← Beranda

Ternyata Trauma Dapat Terjadi di Tempat Kerja!, Berikut Penyebabnya dan Cara untuk Mengatasinya

Antonius Oskarianto AdurJumat, 9 Agustus 2024 | 03.45 WIB
Ilustrasi orang trauma di tempat kerja (Sumber foto: Stella Nova)

JawaPos.com - Trauma bisa terjadi pada siapa saja. Dilansir Siloam Hospitals, hal tersebut merupakan respon tubuh saat menghadapi peristiwa buruk yang dapat berdampak buruk bagi kondisi fisik dan mental.

Terdapat tiga jenis trauma yaitu akut, kronis, dan kompleks. Trauma akut disebabkan oleh peristiwa buruk yang terjadi hanya satu kali seperti kecelakaan atau bencana alam.

Trauma kronis disebabkan oleh peristiwa yang terjadi terus menerus, sementara trauma kompleks dipengaruhi oleh beberapa kejadian traumatis.

Trauma dapat terjadi di tempat kerja dan disebabkan oleh berbagai hal. Dilansir Better Up, berikut ini adalah penyebabnya.

1.Kekerasan fisik

Jika mengalami kekerasan fisik di tempat kerja itu adalah sesuatu yang bersifat traumatis. Hal tersebut juga bisa berupa penyerangan pada fisik dan seksual.

Tidak hanya korban yang mengalami trauma, namun seluruh karyawan kantor akan mengalami peristiwa yang traumatis.

2. Lingkungan kerja tidak sehat

Selalu dibentak atau direndahkan oleh atasan juga dapat menimbulkan trauma. Mendapatkan diskriminasi seperti usia, rasisme, dan seksisme juga bisa menjadi penyebabnya.

Terjadi perundungan serta perilaku gaslighting juga bisa menimbulkan trauma bagi karyawan.

3.Pernah mengalami kecelakaan kerja

Mengalami musibah di tempat kerja juga menjadi penyebab seseorang bisa trauma. Hal tersebut tidak hanya terjadi bagi korban, namun bagi orang yang melihat kecelakaan kerja yang dialami.

Lalu, bagaimana tugas anda sebagai pemimpin perusahaan atau seorang karyawan jika menghadapi mereka yang mengalami trauma di tempat kerja?.

Hal pertama adalah menyediakan waktu untuk saling terbuka dan bercerita jika memang ada peristiwa yang menyebabkan mereka trauma.

Mungkin membutuhkan proses, namun itu akan berdampak untuk memberikan rasa aman secara psikologis.

Bagi karyawan, perlu untuk berbicara jujur kepada teman kantornya dan atasannya bahwa ia mengalami trauma. Hal tersebut berguna agar lingkungan kerjanya mengetahui apa yang harus dilakukan ketika dirinya mengalami hal itu.

Selain itu, perlu bagi anda seorang pemimpin perusahaan atau ketua tim untuk memberikan bantuan ke orang profesional.

Coba berikan karyawan yang mengalami trauma untuk mendapatkan pengobatan ke spesialis kesehatan mental.

Terakhir, buatlah sebuah kebijakan atau peraturan di perusahaan untuk perilaku yang bisa menyebabkan karyawan menjadi trauma.

Hal tersebut seperti membuat sanksi keras bagi seseorang yang melakukan kekerasan fisik, perundungan, gaslighting, dan berperilaku kasar.

EDITOR: Hanny Suwindari