JawaPos.Com - Kepercayaan terhadap leluhur dalam budaya masyarakat Jawa tentunya didasari oleh tradisi adat istiadat nenek moyang pada masa lalu.
Petuah-petuah bijak yang dianggap tabu oleh generasi zaman sekarang namun masih dipatuhi oleh sebagian kecil orang yang masih memegang erat keyakinan tersebut.
Seperti halnya larangan yang dianggap ganjil namun jika diabaikan, dipercaya dapat membawa keburukan bagi pelanggarnya.
Maka tak jarang orang Jawa yang khusunya masih kental akan tradisi dan budaya berupaya untuk menjauhinya agar dapat terhindar dari segala macam bentuk bala dan malapetaka.
Melalui kanal YouTube BANYU WIGUNA Channel Rabu, (14/8), berikut 5 pantangan adat Jawa yang dinilai dapat membawa kesialan dan menyebabkan seret rezeki di antaranya:
1. Larangan mengelap muka dengan baju setelah mencuci wajah
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, mengelap muka dengan baju setelah mencuci muka bisa membawa malapetaka, menjauhkan jodoh, dan membuat penyakit sulit disembuhkan.
Sebagian orang Jawa memandang ritual ini sebagai sesuatu yang sangat tidak boleh dilakukan.
2. Jangan tidur di saat menjelang Asar dan Magrib
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, tidur menjelang Asar dan Magrib dianggap bisa menyebabkan pikun, stres, menjauhkan dari jodoh, rezeki, dan mudah terkena penyakit.
Kepercayaan ini juga sering disampaikan oleh tokoh agama dan menjadi bagian dari budaya yang dipegang erat oleh penduduk Jawa yang masih kental dengan tradisi.
Baca Juga: 5 Puisi Bertema Hari Kemerdekaan RI
3. Dilarang meludah atau membuang kotoran di depan rumah atau tempat usaha
Larangan seperti ini diyakini oleh sebagian masyarakat Jawa dapat mengakibatkan kesialan.
Dikatakan bahwa melanggar pantangan ini bisa membuat rumah dijauhi rezeki dan dipenuhi keburukan, seperti pertengkaran dan suasana negatif.
Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari kebiasaan ini demi menjaga keharmonisan dan keberuntungan di rumah atau tempat usaha.
4. Tidak melakukan hubungan suami istri pada malam Weton
Weton atau hari kelahiran seseorang dalam tradisi masyarakat Jawa menyarankan untuk menghindari melakukan hubungan suami istri di malam tersebut karena diyakini akan membawa keburukan.
Lebih baik menjalankan ritual doa atau tirakat, dengan cara begadang dan tidak tidur.
Kepercayaan ini didorong oleh keyakinan bahwa melanggar aturan tersebut dapat membawa pengaruh negatif bagi rumah tangga, seperti sering terjadi pertengkaran tanpa alasan jelas, rezeki yang sulit didapat, dan penyakit yang sulit sembuh.
Banyak masyarakat Jawa yang sangat percaya dan mempraktikkan adat ini untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dan keberuntungan dalam hidup.
5. Tidak meniru perilaku Monyet terutama di depan umum
Dalam keyakinan budaya Jawa, tindakan menirukan perilaku monyet seperti garuk-garuk kepala ataupun sejenisnya ini dianggap sebuah pantangan yang wajib dihindari karena membawa efek buruk.
Orang yang melanggarnya dipercaya bisa dijauhkan dari peruntungan atau mendapatkan rezeki yang tidak bermanfaat. Selain itu, individu juga bisa mengalami stres atau kecemasan.
Baca Juga: Doa Nabi Musa yang Dapat Dibaca Sehari-Hari
Jadi, penting untuk menghindari perilaku tersebut agar tidak terkena dampak negatif dalam hidup.