JawaPos.com – Kini sedang ramai diperbincangkan, pemanis yang disebut-sebut tidak mengandung kalori dari glikosida steviol atau dikenal dengan gula stevia.
Jenis gula stevia ini sebenarnya telah digunakan selama berabad-abad sebagai pemanis.
Meski dikatakan memiliki nol kalori, gula stevia juga dapat memicu efek samping untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.
Dilansir dari Medical News Today, berikut ini beberapa efek samping yang ditimbulkan dari konsumsi gula stevia.
1. Menyebabkan Kerusakan Ginjal
Gula stevia yang bersifat diuretik dipercaya dapat memicu tubuh untuk lebih cepat mengeluarkan air dan elektrolit melalui urine.
Tentu saja proses ini akan memperberat kerja ginjal dalam menyaring dan membuat urine.
Namun, terdapat penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa konsumsi stevia justru akan mencegah kerusakan ginjal karena dapat mengurangi kadar kreatinin, asam urat, gula darah, dan mikroalbumin dalam tubuh.
2. Memicu Gastrointestinal
Pada beberapa produk gula stevia memiliki tambahan alkohol. Hal ini tentu akan memicu berbagai gangguan pada sistem pencernaan tubuh.
Gangguan pencernaan diantaranya mual, muntah, kembung, maupun peradangan.
Namun, telah dilakukan penelitian in vitro pada hewan justru menunjukkan stevia dapat meningkatkan keanekaragaman bakteri dan mengurangi peradangan di usus besar.
3. Memicu Tekanan Darah Rendah
Diketahui, jenis gula stevia dapat berperan membuat pembuluh darah menjadi melebar sehingga memicu tekanan darah rendah.
Namun, hingga saat ini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai bukti stevia dapat menurunkan tekanan darah yang menjadi berbahaya.
4. Memicu Gangguan Endokrin
Perlu diketahui jika struktur dari glikosida steviol hampir sama dengan steroid yang dapat mengganggu produksi hormon.
Seperti yang telah dibuktikan pada sebuah penelitian bahwa sel sperma pada laki-laki yang terpapar oleh steviol akan mengalami produksi progesteron.
Itulah, beberapa efek samping yang disebabkan oleh konsumsi jenis gula stevia.