JawaPos.com - Setiap orang tentunya pernah memiliki 'teman' yang tampaknya lebih menguras energi daripada saling memberi. Tipe-tipe ini seringkali membuat kita mulai mempertanyakan mengapa kita mempertahankan pertemanan dengan mereka.
Psikologi menunjukkan ada ciri-ciri tertentu yang dapat mengidentifikasi para penguras energi ini. Ciri-ciri ini menunjukkan teman-teman yang mungkin tidak layak untuk tetap berhubungan.
Dilansir dari Hack Spirit, inilah 7 jenis teman yang tidak layak dipertahankan. Mengetahui hal ini dapat membuat kalian memutuskan sendiri siapa yang pantas untuk berteman denganmu. Karena percaya atau tidak, terkadang tidak apa-apa untuk melepaskannya.
1. Pengeluh terus menerus
Setiap orang memiliki teman yang bermacam-macam, salah satunya teman yang bisa melihat sisi positif dari setiap masalah. Menurut psikologi, terus menerus berada di sekitar hal yang negatif dapat mulai memengaruhi suasana hati dan pandangan hidup secara keseluruhan.
Hal ini bisa terjadi karena emosi yang negatif, seperti halnya emosi positif, bersifat menular. Ini bukan berarti kamu harus meninggalkan teman saat mereka mulai melampiaskan kekesalan atau berbagi kesulitan. Namun, jika mengeluh menjadi kebiasaan maka pertemanan itu tidak sehat.
Setiap pembicaraan dengan teman berubah menjadi serangkaian keluhan yang membuatmu mungkin lebih menguras energi daripada manfaatnya. Hal ini dapat menjadi tanda mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali hubungan tersebut.
2. Persaingan terus menerus
Beberapa orang menunjukkan jiwa kompetitif yang tinggi, bahkan dengan teman sekaligus. Psikologi memberitahu kita bahwa bentuk persaingan yang terjadi terus menerus ini dapat menyebabkan perasaan tidak mampu dan bahkan memengaruhi harga diri kita.
Orang yang sombong cenderung akan mengutamakan kebutuhan dan pengalaman mereka sendiri di atas kebutuhan dan pengalaman orang lain sehingga menciptakan ketidakseimbangan dalam persahabatan. Meskipun wajar ingin berbagi prestasi dengan teman, persahabatan tidak seharusnya terasa seperti kompetisi yang terus menerus.
3.Teman yang ada saat senang saja
Dalam dunia persahabatan, teman yang hanya ada saat senang bisa menjadi salah satu tipe yang paling menyebalkan. Mereka adalah teman yang selalu ada di saat senang tetapi tiba-tiba menghilang saat keadaan sulit.
Penting untuk dicatat bahwa persahabatan seperti hubungan lainnya, membutuhkan usaha dari kedua belah pihak untuk saling mendukung baik suka maupun duka. Menariknya, sebuah studi dari American Sociological Review menemukan bahwa tipe teman seperti ini cukup umum.
Studi tersebut menunjukkan bahwa jumlah rata-rata orang yang dapat dipercayai orang Amerika telah turun hampir sepertiga selama hampir dua dekade terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa orang memiliki lebih banyak teman yang hanay ada saat senang daripada yang mereka sadari.
4. Kebiasaan mengkritik
Dalam hidup tidak ada yang sempurna. Kita semua tentu pernah berbuat kesalahan dan sangat menyenangkan memiliki teman yang dapat menantang dan membantu kita untuk terus berkembang.
Namun, ada perbedaan besar antara kritik yang membangun dan kritik yang terus menerus. Mereka adalah teman yang suka mencari-cari kesalahan dalam segala hal yang dilakukan.
Mulai dari pilihan hidup hingga pakaian yang dikenakan. Persahabatan yang seperti ini akan berbahaya karena dapat menyebabkan keraguan diri, harga diri yang rendah, dan perasaan yang tidak mampu secara keseluruhan. Sahabat yang baik seharusnya menumbuhkan rasa percaya diri, bukan menghilangkannya.
5. Suka membuat merasa bersalah
Salah satu jenis kepribadian orang yang buruk adalah membuat temannya merasa bersalah atas hal-hal di luar kendalinya. Perasaan bersalah yang terus menerus dapat mempengaruhi kesehatan mental.
Kalian akan merasakan cemas dan stres karena mengecewakannya, bahkan ketika kamu tahu bahwa kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Psikologi memberi tahu bahwa ini adalah taktik manipulatif yang sering digunakan oleh orang yang ingin mengendalikan orang lain.
Ini tidak sehat, dan tidak menunjukkan persahabatan sejati. Seorang sahabat sejati akan memahami dan menghormati batasan tanpa menggunakan rasa bersalah sebagai senjata.
6. Suka bergosip
Gosip bisa menjadi bentuk ikatan dan jujur saja, gosip juga bisa menghibur. Namun, ada batasan tipis antara obrolan yang tidak berbahaya dan menyebarkan rumor yang merugikan.
Orang-orang ini selalu tahu informasi terbaru tentang semua orang dan tidak malu membagikannya. Ini dapat menjadi pertanda buruk. Perilaku ini tidak hanya tidak menghormati orang yang dibicarakan, tetapi juga dapat menimbulkan pertanyaan tentang apa yang mungkin mereka katakan tentangmu.
7. Selalu menerima
Persahabatan yang paling berharga adalah persahabatan yang seimbang, di mana kedua belah pihak memberi dan menerima secara seimbang. Namun, jika kamu terus menerus memberi waktu, tenaga, dan sumber daya, tetapi jarang menerima, mungkin kamu berhadapan dengan seorang pengambil.
Mereka adalah teman-teman yang selalu membutuhkan sesuatu dari diri tetapi tidak dapat ditemukan saat kamu membutuhkan dukungan. Dinamika sepihak ini dapat membuatmu merasa terkuras dan tidak dihargai.