JawaPos.com - Penelitian telah mengungkapkan bahwa tes kepribadian berdasarkan ciri-ciri tubuh kita dan cara kita duduk, berdiri, berjalan, berbicara, makan, atau bahkan menyilangkan tangan ke belakang atau ke depan membantu mengungkapkan kepribadian Anda.
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa menyilangkan tangan ke belakang punggung saat berdiri memberikan makna tersembunyi mereka. Ini juga dapat merepresentasikan ciri kepribadian seseorang.
Dikutip dari laman psychmechanics.com oleh JawaPos.com, Rabu (28/8) berikut ini ciri kepribadian Anda menyilangkan tangan ke belakang saat berdiri:
1. Mengepal pergelangan tangan
Bayangkan seorang kepala sekolah yang memeriksa lingkungan sekolah, seorang polisi yang berpatroli, dan atasan memberikan instruksi kepada bawahannya.
Mereka sering menyilangkan tangan ke belakang dan mengatupkan tangan di belakang punggung. Tokoh yang berwibawa menunjukkan kewibawaannya melalui isyarat ini.
Gestur ini menyampaikan pesan, “Saya merasa percaya diri dan aman. Saya bertanggung jawab atas urusan di sini. Sayalah bosnya”.
Orang tersebut mengekspos seluruh bagian tubuhnya tanpa perlu melindungi tenggorokan, organ vital, dan selangkangan.
Dalam istilah evolusi, orang tersebut tidak takut akan serangan dari depan dan oleh karena itu, menunjukkan sikap tidak kenal takut dan superior.
2. Menyilangkan pergelangan tangan ke belakang
Ini sekali lagi merupakan sikap menahan diri, yang dilakukan ketika seseorang mencoba menahan reaksi negatif.
Baca Juga: Kena Tipu, Uang Rp 15 Miliar Bunga Zainal untuk Masa Depan Anak-anaknya Hilang
Dengan menggenggam pergelangan tangan atau lengan di belakang punggung, mereka mencapai tingkat pengendalian diri tertentu. Seolah-olah tangan yang menggenggam itu menghalangi tangan yang lain untuk menyerang.
Jadi kita dapat mengatakan bahwa orang yang perlu 'menguasai dirinya sendiri' melakukan gerakan ini.
Orang tersebut tidak ingin menunjukkan sikap negatif dan defensif terhadap orang lain. Itu sebabnya gerakan ini terjadi di belakang.
Katakanlah seorang atasan memberikan instruksi kepada beberapa junior yang baru bekerja.
Dia sering mengatupkan tangannya di belakang punggung. Bagaimana jika seorang kolega tiba di tempat kejadian dan juga mulai memberikan instruksi?
Bos yang sudah hadir di tempat kejadian mungkin merasa terancam, yang mungkin menentang posisi atasannya. Jadi dia mungkin mulai memegang pergelangan tangannya di belakang punggungnya, bukan tangannya.
Sekarang, bagaimana jika presiden perusahaan tiba di tempat kejadian dan menegur rekan-rekan instrukturnya.
Pada titik ini, atasan kita yang tadinya sedang menggenggam pergelangan tangan, mungkin akan mengatupkan tangannya pada posisi yang lebih tinggi karena superioritasnya semakin terancam.