← Beranda

Jangan Konsumsi! 10 Makanan yang Pantang Dikonsumsi bagi Penderita Penyakit Ginjal, Bisa Perburuk Kesehatan

Pravita Windi Anatasa NitriaSenin, 14 Oktober 2024 | 05.26 WIB
Resep roti pizza./Tangkap Layar Youtube Devina Hermawan

JawaPos.com - Ketika ginjal mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi dengan baik, kondisi ini bisa menyebabkan akumulasi cairan di dalam tubuh.

Selain itu, limbah yang seharusnya dibuang melalui ginjal akan menumpuk dalam aliran darah sehingga bisa berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Maka dari itu, sangat penting dalam mengadopsi pola makan yang mendukung kesehatan ginjal. Ini seperti menghindari atau membatasi konsumsi makanan tertentu yang bisa memperburuk kondisi ginjal.

Dengan mengikuti diet yang tepat, kamu dapat membantu mengurangi penumpukan limbah dalam darah.

Keadaan ini pada gilirannya bisa meningkatkan fungsi ginjal dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Mengatur pola makan yang sehat bukan hanya bermanfaat bagi ginjal, namun juga bisa berkontribusi pada kesehatan keseluruhan tubuhmu.

Melansir healthline.com, beberapa makanan yang pantang dikonsumsi bagi penderita penyakit ginjal.

1. Soda berwarna gelap

Selain mengandung kalori dan gula, soda berwarna gelap juga mengandung zat aditif fosfor. Banyak produsen makanan dan minuman menambahkan fosfor selama proses pembuatan guna meningkatkan rasa, memperpanjang umur simpan, dan mencegah perubahan warna.

Tubuhmu akan lebih mudah menyerap fosfor tambahan ini dibandingkan fosfor yang berasal dari sumber alami, baik hewani maupun nabati.

Berbeda dengan fosfor alami yang terikat pada protein, fosfor dalam bentuk aditif ditemukan dalam bentuk garam dan lebih mudah diserap oleh saluran pencernaan.

Fosfor tambahan umumnya tercantum dalam daftar bahan produk, tetapi produsen tidak diwajibkan mencantumkan jumlah pasti aditif fosfor pada label.

Kandungan fosfor dapat bervariasi tergantung jenis soda, tetapi satu kaleng cola 12 oz mengandung sekitar 33,5 mg fosfor.

2. Alpukat

Alpukat terkenal karena banyak manfaat nutrisinya, seperti lemak sehat untuk jantung, serat, dan antioksidan yang melindungi tubuh.

Walaupun dianggap sehat, alpukat mengandung kalium tinggi, sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit ginjal.

Satu buah alpukat sedang bisa mengandung sekitar 690 mg kalium. Penderita penyakit ginjal dapat menikmati alpukat dengan mengurangi porsi menjadi seperempat buah, sehingga asupan kalium tetap terjaga.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda, jadi tujuan diet dan kesehatan harus dipertimbangkan saat merencanakan menu. Jika perlu membatasi asupan kalium, sebaiknya hindari alpukat dan guacamole.

3. Makanan kaleng

Makanan kaleng, seperti sup, sayuran, dan kacang-kacangan, sering menjadi pilihan karena harganya yang terjangkau dan kemudahan dalam penyajiannya. Akan tetapi, banyak produk kaleng mengandung natrium tinggi, sebab garam ditambahkan sebagai pengawet untuk memperpanjang masa simpan mereka.

Karena tingginya kadar natrium dalam makanan kaleng, penderita penyakit ginjal biasanya disarankan membatasi atau menghindari konsumsi jenis makanan ini.

Memilih varian rendah natrium atau yang berlabel tanpa tambahan garam menjadi pilihan yang lebih baik. Selain itu, mengeringkan dan membilas makanan kaleng, seperti kacang dan tuna, mampu membantu mengurangi kadar natrium secara signifikan.

4. Roti gandum utuh

Baca Juga: Tanda Spiritualitas Anda Berkembang, 8 Perubahan Aneh pada Penampilan Fisik Jadi Indikator

Memilih jenis roti yang tepat dapat menjadi tantangan bagi penderita penyakit ginjal. Sementara roti gandum utuh lebih dianjurkan bagi orang sehat karena kandungan nutrisi dan seratnya yang lebih baik, penderita penyakit ginjal sering kali disarankan guna memilih roti putih.

Hal ini dikarenakan tingginya kandungan fosfor dan kalium dalam roti gandum utuh. Sebagai contoh, sepotong roti gandum utuh mengandung sekitar 76 mg fosfor dan 90 mg kalium, sedangkan sepotong roti putih hanya mengandung sekitar 32 mg dari masing-masing mineral.

Mengonsumsi satu potong roti gandum utuh alih-alih dua potong dapat membantu mengurangi asupan kalium dan fosfor tanpa harus menghilangkan roti gandum dari diet.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar roti, baik putih maupun gandum utuh, mengandung natrium yang cukup tinggi.

Oleh sebab itu, membandingkan label nutrisi, memilih opsi dengan kandungan natrium lebih rendah, dan memperhatikan ukuran porsi sangat dianjurkan.

5. Nasi merah

Nasi merah mirip dengan roti gandum utuh adalah jenis biji-bijian utuh yang mempunyai kandungan kalium dan fosfor lebih tinggi dibandingkan nasi putih.

Setiap cangkir nasi merah matang mengandung sekitar 149 mg fosfor dan 95 mg kalium, sedangkan satu cangkir nasi putih matang hanya mengandung 69 mg fosfor dan 54 mg kalium.

Kamu masih bisa memasukkan nasi merah dalam diet ginjal, asalkan porsi dikontrol dengan baik dan seimbang dengan makanan lain guna menghindari asupan kalium dan fosfor yang berlebihan.

Sebagai alternatif, bulgur, soba, jelai mutiara, dan couscous merupakan pilihan biji-bijian bergizi yang rendah fosfor dan dapat menggantikan nasi merah.

6. Pisang

Baca Juga: Kesehatan Otak Meningkat dan Performa Akademik Optimal dengan 9 Makanan Ini, Apa Saja?

Pisang dikenal karena kandungan potasiumnya yang tinggi. Walaupun rendah natrium secara alami, satu buah pisang ukuran sedang mengandung 422 mg potasium.

Jika kamu diminta untuk membatasi asupan kalium, hal ini bisa menjadi tantangan, terutama apabila pisang merupakan bagian penting dari diet sehari-hari.

Sayangnya, banyak buah tropis lainnya juga kaya akan potasium. Akan tetapi, nanas mempunyai kandungan potasium yang jauh lebih rendah dibandingkan buah tropis lainnya, menjadikannya alternatif yang lebih baik dan tetap lezat.

7. Produk susu

Produk susu kaya akan berbagai vitamin dan nutrisi, serta merupakan sumber protein tinggi dan alami yang mengandung fosfor dan kalium. Sebagai contoh, satu cangkir susu murni mengandung 205 mg fosfor dan 322 mg kalium.

Namun, konsumsi produk susu yang berlebihan, terutama dengan makanan tinggi fosfor, dapat membahayakan kesehatan tulang, terutama bagi penderita penyakit ginjal.

Meskipun susu baik untuk tulang dan otot, asupan fosfor yang tinggi saat ginjal tidak berfungsi bisa menyebabkan penumpukan fosfor dalam darah, menarik kalsium dari tulang, dan meningkatkan risiko patah.

Produk susu juga mengandung banyak protein, yakni satu cangkir susu murni mengandung hampir 8 g protein.

Maka dari itu, membatasi konsumsi produk susu penting guna mencegah penumpukan limbah protein.

Sebagai alternatif, susu beras yang tidak diperkaya dan susu almond mempunyai kandungan potasium, fosfor, dan protein yang lebih rendah dibandingkan susu sapi, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk diet ginjal.

8. Jeruk dan jus jeruk

Jeruk dan jus jeruk dikenal luas karena kandungan vitamin C-nya, tetapi keduanya juga kaya akan potasium.

Sebuah jeruk besar mengandung 333 mg potasium, sementara satu cangkir jus jeruk mengandung 458 mg potasium.

Karena kadar potasium yang tinggi, jeruk dan jus jeruk mungkin perlu dihindari atau dibatasi dalam diet bagi penderita penyakit ginjal.

Sebagai alternatifnya, anggur, apel, dan cranberry, beserta jusnya menjadi pilihan yang lebih baik karena mempunyai kandungan potasium yang lebih rendah.

9. Daging olahan

Baca Juga: Mengenal 7 Manfaat Jeroan yang Jarang Diketahui Banyak Orang, Bagus Untuk Otot dan Berat Badan Diantaranya

Daging olahan sering kali dikaitkan dengan penyakit kronis dan dianggap tidak sehat karena kandungan pengawetnya.

Daging ini telah mengalami proses seperti pengasinan, pengeringan, pengawetan, atau pengalengan.

Contoh daging olahan meliputi hot dog, bacon, pepperoni, dendeng, dan sosis. Daging olahan biasanya mengandung banyak garam yang ditambahkan guna meningkatkan rasa dan memperpanjang masa simpan.

Akibatnya, menjaga asupan natrium harian di bawah 2.300 mg bisa menjadi sulit jika daging olahan sering ada dalam dietmu.

Selain itu, daging olahan juga memiliki kandungan protein yang tinggi. Apabila kamu perlu memantau asupan protein, penting dalam membatasi konsumsi daging olahan demi kesehatanmu.

10. Acar, zaitun, dan nikmat

Acar, buah zaitun olahan, dan makanan lezat merupakan contoh makanan yang diawetkan atau diasamkan.

Proses ini biasanya melibatkan penambahan garam dalam jumlah besar. Misalnya, satu acar tombak mengandung sekitar 283 mg natrium, sementara 2 sendok makan acar manis mengandung 244 mg natrium.

Buah zaitun olahan juga cenderung asin karena proses pengawetan dan fermentasinya yang mengurangi rasa pahit.

Lima buah zaitun acar hijau mengandung sekitar 211 mg natrium, yang bisa mencakup sebagian besar asupan harian dalam porsi kecil.

Banyak toko kelontong sekarang menawarkan acar, zaitun, dan makanan ringan dengan kandungan natrium yang lebih rendah. Namun, meski pilihan ini lebih baik, mereka tetap bisa mengandung natrium tinggi, jadi penting supaya tetap memperhatikan ukuran porsinya.

EDITOR: Hanny Suwindari