JawaPos.com – Kecanduan media sosial menjadi fenomena yang semakin umum di era digital saat ini. Ada beberapa tanda yang menunjukkan seseorang mulai tidak dapat lepas dari kehidupan maya.
Kecanduan pada media sosial dapat mempengaruhi keseharian dan produktivitas seseorang. Kebiasaan ini bisa menyebabkan hilangnya fokus dan sulitnya mengatur waktu dengan baik.
Kecanduan media sosial juga dapat membuat seseorang menghabiskan banyak waktu tanpa disadari. Lantas, apa tanda-tanda seseorang mudah tidak dapat lepas dari dunia maya ini?
Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (9/8), disebutkan setidaknya ada delapan tanda seseorang mudah kecanduan media sosial.
1. Kebutuhan akan validasi
Bagi sebagian orang, mendapatkan likes, komentar, dan perhatian virtual merupakan sumber kesenangan yang aduktif.
Mereka yang memiliki kebutuhan akan validasi yang kuat cenderung lebih rentan terhadap kecanduan media sosial. Siklus tak ada henti-hentinya antara membuat postingan, menunggu, dan menikmati pujian virtual ini seolah menjadi candu yang harus terus dipenuhi.
2. Ketakutan akan ketinggalan (fomo)
Rasa “fomo” atau ketakutan akan ketinggalan berita, meme, atau pembaruan teman di media sosial, merupakan salah satu ciri utama orang yang cenderung kecanduan media sosial.
Dorongan untuk terus mengecek dan memperbarui feed media sosial dapat menjadi obsesif dan sulit dihentikan.
3. Tingkat narsisme yang tinggi
Sebuah penelitian menunjukkan adanya korelasi antara narsisme yang tinggi dan kecanduan media sosial.
Hal ini karena media sosial menyediakan platform yang sempurna untuk promosi diri, di mana setiap like, share, dan komentar positif bertindak sebagai dorongan bagi ego.
4. Harga diri yang rendah
Media sosial sering kali menampilkan versi realitas yang tidak realistis, yang dapat memicu perbandingan dan keraguan diri pada orang-orang yang memiliki harga diri rendah.
Mereka mungkin berusaha mengatasi perasaan negatif ini dengan mencari validasi melalui postingan mereka sendiri, namun siklus ini hanya akan semakin memperparah kecanduan mereka terhadap media sosial.
5. Pencari sensasi
Seperti halnya orang yang gemar mencari sensasi di dunia nyata, ada juga mereka yang mencari dorongan adrenalin serupa melalui media sosial.
Mendapatkan likes dan komentar dapat memberikan semacam “high” yang sulit direplikasi dengan cara lain, membuat mereka terus mengejar sensasi tersebut.
6. Kecenderungan introvert
Mungkin terlihat kontradiktif, tapi individu dengan kecenderungan introvert justru lebih rentan kecanduan media sosial.
Dunia virtual menawarkan ruang aman bagi mereka untuk berinteraksi dengan orang lain dengan cara dan tempo mereka sendiri, sehingga rasa nyaman ini dapat dengan mudah berubah menjadi ketergantungan.
7. Pelarian
Bagi sebagian orang, media sosial menjadi tempat untuk melarikan diri dari masalah dan tekanan kehidupan sehari-hari.
Mereka mungkin larut dalam dunia virtual, berselancar di postingan dan pembaruan sebagai cara untuk mengabaikan masalah dunia nyata. Namun, pelarian semacam ini dapat dengan cepat menjadi ketergantungan yang tidak sehat.
8. Impulsivitas
Karakteristik yang paling kuat terkait dengan kecanduan media sosial adalah impulsivitas.
Orang yang impulsif cenderung sulit menahan dorongan untuk segera mengecek, memposting, atau merespons konten media sosial, bahkan saat mereka tahu seharusnya melakukan hal lain.