← Beranda

Mitos atau Fakta: Air Liur pada Pagi Hari Bisa Hilangkan Jerawat? Begini Penjelasannya

Rabbany WanadrianiSabtu, 12 Oktober 2024 | 22.32 WIB
ilustrasi wajah yang berjerawat. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Dalam upaya mendapatkan kulit bersih, banyak sekali pengobatan dan perawatan yang telah muncul.

Salah satu pengobatan yang telah membangkitkan rasa ingin tahu yakni penggunaan air liur pada pagi hari untuk mengobati jerawat.

Pemikiran ini berawal dari anggapan bahwa enzim dan komponen dalam air liur yang berpotensi bantu mengurangi jerawat.

Namun, apakah klaim ini benar, atau hanya sekadar mitos? Dikutip dari Times of India, Sabtu (12/10), mari simak penjelasannya.

Dasar mitos

Gagasan bahwa air liur pada pagi hari dapat bantu mengatasi jerawat berakar pada campuran bukti anekdotal dan kepercayaan tradisional.

Para pendukung metode ini berpendapat bahwa air liur mengandung enzim, antibodi, dan zat lain yang mungkin memiliki sifat antibakteri atau antiradang.

Mereka berpendapat bahwa mengoleskan air liur langsung ke kulit dapat mengurangi peradangan, melawan bakteri, dan mempercepat penyembuhan, sehingga jerawat membaik.

Komposisi air liur

Air liur berupa cairan kompleks yang diproduksi oleh kelenjar ludah di mulut.

Cairan ini mengandung air, elektrolit, lendir, enzim (amilase: bantu memecahkan karbohidrat dalam makanan dan lisozim: sifat antibakteri), dan berbagai protein.

Mengevaluasi klaim

Sifat antibakteri: Meskipun mengandung lisozim, konsentrasinya dalam air liur relatif rendah. Efektivitas enzim ini masih belum terbukti dalam studi ilmiah.

Mengurangi peradangan: Beberapa protein dalam air liur mungkin memiliki efek antiinflamasi, tetapi buktinya tidak cukup untuk mendukung kemanjurannya dalam mengobati jerawat.

Penyumbatan pori-pori: Mengoleskan air liur ke kulit berpotensi menyumbat pori-pori daripada membersihkannya, terutama jika mengandung sisa partikel makanan atau bakteri.

Risiko yang mungkin terjadi

Masalah kebersihan: Air liur dapat mengandung bakteri dan patogen lain dari mulut, yang mungkin tidak cocok untuk diaplikasikan pada wajah.

Reaksi alergi: Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi atau sensitivitas kulit saat mengoleskan zat yang tidak ditujukan untuk penggunaan topikal.

Kurangnya bukti: Kurangnya bukti ilmiah yang mendukung kemanjuran air liur dalam mengobati jerawat berarti tidak ada pedoman atau rekomendasi keamanan untuk penggunaannya.

Dapat disimpulkan bahwa gagasan penggunaan air liur pada pagi hari dapat menghilangkan jerawat lebih ke arah mitos daripada fakta.

Bagi yang berjuang melawan jerawat, andalkan perawatan yang telah terbukti dan konsultasi dengan dokter kulit.

Mereka dapat merekomendasikan produk dan strategi efektif berdasarkan jenis dan kondisi kulit masing-masing individu.

Meskipun rasa ingin tahu seputar air liur sebagai obat jerawat dapat dimengerti, berpegang pada pendekatan berbasis bukti ilmiah jadi cara terbaik untuk mendapatkan kulit bersih dan sehat.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho