaPos.Com- Semua orang tua ingin menunjukkan kasih sayang kepada anak-anaknya. Namun, terkadang mereka tidak sadar telah sangat amat memanjakan anaknya dengan dalih ingin memberikan yang terbaik untuk anak.
Perlu orang tua ingat, sayang boleh tentu boleh saja apalagi terhadap anak sendiri, namun jangan sampai mama dan papa memanjakan anak dengan berlebihan.
Pasalnya, memanjakan anak akan berdampak buruk bagi hidup mereka di kemudian hari.
Anak hasil didikan orang tua yang selalu memanjakannya akan gagal belajar memecahkan berbagai permasalahan saat ia tumbuh menjadi dewasa.
Di samping itu, anak juga akan sering lali kekurangan keterampilan hidup yang membuat mereka akan terus bergantung dengan orang lain.
Lebih buruknya lagi, anak yang manja menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab, sering memberontak, dan suka membangkang.
Maka dari itu mama papa perlu mengawasi seberapa sering anak menunjukan sifat manjanya dan sebaiknya pula mengetahui beberapa ciri-ciri anak manja yang dilansir dari laman klikdokter.com sebagai berikut:
1. Meminta perhatian secara berlebihan
Anak yang manja sering meminta perhatian orang dewasa dengan cara yang mengganggu. Mereka ingin selalu menjadi pusat perhatian, yang bisa membuat mereka bermasalah dalam lingkungan sosial.
2. Selalu bergantung pada orang dewasa
Mereka cenderung bergantung pada orang dewasa untuk segala hal dan kesulitan melakukan tugas yang seharusnya bisa dilakukan sendiri, seperti mengenakan pakaian atau makan.
3. Menunjukan perilaku manipulatif
Anak manja sering menggunakan perilaku manipulatif, seperti menangis atau merengek, untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
4. Sulit menerima kritik atau penolakan
Mereka juga sulit menerima kritik atau penolakan, merasa sensitif dan bereaksi berlebihan.
5. Kesulitan mengatur emosi
Anak manja kesulitan mengatur emosi, sering marah atau cemburu, dan bisa menjadi pembangkang.
6. Tidak mau berbagi
Mereka enggan berbagi barang dengan teman atau saudara, menunjukkan sikap posesif.
Saat anak kecewa, mereka merengek, menangis, dan membuat ulah, merupakan hal yang wajar.
Masalah muncul dari sikap orangtua yang tidak disiplin dan konsisten dalam menghadapi anak, anak manja berusaha mendapatkan keinginannya dan marah saat mendengar kata tidak.
Untuk orang tua ketahui yang melansir dari hellosehat.com, berikut cara menghadapi dan mengatasi anak manja:
- Konsisten
Konsistensi dari orang tua sangat penting untuk mengatasi perilaku manja pada anak.
Ketidakpastian dari orang tua, seperti memberikan barang yang diinginkan setelah anak menangis, bisa membuat anak belajar bahwa merajuk akan membuatnya mendapatkan apa yang dia mau.
Oleh karena itu, orang tua perlu tegas dengan keputusan yang sudah diambil. Jika sudah mengatakan tidak, mereka harus mempertahankan keputusan tersebut dan menjelaskan alasan dengan baik.
- Memberikan penjelasan sederhana pada anak
Memberikan penjelasan yang sederhana juga kunci dalam menghadapi anak manja. Saat anak meminta sesuatu yang tidak seharusnya, orang tua bisa menjelaskan dengan jelas mengapa permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi.
Hal ini bisa membantu anak memahami akibat dari keinginannya yang berlebihan.
- Libatkan anak dalam berbagai kegiatan sosial
Selain itu, melibatkan anak dalam kegiatan sosial dapat mengajarkan mereka untuk berbagi dan mengendalikan emosi.
Kegiatan seperti berbagi mainan bisa membantu anak belajar konsep berbagi dengan cara yang menyenangkan.
- Memberikan hukuman jika anak melakukan kesalahan
Pemberian hukuman juga dapat dilakukan, tetapi harus hati-hati agar tidak menimbulkan trauma. Misalnya, menyita mainan ketika anak tidak merapikan kamarnya dapat menjadi bentuk hukuman yang mendidik.
- Menunjukan perilaku baik dan buruk
Terakhir, sebagai contoh yang baik, orangtua perlu menunjukkan perilaku yang baik dan buruk sebagai pembelajaran bagi anak.
Menghadapi anak manja memang menantang, jadi perlu kesabaran dari orangtua dalam mendidik mereka.