← Beranda

Sering Dinilai Sepele, Ini 6 Kesalahan Umum yang Pria Lakukan dalam Pernikahan, Salah Satunya Selalu Memendam Perasaan Sendiri

Sharah SalsabilaKamis, 15 Agustus 2024 | 17.59 WIB
Ilustrasi kesalahan umum pria dalam pernikahan.

JawaPos.com - Pernikahan adalah hubungan yang dilakukan sepanjang hidup manusia dengan pasangannya, keduanya harus memiliki mental dan keyakinan yang kuat untuk mempertahankan hingga maut memisahkan.

Namun, tentunya semua itu tak lepas dari proses pembelajaran satu sama lain karena sejatinya mereka adalah manusia yang tidak lepas dari kesalahan.

Baik perempuan atau pria, keduanya memiliki karakter dan keinginan yang berbeda. Tapi jika itu salah dan bisa merusak hubungan pernikahan, maka harus disadari dan diubah untuk menjadi lebih baik.

Melihat dari beberapa kasus perceraian dan berbagai polemik masalah rumah tangga, mengutip dari laman WebMD, perlu diketahui inilah 6 kesalahan umum yang pria lakukan dalam pernikahan meskipun sering dinilai sepele, diantaranya adalah :

1. Tidak Menunjukkan Empati

Psikolog Albert Maslow, PhD mengatakan bahwa empati adalah kemampuan untuk mengenali dan berbagi perasaan orang lain dan itu menjadi hal paling penting dalam hubungan apapun.

Secara umum, perempuan ingin dipahami dan diakui perasaannya. Tapi alih-alih mendengarkan, pria cenderung ingin langsung memberikan solusi dan itu terkadang menjadi sebuah kesalahan.

2. Membeli Barang Tanpa Sepengetahuan Istri

Meskipun posisi pria tersebut mencari nafkah untuk keluarga, bukan berarti dia bisa bebas melakukan apa saja tanpa sepengetahuan istri, apalagi membeli barang-barang mahal seperti motor atau mobil.

Psikolog mengatakan bahwa permasalahan tersebut menduduki peringkat ke-2 dari faktor perusak pernikahan setelah perselingkuhan, dan ternyata masalah itu banyak dilakukan para suami.

3. Egois dalam Hubungan Seksual

Saat hendak melakukan hubungan seksual, beberapa pria lupa untuk melakukan "foreplay" atau pemanasan. Mereka tidak memahami hal yang dibutuhkan perempuan sebelum berhubungan seksual.

Faktanya, perempuan membutuhkan pelukan kasih sayang atau kecupan mesra untuk lebih terangsang dalam berhubungan seksual. Beda halnya dengan pria yang sebagian besar ingin langsung melakukannya.

4. Mendengarkan dengan Cara yang Salah

Sama halnya dengan poin pertama, pria seringkali melakukan kesalahan saat mendengarkan cerita istrinya. Faktanya perempuan ingin pasangannya lebih interaktif mendukung perasaannya dibandingkan diberi solusi atas masalah tersebut.

Sementara dalam otak pria, ketika istrinya menceritakan sesuatu hal, ia langsung memikirkan jalan keluar serta solusinya. Jadi, itulah yang sering menjadi kesalahan dan ada baiknya harus dikomunikasikan terlebih dahulu.

5. Selalu Memendam Perasaan Sendiri

Sebagian besar pria mungkin butuh waktu atas segala permasalahannya dan lebih baik memendam sendirian, padahal sikap tersebut menjadi pemicu konflik pernikahan.

Seorang istri akan merasa kehilangan hubungan dekat dengan suaminya ketika suami tersebut tidak pernah terbuka dengan perasaannya sendiri, bahkan ia merasa seperti akan ditinggalkan.

Tapi pria selalu berpikir dengan mengungkapkan perasaannya secara jujur, ia akan menganggap dirinya lemah serta tak mampu mengatasi suatu masalah, dan disitulah letak harga dirinya.

6. Berkuasa dalam Pernikahan

Pria memang dinobatkan untuk menjadi pemimpin dalam sebuah pernikahan, tapi bukan berarti ia harus berkuasa atas segala hal yang terjadi dalam rumah tangga.

Posisi kekuasaan pada pria, pada umumnya meniadakan hubungan timbal balik, saling mendukung, dan penuh perhatian. Ada kalanya pria juga harus mendengar pendapat istri atau anak tentang proses berjalannya kehidupan.

Dengan berbagai kesalahan umum yang selalu pria lakukan, pentingnya kita menerapkan standar minimal dalam pernikahan. Melansir dari laman Ibunda, standar ini untuk membuat suatu hubungan dapat dijalankan dengan penuh keintiman dan pengertian. Sehingga melahirkan pernikahan yang bahagia dan dapat bertahan lama.

Standar minimal ini diantaranya ada saling menghormati, saling percaya, berkomitmen untuk setia, menjadi partner kerja sama, serta memberikan rasa aman satu sama lain.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho