← Beranda

Perempuan yang Suka Update Status di Media Sosial Biasanya Memiliki 8 Ciri Kepribadian Ini, Menurut Psikologi

Rofia Ismania SartiMinggu, 3 November 2024 | 05.30 WIB
Perempuan yang suka update status di media sosial (kurtzdigitalstrategy)

JawaPos.com - Seperti halnya kebalikan dari perempuan yang jarang update status di media sosial, perempuan yang suka update status di media sosial juga memiliki ciri-ciri kepribadian tertentu yang membedakannya.

Di era modern sekarang, perempuan sering menggunakan media sosial sebagai tempat kedua dalam hidupnya.

Baik itu berbagi pengalaman, membagikan foto dirinya atau bahkan sebagai alat komunikasi antara satu orang dengan yang lainnya.

Dilansir dari laman Hack Spirit, JawaPos.com Sabtu (2/11) telah merangkum dan menyebutkan bahwa perempuan yang suka update status di media sosial akan memiliki 8 ciri kepribadian berikut ini, simak apa saja:

1. Suka curhat di media sosial

Ini berkaitan dengan masalah privasi mereka. Jika perempuan yang tidak suka update status adalah orang yang menghargai privasi.

Mungkin hal ini akan terasa berbeda pada perempuan yang suka update status di media sosial.

Perempuan yang suka update status di media sosial mereka akan berperilaku berlebihan di media sosial.

Salah satunya yakni terkait dengan masalah pribadi mereka yang sering terupdate di media sosial.

2. Lupa waktu

Perempuan yang suka update status di media sosial tampaknya mereka akan lupa waktu saat mereka menggunakan media sosial, apalagi jika mereka update status, mungkin dalam dirinya akan merasa senang dan terpuaskan.

Baca Juga: Takdir Mengubah Nasib Keluarga: 12 Weton Anak Emas yang Dimudahkan Mencari Rezeki dan Mengangkat Derajat Orang Tua

Mereka akan menghabiskan berjam-jam untuk menelusuri feed orang lain dan terjebak di dalam dunia maya.

3. Tingkat kecemasan tinggi

Perempuan yang tidak menjaga profilnya, atau tidak menjaga update statusnya memiliki tingkat kecemasan yang tinggi.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Anxiety Disorders, ada korelasi langsung antara jumlah waktu yang dihabiskan di media sosial dan tingkat kecemasan.

Semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk menggeser dan mengupdate status, semakin tinggi kecemasan Anda.

4. Perempuan palsu

Perempuan yang sering update status di media sosial adalah salah satu orang yang palsu, mengapa demikian?

Terkadang apa yang kita lihat di media sosial tidak sesuai dengan apa yang kita lihat di dunia nyata.

Hal ini menjadikan mereka sebagai sosok yang tidak percaya diri dan sering tidak menerima penolakan. Mereka juga terkenal sebagai pencari validasi orang lain akan dirinya.

5. Koneksi yang dangkal

Baca Juga: Menjadi Sosok Idaman Mertua: 9 Weton dengan Wibawa dan Kharisma Kuat yang Kerap Kali Mendatangkan Rezeki Melimpah

Perempuan yang lebih suka update status di media sosial mereka dan sering mengunggah foto akan lebih mengutamakan hubungan yang dangkal daripada hubungan yang bermakna.

Mereka akan cenderung menginvestasikan waktu dan energi dalam membina hubungan yang sia-sia dan tidak bermakna.

6. Jarang bahagia yang sesungguhnya

Terkadang di dalam media sosial banyak hal yang harus kita ketahui tentang manipulasi perilaku.

Sebab perempuan yang selalu mengupdate status di media sosial mereka bukanlah mereka yang asli di dunia nyata. Sehingga menjadikan mereka tidak bahagia dengan peran tersebut.

Mereka yang bahagia justru merangkul dirinya sendiri, dan merangkul kegembiraannya dalam keaslian bukan kepalsuan tanpa harus update status di media sosial.

7. Apapun akan mereka bagikan

Berbeda dengan perempuan yang menjaga updatean di media sosialnya, mereka akan lebih cermat dalam mengupdate status.

Sementara perempuan yang suka update status di media sosial tidak akan mempertimbangkan apa yang sedang mereka lakukan dan apa yang mereka upload. Apapun akan mereka posting tanpa adanya filter, baik itu ranah pribadi atau lainnya.

8. Tidak percaya diri

Perempuan yang sering update status memiliki krisis kepercayaan diri. Mereka akan bergantung pada validasi eksternal. Mereka akan mencari persetujuan secara digital baik itu like, komen atau share.

EDITOR: Hanny Suwindari