JawaPos.com – Setiap wanita memiliki kepribadiannya yang unik. Namun, ada beberapa individu yang memiliki kepribadian yang cenderung merugikan dirinya sendiri atau orang lain tanpa mereka sadari. Salah satunya adalah narsistik.
Mereka mungkin tidak sadar bahwa sikap dan tindakan mereka dapat menciptakan ketegangan dalam hubungan sosial atau bahkan menyebabkan rasa tidak nyaman bagi orang di sekitar mereka.
Wanita dengan kecenderungan narsistik juga egois sering kali merasa sangat terfokus pada diri mereka sendiri, membutuhkan perhatian dan pengakuan yang berlebihan. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa sikap mereka tersebut bisa menjadi beban bagi orang lain yang berinteraksi dengan mereka.
Dalam artikel ini, yang dilansir dari laman Baseline, Kamis (12/12), akan diulas 8 perilaku yang sering ditunjukkan oleh wanita narsistik dan egois yang sering kali tidak disadari oleh mereka sendiri. Apa saja itu?
1. Selalu ingin menjadi tokoh utama
Banyak orang yang menganggap diri mereka sebagai ‘tokoh utama’ dalam cerita kehidupan mereka. Namun, bagi wanita dengan kecenderungan narsistik, hal ini melangkah lebih jauh.
Para wanita ini sering kali menampilkan diri mereka sebagai ‘pahlawan’ dalam setiap situasi, bahkan ketika hal itu tidak diperlukan. Mereka punya bakat memutarbalikkan peristiwa dan cerita sehingga mereka selalu terlihat baik, bahkan jika itu berarti memutarbalikkan
kebenaran.
Aspek utama dari narsisisme adalah keyakinan berlebihan akan pentingnya diri sendiri, yang sering kali disertai keinginan untuk dianggap lebih unggul atau superior.
2. Jarang mengakui kesalahan
Wanita dengan kecenderungan narsistik sering kali tidak pernah mau mengakui kesalahan atau bertanggung jawab. Mereka cenderung melimpahkannya ke orang lain atau keadaan.
Itulah cara mereka untuk tetap mempertahankan citra sempurnanya, dengan mengalihkan kesalahan kepada orang lain atau faktor eksternal.
3. Merasa paling istimewa
Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang berharap dunia berputar di sekitarnya? Seorang wanita dengan sifat seperti itu sering kali percaya bahwa dirinya pantas mendapatkan perlakuan istimewa lebih dari yang lain. Dia mungkin mengharapkan perlakuan istimewa di tempat kerja, lingkungan sosial, atau bahkan dalam situasi sehari-hari, seperti mengantre di toko.
Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa kaum narsisistik tidak sekadar merasa paling istimewa, tetapi mereka benar-benar yakin bahwa mereka jauh lebih unggul. Kepercayaan ini memicu ekspektasi mereka akan perlakuan khusus.
4. Kurang berempati
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Namun, wanita dengan kecenderungan narsistik sering kali kesulitan dengan hal ini.
Karena kurangnya empati, mereka kesulitan memahami mengapa seseorang marah atau mengapa mereka bereaksi secara emosional terhadap suatu situasi. Mereka bahkan mungkin mengabaikan atau meremehkan perasaan orang lain karena tidak merasakannya atau menganggapnya penting.
Mereka bukannya tidak mampu merasakan, tetapi kesulitan untuk memahami perasaan yang bukan miliknya. Kurangnya empati ini dapat membuat mereka terlihat dingin atau tidak peduli, meskipun sebenarnya tidak bermaksud demikian.
5. Selalu mendambakan perhatian dan validasi
Menurut para psikolog, orang narsis selalu mencari perhatian dan ingin menjadi pusat
perhatian dalam setiap situasi. Mereka dapat terus-menerus ingin mencari pujian dan validasi dari orang lain untuk menegaskan harga dirinya.
Kebutuhan akan perhatian dan validasi yang terus-menerus ini dapat melelahkan bagi orang-orang di sekitarnya. Di sisi lain, kecenderungan ini sering kali bermula dari rasa insecure dan takut tidak cukup baik.
6. Tidak menerima kritik
Alih-alih menanggapi kritik dengan baik dan penuh penerimaan, wanita dengan kecenderungan narsistik malah bersikap defensif atau meremehkan. Seolah-olah setiap kritik merupakan serangan pribadi terhadap karakternya, bukan umpan balik atas tindakan atau perilakunya.
Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendasar untuk mempertahankan citra diri mereka yang ideal dengan cara apa pun.
7. Sering meremehkan orang lain
Meremehkan orang lain adalah cara halus untuk menegaskan dominasi dan superioritas. Seorang wanita dengan kecenderungan narsistik mungkin melontarkan komentar yang meremehkan orang lain, seperti meremehkan prestasi mereka atau membuat mereka merasa rendah diri. Perilaku ini sering kali muncul karena keinginan untuk merasa lebih baik tentang dirinya sendiri.
8. Sulit menjalin hubungan yang dalam
Seorang wanita dengan kecenderungan narsistik cenderung merasa sulit untuk membentuk hubungan yang mendalam dan bermakna. Mereka mungkin punya banyak kenalan, tetapi sedikit yang dianggap sebagai teman dekat.
Mereka juga mungkin kesulitan mempertahankan hubungan jangka panjang, karena kebutuhannya akan perhatian dan validasi sering kali lebih besar daripada kemampuannya memberi dan berkompromi.
***