← Beranda

4 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Caper dan Pamer Kesedihan di Media Sosial Menurut Psikologi

Nafisah MisgiartiSabtu, 17 Agustus 2024 | 19.54 WIB
Orang yang suka pamer kesedihan atau cari perhatian di media sosial/Freepik

JawaPos.com – Ada berbagai tipe pengguna media sosial, salah satunya individu yang menggunakannya sebagai sarana untuk mencari perhatian atau pamer kesedihan.

Fenomena ini dikenal dengan istilah sadfishing, yakni tindakan melebih-lebihkan atau memalsukan masalah emosional seseorang untuk mendapatkan perhatian dan simpati.

Sebuah penelitian pada tahun 2023 yang diterbitkan dalam jurnal BMC Psychology menemukan bahwa remaja yang cemas dan tertekan, menunjukkan perilaku mencari perhatian.

Selain itu, peneliatian ini juga menujukkan bahwa orang-orang yang kurang dukungan sosial lebih cenderung terlibat dalam tindakan caper atau pamer kesedihan di media sosial.

Para peneliti juga menemukan bahwa selama masa remaja, anak laki-laki cenderung lebih sering melakukan sadfishing, tetapi kecenderungan ini menurun seiring bertambahnya usia.

Di sisi lain, untuk anak perempuan, kecenderungan untuk melakukan sadfishing justru meningkat seiring bertambahnya usia.

Ternyata, perilaku sadfishing ini berkaitan dengan ciri kepribadian tertentu. Dilansir dari laman Psikologi Today pada (17/8), berikut ini 4 ciri kepribadian yang dimaksud.

1. Hubungan yang mencemaskan

Kebiasaan pamer kesedihan juga bisa menjadi hasil dari hubungan yang mencemaskan.

Menurut penelitian, hal ini ditandai dengan kebutuhan yang tinggi akan validasi dan ketakutan akan penolakan.

2. Suka mencari perhatian yang berkaitan dengan gangguan kepribadian

Studi ini menunjukkan bahwa siswa dengan ciri-ciri gangguan kepribadian tertentu lebih rentan terhadap perilaku pamer kesedihan di media sosial.

Pasalnya, mereka mencari perhatian dan validasi yang berlebihan sehingga merasa tidak nyaman ketika tidak menjadi sorotan.

3. Penyangkalan

Penyangkalan merupakan salah satu cara seseorang bertahan dengan menghindari menghadapi perasaan atau peristiwa yang menyakitkan.

Orang yang melakukan penyangkalan mungkin tidak mengatasi masalah emosional mereka yang sebenarnya.

Mereka malah beralih ke media sosial untuk mengekspresikan emosi yang berlebihan, mencari validasi dan simpati dari orang-orang di medsos.

Pelarian sementara ini tidak membantu mengelola emosi atau menyelesaikan masalah yang mendasarinya.

4. Mabuk

Ketika seseorang berada di bawah pengaruh alkohol, daya tahan tubuhnya akan menurun dan kesadaran mereka dapat terganggu.

Hal ini dapat menyebabkan postingan yang impulsif dan termotivasi secara emosional di media sosial yang bertujuan untuk mencari perhatian, timbal balik, dan tanggapan simpatik.

Meskipun orang-orang merasakan empati dan cenderung menawarkan bantuan ketika mereka menemukan unggahan semacam itu, ketika mengetahui bahwa orang tersebut melebih-lebihkan atau bahkan berpura-pura sedih, mereka akan merasa tertipu.

Itulah beberapa ciri kepribadian seseorang yang suka pamer kesedihan dan cari perhatian atau caper di media sosial.

Penting untuk memilah sesuatu yang ingin dibagikan di media sosial supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Dengan mengenali ciri kepribadian seseorang yang suka pamer kesedihan atau caper di media sosial, Anda bisa terhindar dari manipulasi emosi.***

EDITOR: Setyo Adi Nugroho