JawaPos.com - Mengalami rasa gatal memang tidak membuat nyaman, salah satunya jika terjadi di pantat.
Salah satu penyebabnya karena terjadi gatal pada anus yang sering disebut sebagai pruritus ani.
Ketika itu terjadi, ada kemungkinan Anda akan mengalami nyeri dan keinginan untuk menggaruk.
Gatal di area sekitar pantat memang dipengaruhi dari cara membersihkan diri setelah buang air besar.
Menurut, Brian Kim, MD, Wakil Ketua Penelitian di Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai, tidak membersihkan area tersebut dengan bersih dapat meninggalkan kotoran dan kelembapan.
Selain karena menggosok terlalu keras, ada beberapa penyebab yang bisa membuat pantat menjadi gatal. Dalam artikel ini akan memberikan informasinya yang dilansir Health.
1. Psoriasis
Mengalami psoriasis dapat menyebabkan bercak merah yang gatal dan terbentuknya sisik di kulit.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan sekitar lima hingga delapan persen gatal di anus.
Jika terjadi di celah pantat, kondisi tersebut dinamakan sebagai psoriasis terbalik dan muncul bercak-bercak lembab yang berwarna merah muda.
Sebenarnya, kondisi tersebut tidak dapat disembuhkan, tetapi ada cara untuk mengendalikannya.
Bisa saja dokter kulit akan meresepkan steroid topikal jangka pendek dan dosis jangka panjang obat topikal lainnya.
2. Eksim anus dan dermatitis kontak
Penyakit eksim anus dapat diobati dengan steroid, salep, atau krim antigatal lainnya. Menurut Dr. Kim, eksim juga terjadi karena alergi terhadap deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian.
Sementara, dermatitis kontak disebabkan karena sabun, deterjen, parfum, lateks, pewangi, pewarna, pengawet, nikel, kobalt, dan makanan tertentu. Lalu, juga berasal dari tisu basah, kondom, dan pelumas.
3. Pakaian
Terkadang, gatal yang terjadi di daerah pantat disebabkan oleh pakaian ketat yang tidak menyerap keringat dengan baik.
Iritasi juga bisa terjadi karena keringat yang terpapar dalam waktu lama akan menyebabkan rasa gatal yang hebat, bahkan mengalami infeksi jamur.
Pakaian ketat dapat membuat infeksi yang menyebabkan gatal pada anus. Pakaian tersebut juga bisa meningkatkan keringat dan kuman senang berada di area tersebut.
Kelembapan akibat keringat di antara pantat juga dapat menyebabkan kerusakan kulit karena gesekan yang disebut maserasi.
4. Makanan
Apa yang Anda makan dapat mempengaruhi pencernaan. Bisa saja Anda makan sesuatu yang sangat asam atau kandungan makanan yang membuat pantat menjadi iritasi.
Saat diare, anus akan lebih sulit dibersihkan dan menyebabkan iritasi. Terdapat beberapa makanan yang bisa menyebabkan pantat gatal seperti kopi, teh, coklat, minuman berkarbonasi, buah jeruk, sayuran, minuman berenergi, karbohidrat olahan, dan makanan pedas atau asam.
5. Cacing kremi
Beberapa orang dapat terinfeksi cacing kremi karena terkontaminasi telur cacing kremi secara langsung.
Anak-anak tanpa sadar menyentuhnya secara langsung, memasukkan jarinya ke dalam mulut, dan telur cacing kremi bergerak ke arah saluran pencernaan dan bermigrasi ke daerah perianal. Itulah yang menyebabkan rasa gatal dan infeksi.
Jika terinfeksi cacing kremi dapat diatasi dengan dua dosis obat oral yang diberikan tiap dua minggu untuk mencegah kembalinya infeksi.