JawaPos.com - Kolagen adalah protein penting yang berperan dalam menjaga elastisitas dan kekuatan kulit, serta mendukung kesehatan sendi dan jaringan tubuh lainnya.
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh menurun sehingga menyebabkan munculnya kerutan dan kulit menjadi kendur.
Untuk mempertahankan penampilan yang awet muda, penting untuk mengonsumsi makanan kaya kolagen, seperti kaldu tulang, ikan, dan buah-buahan, serta suplemen kolagen.
Ternyata, ada beberapa cara untuk meningkatkan produksi kolagen tubuh agar kulit tidak mudah keriput dan tetap kenyal.
Dilansir dari laman Medical News Today pada (3/10), berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kolagen agar tubuh tetap awet muda.
- Konsumsi ginseng
Sebuah penelitian dari tahun 2012 menemukan bahwa ginseng meningkatkan jumlah kolagen dalam aliran darah.
Ginseng memiliki sifat anti inflamasi dan antioksidan. Para peneliti juga mencatat bahwa ginseng dapat membantu mencegah penuaan pada sel-sel kulit.
Hasil penelitian laboratorium tahun 2020 menunjukkan bahwa ginseng merah dapat mengurangi kekakuan fibroblas, bagian dari struktur kolagen.
Peneliti menyimpulkan bahwa hal itu dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit. Anda dapat menggunakan ginseng dalam teh dan suplemen.
- Antioksidan
Antioksidan membantu melindungi tubuh dari radikal bebas yang merupakan molekul yang diproduksi tubuh selama metabolisme.
Berbagai antioksidan dapat membantu melindungi dan meremajakan kulit, misalnya, dengan meningkatkan produksi kolagen. Antioksidan terdapat dalam banyak makanan nabati.
- Konsumsi suplemen kolagen
Sebuah penelitian pada tahun 2021 membuktikan bahwa mengonsumsi suplemen kolagen terhidrolisis selama 90 hari dapat mengurangi keriput dan meningkatkan elastisitas dan hidrasi kulit.
Selain itu, penelitian tahun 2020 menemukan bahwa peptida kolagen dalam suplemen dapat memengaruhi struktur kolagen dalam tubuh yang dikenal sebagai fibroblas.
- Hyaluronic Acid
Hyaluronic acid adalah senyawa asam yang membantu meningkatkan produksi kolagen. Dalam sebuah studi tahun 2014, para peneliti mengobati luka pada tikus dengan air atau asam hialuronat.
Luka yang menerima perawatan asam hialuronat lebih membaik daripada luka yang diobati dengan air. Selain itu, kadar dua jenis kolagen lebih tinggi pada kulit di sekitar luka tersebut.
Pengisi kulit yang bertujuan untuk mengurangi keriput pada kulit, sering kali mengandung hyaluronic acid. Penelitian tahun 2021 menemukan bukti bahwa kapsul hyaluronic acid juga dapat meningkatkan kelembaban kulit.
Orang harus mengikuti petunjuk pada kemasan saat menggunakan hyaluronic acid karena dapat menimbulkan efek samping, seperti rasa sakit, gatal, memar, dan bengkak.
- Vitamin C
Vitamin C sangat penting untuk produksi kolagen. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan rendahnya kadar kolagen yang mengakibatkan penyakit kudis.
Tubuh manusia tidak dapat membuat vitamin C, sehingga orang perlu mendapatkannya dari makanan. Adapun sumber vitamin C pada makanan bisa berasal dari buah jeruk, paprika, dan stroberi.
Jika kadar vitamin C seseorang rendah, dokter dapat merekomendasikan suplemen. Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi topikal dapat membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan perubahan pigmentasi.
- Gel lidah buaya
Dalam penelitian tahun 2015, para ilmuwan memberikan ekstrak gel lidah buaya yang disebut aloe sterol untuk dikonsumsi secara oral.
Setelah 8 minggu, para peneliti melihat bahwa peserta yang mengonsumsi aloe sterol lidah buaya mendapat hidrasi yang lebih baik di kulit lengannya, keriput tidak terlalu dalam, dan kadar hyaluronic acid serta kolagen mereka hampir dua kali lipat.
Para peneliti menyimpulkan bahwa lidah buaya mendukung pertumbuhan sel-sel yang bermanfaat bagi kulit. Orang dapat menggunakan produk yang mengandung lidah buaya sebagai krim, gel, atau suplemen oral.
- Retinol dan karotenoid lainnya
Karotenoid seperti retinol dan beta karoten adalah antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit. Zat ini adalah turunan dari vitamin A.
Penelitian menunjukkan bahwa retinoid topikal dapat membantu melindungi kulit dari sinar matahari dengan mencegah sinar UV memecah kolagen.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), menggunakan krim yang mengandung retinol dapat membantu sedikit memperbaiki tekstur kulit.
- Terapi cahaya
Terapi infra red dan jenis terapi cahaya lainnya dapat meningkatkan pertumbuhan kolagen dan memperbaiki kerutan dan elastisitas kulit.
Para penulis artikel penelitian tahun 2013 menyimpulkan bahwa terapi infra red dapat menjadi cara yang cepat dan aman untuk meningkatkan kolagen di kulit.
Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kadar kolagen dalam tubuh agar kulit, rambut, dan kuku tetap sehat dan awet muda.***