JawaPos.com – Sebagai salah satu bumbu masakan, bawang putih dengan mudah ditemukan di dapur rumah.
Bawang putih kaya akan nutrisi yang bantu meningkatkan kekebalan tubuh, melawan penyakit musiman, dan bahkan memberikan perlindungan terhadap jenis kanker tertentu.
Mengonsumsi bawang putih mentah dapat memberikan manfaat tambahan bagi tubuh karena memiliki senyawa allicin yang bersifat antiradang dan anti-oksidatif.
Baca Juga: 8 Sifat Orang yang Suka dan Sering Gonta-Ganti Pasangan dalam Hubungan Asmara, Menurut Psikologi
Namun, perlu diingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu buruk dan bawang putih tidak terkecuali.
Dikutip dari Times of India, Selasa (19/11), berikut enam efek samping dari mengonsumsi terlalu banyak bawang putih untuk kesehatan Anda.
Gangguan pencernaan
Bawang putih mentah efektif dalam mengelola berbagai kondisi kesehatan, tetapi dapat menyebabkan masalah pencernaan jika dikonsumsi berlebihan.
Baca Juga: Ada Gemini hingga Capricorn, Ini 4 Zodiak yang Selalu Bersyukur dan dihujani Keberuntungan
Bawang putih mengandung fruktan, senyawa yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan usus jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Mengonsumsi bawang putih terlalu banyak dapat mengiritasi saluran pencernaan, merusak lapisan lambung dan memicu nyeri ulu hati, refluks asam lambung, kembung, mual, perut kembung, bahkan tukak lambung.
Bau mulut
Bau mulut akibat bawang putih merupakan fenomena umum. Bau ini biasanya tidak hilang setelah Anda menggosok gigi.
Baca Juga: Gelar Simulasi Coblosan Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Beberkan Sejumlah Potensi Pelanggaran di TPS
Ini karena bawang putih memiliki senyawa sulfur yang dilepaskan ke dalam aliran darah setelah dicerna.
Senyawa ini masuk ke paru-paru dan mencapai tenggorokan lalu keluar dari mulut sehingga menyebabkan aroma tak sedap.
Alergi bawang putih
Beberapa orang dapat mengalami alergi bawang putih. Tanda dan gejala alergi tersebut meliputi ruam, gatal, atau bahkan anafilaksis.
Hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Jadi, orang yang alergi terhadap bawang putih harus membaca label dan berhati-hati.
Masalah pendarahan
Salah satu efek samping yang parah akibat mengonsumsi bawang putih secara berlebihan ialah meningkatnya risiko pendarahan.
Risiko ini bisa lebih tinggi pada orang yang sudah mengonsumsi obat pengencer darah atau mereka yang telah menjalani operasi.
Baca Juga: Polri Temukan Laboratorium Pembuatan Narkoba di Bali, Nilai Transaksi Capai Rp 1,52 Triliun
Bawang putih memiliki sifat pengencer darah atau antitrombotik yang berarti dapat mencegah pembentukan gumpalan darah.
Pusing karena tekanan darah rendah
Bawang putih dikenal dapat menurunkan tekanan darah karena mengandung senyawa sulfur yang dapat merelaksasi pembuluh darah.
Namun, mengonsumsinya terlalu banyak atau menggabungkannya dengan obat tertentu bisa menurunkan tekanan darah ke tingkat yang berbahaya, memicu gejala seperti pusing, sakit kepala, pingsan, dan penglihatan kabur.
Baca Juga: Orang Ekstrovert Nggak akan Relate, 6 Hal ini jadi Sumber Kebahagiaan Orang Introvert
Kulit terbakar
Bawang putih mungkin tidak cocok untuk semua jenis kulit dan dapat menimbulkan masalah bagi orang dengan kulit sensitif.
Mengoleskan bawang putih langsung pada kulit dapat menyebabkan luka bakar, lepuh, atau iritasi.
Sementara itu, mengonsumsi bawang putih yang dimasak alih-alih mentah dapat mengurangi beberapa efek samping di atas.
Memanggang atau menumis bawang putih dapat membuatnya lebih mudah dicerna dan mencegah masalah pencernaan.