← Beranda

7 Kebiasaan Hebat Orang yang Menganut Gaya Hidup Slow Living, Bersyukur hingga Mengutamakan Perawatan Diri

Risma Aris MayaSelasa, 27 Agustus 2024 | 02.01 WIB
Ilustrasi perempuan yang menganut gaya hidup slow living (freepik)

JawaPos.com – Pada dasarnya banyak dari kita mengharapkan gaya hidup yang santai dan lebih terencana. Pasalnya melepaskan diri dari segala sesuatu yang serba cepat bisa terasa menakutkan.

Menariknya beberapa dari kita bisa semakin berkembang ketika menganut gaya hidup yang dikenal dengan istilah slow living ini. Namun sebenarnya apa saja kebiasaan mereka?

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa kebiasaan hebat orang yang menganut gaya hidup slow living sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Senin (26/8) sebagai berikut :

1. Konsumsi sadar

Di dunia serba cepat dan masa kini, mudah sekali untuk terhanyut dalam arus konsumerisme. Konsumerisme merupakan pembelian sering kali dilakukan secara impulsif tanpa banyak memikirkan kebutuhan atau dampaknya.

Mereka yang menerapkan gaya hidup ini memandang hal tersebut secara berbeda. Mereka justru lebih fokus pada konsumsi yang sadar. Artinya mereka berpikir dua kali sebelum melakukan pembelian.

Mereka akan bertanya pada diri sendiri apakah mereka benar-benar membutuhkannya, apakah itu menambah nilai bagi kehidupan mereka atau hanya menambah kekacauan.

2. Menganut gaya minimalis

Perpanjangan alami dari konsumsi sadar adalah merangkul minimalisme. Hal ini bukan tentang menyangkal kesenangan diri sendiri atau hidup dengan hal-hal yang sangat minim. Melainkan ini tentang memberi ruang bagi hal-hal yang benar-benar penting.

3. Menikmati momen

Kebiasaan menikmati momen adalah pilar utama gaya hidup slow living ini. Semuanya tentang hadir, terlibat sepenuhnya di masa kini dan bukan membiarkan pikiran mengembara ke masa lalu atau masa depan.

Ketika Anda mulai menikmati setiap momen maka Anda tidak hanya menjadi lebih sadar tetapi juga lebih menghargai kesenangan hidup yang sederhana. Ini adalah praktik yang ampuh yang menghadirkan rasa damai dan kepuasan yang tiada duanya.

4. Merangkul alam

Orang Jepang memiliki praktik yang disebut Shinrin yoku atau mandi hutan yang melibatkan membenamkan diri di alam untuk meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Mereka yang berkomitmen pada gaya hidup slow living sering kali berupaya keras untuk menghabiskan lebih banyak waktu di alam. Baik itu hiking di hutan, berkebun, atau sekadar duduk di bawah pohon, mereka memahami kekuatan ruang hijau yang menyegarkan.

Ini bukan hanya tentang kesehatan fisik tetapi juga kesejahteraan mental dan emosional. Jadi lain kali Anda merasa kewalahan jangan meraih ponsel maka lebih baik menikmati kekuatan penyembuhan alam.

5. Memprioritaskan perawatan diri

Mereka yang telah mengadopsi gaya hidup lambat memahami pentingnya merawat diri sendiri. Merawat diri sendiri bukan hanya tentang hari-hari di spa atau memanjakan diri. Ini tentang meluangkan waktu untuk merawat tubuh dan pikiran Anda.

Baik melalui makanan bergizi, olahraga teratur, tidur yang cukup atau latihan kesadaran diri. Ketika Anda memprioritaskan perawatan diri maka Anda tidak hanya menjaga kesehatan fisik tetapi juga memastikan bahwa Anda bugar secara mental dan emosional untuk menghadapi pasang surut kehidupan.

6. Menumbuhkan kesadaran

Mindfulness adalah praktik memperhatikan dengan cara tertentu dan dilakukan dengan penuh kesadaran tanpa takut dihakimi. Ini tentang mengamati pikiran dan perasaan Anda tanpa terjebak di dalamnya.

Ketika Anda mengembangkan kesadaran maka Anda mulai memperhatikan detail-detail kecil dalam hidup Anda yang sering luput dari perhatian. Anda juga mulai menghargai keindahan saat ini.

Bahkan Anda mampu belajar untuk menanggapi daripada bereaksi terhadap situasi sehingga mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan pikiran Anda.

7. Mempraktikkan rasa syukur

Rasa syukur adalah tentang mengakui kebaikan dalam hidup Anda dan menyadari bahwa sebagian dari kebaikan itu datang dari luar diri Anda. Rasa syukur sendiri membahas tentang mengalihkan fokus Anda dari apa yang kurang dalam hidup ke kelimpahan yang sudah ada.

Intinya semakin Anda sering bersyukur maka semakin Anda menyadari betapa banyak hal yang telah Anda anggap remeh. Rasa syukur memiliki kekuatan untuk mengubah hari biasa menjadi pesta penuh kegembiraan dan penghargaan. ***

EDITOR: Setyo Adi Nugroho