← Beranda
Simak, Ini 5 Fakta Menarik tentang Sifat Anak Pertama yang Terbentuk oleh Urutan Kelahiran Menurut Psikologi
Nindya Putri HermansyahSabtu, 4 Januari 2025 | 16.17 WIB
Ilustrasi anak pertama yang memiliki beberapa karakter spesial berbeda dengan saudara-saudaranya. (Freepik)

JawaPos.com – Anak pertama sering kali dianggap sebagai sosok yang istimewa di dalam keluarga. Sayangnya, mereka yang menjadi anak pertama, meskipun diberi perhatian lebih, sering kali juga menanggung harapan tinggi.

Banyak yang meyakini bahwa menjadi anak pertama memiliki dampak besar terhadap perkembangan kepribadian dan karakter seseorang. Namun, apakah kamu tahu bahwa ada alasan ilmiah mengapa anak pertama cenderung memiliki sifat tertentu?

Menurut beberapa penelitian, urutan kelahiran dalam keluarga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang. Terutama bagi anak pertama, mereka sering kali menunjukkan karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan saudara-saudara mereka.

Mulai dari sifat kepemimpinan hingga rasa tanggung jawab yang besar, anak pertama memang sering menarik perhatian. Namun, apa saja sifat-sifat unik yang dimiliki oleh anak pertama?

Dilansir dari psychologytoday.com, berikut 5 sifat yang dimiliki anak pertama, yang terbentuk karena dia lahir lebh dahulu daripada saudara-saudaranya.

  1. Memiliki Karakter yang Dominan

Anak pertama sering dikenal dengan sifat kepemimpinan yang menonjol. Mereka terbiasa menjadi contoh bagi adik-adiknya dan seringkali dipandang sebagai sosok yang harus memimpin.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Personality and Social Psychology Bulletin, anak pertama cenderung memiliki peran yang lebih dominan dalam keluarga.

Itu karena mereka terbiasa menjadi yang pertama dalam segala hal, termasuk bertanggung jawab terhadap saudara-saudara mereka.

Di sisi lain, anak pertama sering kali merasa bahwa mereka harus menjadi sosok yang sempurna, yang dapat diandalkan oleh orang tua. Mereka memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, sehingga cenderung lebih mandiri dan tegas dalam mengambil keputusan.

  1. Kedisiplinan dan Tanggung Jawab yang Tinggi

Sebagai anak pertama, mereka cenderung diberi banyak tuntutan oleh orang tua, terutama dalam merawat adik-adik mereka. Seiring berjalannya waktu, tanggung jawab ini membentuk mereka menjadi individu yang sangat dapat diandalkan.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Frank J. Sulloway, seorang psikolog dari University of California, mengungkapkan bahwa anak pertama cenderung lebih bertanggung jawab dan serius dalam menghadapi tantangan hidup. Ini membuat mereka lebih terstruktur dan disiplin dalam segala hal.

Meskipun demikian, ada juga sisi negatif dari tanggung jawab yang berlebihan ini, di mana anak pertama bisa menjadi perfeksionis dan merasa terlalu terbebani.

Namun, sifat ini juga berpotensi membawa mereka menuju kesuksesan di banyak bidang, karena mereka cenderung bekerja keras untuk mencapai tujuan mereka.

  1. Cerdas dan Penuh Rasa Ingin Tahu

Studi yang dilakukan oleh Dr. Alfred Adler, seorang psikoanalis terkenal, menunjukkan bahwa anak pertama sering kali lebih cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar dibandingkan dengan saudara-saudara mereka.

Hal ini bisa jadi karena mereka mendapatkan perhatian penuh dari orang tua pada tahun-tahun awal kehidupan mereka, yang mendukung perkembangan intelektual mereka.

Selain itu, anak pertama sering merasa perlu untuk mempelajari lebih banyak hal untuk memenuhi harapan tinggi yang diberikan kepada mereka.

Keingintahuan yang tinggi ini membuat anak pertama lebih sering membaca, meneliti, dan mencari tahu berbagai hal yang menarik minat mereka.

Mereka tidak hanya puas dengan informasi yang ada, tetapi cenderung mencari pengetahuan lebih dalam lagi, yang dapat membantu mereka mencapai tujuan pribadi maupun profesional mereka.

  1. Memiliki Kecenderungan untuk Menjadi Perfeksionis

Salah satu sifat yang sering ditemukan pada anak pertama adalah kecenderungan untuk menjadi perfeksionis. Anak pertama sering merasa perlu untuk mencapai kesempurnaan dalam segala hal.

Menurut Dr. Sulloway, anak pertama seringkali memiliki standard yang sangat tinggi untuk diri mereka sendiri dan sering mengatur segala sesuatu dengan sangat teliti. Mereka tidak suka membuat kesalahan dan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam segala situasi.

Namun, kecenderungan ini juga bisa menjadi masalah jika mereka terlalu terobsesi dengan kesempurnaan. Terkadang, anak pertama bisa merasa stres atau cemas jika mereka tidak dapat memenuhi harapan mereka sendiri atau harapan orang lain.

  1. Lebih Dewasa dan Mandiri

Anak pertama sering kali lebih dewasa dan mandiri sejak usia dini. Hal ini disebabkan oleh peran yang mereka mainkan dalam keluarga sebagai "pengasuh" pertama bagi saudara yang lebih muda.

Selain itu, mereka memiliki pengalmaan hidup lebih banyak yang membuat mereka lebih cepat belajar untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan sendiri.

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Psychology Today, disebutkan bahwa anak pertama seringkali memiliki pemikiran yang lebih matang dan lebih cepat berkembang dalam hal pengambilan keputusan.

Karakteristik ini dapat terlihat dalam kehidupan mereka sebagai orang dewasa. Mereka sering kali sangat mandiri, mampu bekerja dengan efisien tanpa banyak bantuan, dan mampu menyelesaikan masalah yang kompleks dengan cara yang praktis dan rasional.

Mari kita jadikan pemahaman tentang kepribadian ini sebagai landasan untuk terus berkembang, dan jangan lupa untuk selalu menghargai perjalanan hidupmu.

EDITOR: Bayu Putra