← Beranda

2 Alasan yang Dapat Mempengaruhi 'Ruang Ketiga' Untuk Menemukan Cinta Sejati, Menurut Psikologi

Akhmad Iqbal FirmansyahSabtu, 28 September 2024 | 02.44 WIB
Ilustrasi orang yang menjalin interaksi di ruang ketiga. (Pixabay)

 

 

JawaPos.com – “Ruang ketiga” merupakan lingkungan sosial yang mengacu di luar rumah (ruang pertama) dan tempat kerja (ruang kedua) tempat kita berkumpul, berinteraksi, dan membangun hubungan.

Dalam buku The Great Good Place oleh Ray Oldenburg, menekankan ruang ketiga yang dapat terjalin komunikasi dari tempat seperti cafe, taman, bar, atau toko buku. Ruang ini memberikan suasana netral dan informal untuk berinteraksi.

Dilansir dari forbes.com, ruang ketiga bisa menjadi kehidupan yang penting dalam hubungan sosial. Namun, seiring berkembangnya zaman yang didominasi oleh komunikasi daring membuat ruang fisik seperti ini menghilang.

Hilangnya ruang ketika dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi seseorang karena kurangnya interaksi langsung. Berikut dua alasan mengapa hilangnya ruang ketiga dapat mempengaruhi kemampuan kita membangun hubungan yang bermakna.

  1. Dating Apps dapat membuat kesepian

Kemajuan teknologi dan pengembangan aplikasi daring membuat kita lebih dimudahkan untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa tatap muka. Salah satu contoh, aplikasi kencan online yang banyak berkembang untuk mereka yang mencari pasangan.

Memang aplikasi kencan menyediakan solusi modern untuk menghilangkan ruang ketiga, menciptakan aliran calon pasangan yang tak terbatas hanya dengan gerakan jari, bahkan tanpa adanya kedekatan fisik.

Namun, aplikasi ini secara tidak langsung dapat berkontribusi pada rasa kesepian yang lebih dalam. Misalnya, keanehan online seperti orang-orang di aplikasi kencan dapat menghilang dari percakapan tanpa konsekuensi apapun.

Hal ini menyebabkan perasaan penolakan, ketidakpercayaan, dan kelelahan emosional saat berkencan. Sebuah penelitian menemukan alasan mengapa banyak orang melakukan catfishing atau kittenfishing di situs media sosial.

Catfishing merupakan bentuk pemalsuan di media online, jadi seseorang berpura-pura menjadi orang lain dan kittenfishing memperlihatkan penampilan diri sendiri yang dilebih-lebihkan.

Hal ini didasari karena keinginan seseorang untuk menampilkan versi ideal mereka. Jadi, menjalin hubungan dari aplikasi kencan dengan seseorang yang berbohong tentang jati dirinya sangatlah mustahil.

Seiring berjalannya waktu, orang yang mengalami penipuan seperti itu dapat mengurangi sifat optimis untuk menemukan hubungan yang bermakna. Beberapa pengalaman kencan online dapat lebih mengecewakan daripada memuaskan.

Melihat profil orang lain secara terus-menerus dapat menyebabkan rasa insecure. Hal ini dikarenakan perasaan yang selalu ingin membandingkan diri sendiri dengan profil orang lain yang tampak sempurna.

Sebaliknya ruang ketiga memberikan kita kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang lebih nyata dan tanpa melebih-lebihkan dari fitur teknologi.

Berbeda dengan aplikasi kencan online yang serba praktis, tetapi seringkali menjalin terjalin ikatan yang dangkal. Ruang ketiga dapat mendorong interaksi yang lebih alami dan tanpa adanya tekanan.

Misalnya, Anda memulai percakapan dengan seseorang di toko buku dengan topik buku kesukaan masing-masing atau bertemu di kafe dan memutuskan untuk berkenalan. Hal ini dapat memberikan interaksi yang lebih terikat.

Sedangkan berinteraksi melalui pesan singkat secara online akan mengurangi chemistry secara langsung. Anda tidak tahu bagaimana orang itu tersenyum, selera humornya, atau membentuk percakapan yang lancar.

Ketika ruang ketiga mulai menghilang, peluang terjadinya pertemuan tak terduga akan berkurang, dan hubungan yang kurang bermakna akan terjalin melalui aplikasi kencan.

Selain itu, ketertarikan secara spontan yang sering kali mengarahkan kita pada cinta sejati akan menghilang. Dengan banyaknya pilihan di aplikasi kencan, mudah untuk terjebak dalam pemikiran “pasti berikutnya lebih baik.”

Membuat kita terus menerus menggeser layar untuk mencari seseorang yang lebih baik. Siklus pilihan ini dapat mencegah Anda berinvestasi dalam hubungan jangka panjang karena Anda tidak akan merasa puas.

  1. Terlalu memaksa menemukan cinta

Menghilangnya ruang ketiga juga dapat mempengaruhi kesejahteraan dan pendekatan Anda terhadap cinta dan hubungan. Ruang seperti itu menawarkan kesempatan untuk bertemu dengan pasangan secara alami.

Namun, ruang tersebut juga merupakan tempat berkumpulnya komunitas. Mengunjungi cafe atau taman secara rutin akan membantu membangun rasa memiliki dan keterikatan bersama yang menghubungkan Anda dengan orang lain.

Ketika tempat yang biasa Anda kunjungi kurang dapat diakses, Anda akan merasakan kurangnya hubungan sosial yang bermakna, yang menyebabkan terisolasi.

Tanpa adanya dukungan komunitas dan interaksi sosial informal pada ruang ketiga, Anda mungkin memberikan tekanan yang berlebihan pada orang lain. Anda memandang bahwa mereka adalah sumber satu-satunya dukungan sosial yang Anda miliki.

Pendekatan seperti ini dapat menyebabkan keterikatan yang tidak sehat, kelelahan, atau frustasi ketika kencan tidak langsung menghasilkan kecocokan. Hilangnya ruang ketiga membuat Anda terlalu memaksakan hubungan, sehingga mengakibatkan terputusnya interaksi dengan orang lain.

Untuk mengatasi hal ini, cobalah menemukan cara lain untuk menumbuhkan ruang ketiga dalam hidup Anda. Seperti bergabung dengan beberapa komunitas atau menciptakan tempat kumpul informal Anda sendiri.

Menghidupkan kembali ruang ketiga mungkin menjadi kunci untuk menemukan hubungan yang kita inginkan selama ini.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti