← Beranda

Kesulitan Meneteskan Airmata, Ini 7 Alasan Kemungkinan Mengapa Kamu Tidak Bisa Menangis

Trinaifa ArdiantiSabtu, 27 Juli 2024 | 13.45 WIB
Ilustrasi menangis.

JawaPos.com - Menangis merupakan tindakan yang sangat lazim dilakukan oleh semua manusia. Apabila merasa sedih, marah, bahkan rindu, seseorang bisa saja menangis dan meneteskan airmata.

Sebagai proses menumpahkan perasaan, menangis adalah hal yang normal dilakukan baik perempuan maupun laki-laki. Anak kecil hingga ornag dewasa pun sebenarnya boleh dan bebas untuk menangis.

Akan tetapi, kamu mungkin merasa berbeda dari semua orang yang ada di dunia. Ketiika semua orang mudah menangis dan meneteskan airmata, kamu tetap tidak bergeming bahkan ketika suasana mendukung.

Sudah menonton film yang sangat sedih, mendengar cerita yang tidak adil bahkan ketika dimarahi habis-habisan oleh atasan tidak bisa membuatmu meneteskan airmata.

Kamu mungkin bertanya-tanya apa yang sedang terjadi padamu sehingga kamu kesulitan untuk menangis?

Dilansir dari Psychology Today dan Choosing Therapy, ini 7 alasan kemungkinan mengapa kamu tidak bisa menangis:

1. Trauma Mendalam

Salah satu alasan mengapa kamu tidak bisa menangis adalah karena kamu memiliki trauma yang mendalam di hidupmu. Hal ini dikarenakan terjadi sebuah mekanisme dimana mentalmu melindungi dirimu dari perasaan negatif yakni menangis.

Bentuk-bentuk trauma tersebut antara lain bisa berupa tindakan krimial seperti penculikan. Mekanisme ini bisa terbentuk baik seseornag tersebut sengaja atau tidak sengaja.

2. Menekan Emosi

Alasan kedua mengapa kamu kesulitan menangis adalah kamu mungkin menekan emosimu sedemikian rupa. Hal ini dilakukan dimana pikiran tidak bisa bertahan akan sulitnya memproses emosi tertentu.

Penekanan emosi dalam diri bisa terjadi ketika manusia mendorong emosi yang tidak menyenangkan atau menyakitkan bagi mereka. Hal ini bisa mencegah seseorang untuk menangis layaknya orang lain.

3. Kondisi Depresi

Meski depresi identik dengan menangis, tidak semua depresi berarti seseorang tersebut menangis terus-terusan. Ada juga kondisi depresi dimana seseornag merasakan kekosongan amat sangat dalam dirinya.

Selain itu, konsumsi obat anti depresan juga bsia menyebabkan seseorang sulit untuk menangis. Hal ini disebabkan obat tersebut semacam membuat peminumnya mati rasa dan kesulitan menangis.

4. Faktor Budaya

Ada beberapa budaya di dunia yang tidak mengajarkan seseornag untuk menangis, terutama laki-laki. Suka atau tidak suka, kamu mungkin bsia mengembangkan perasaan mencegah tangisan karena tinggal di lingkungan seperti itu.

Hidup dengan budaya yang melarangmu menangis serta menangis itu memalukan bisa membuat seseorang jadi sulit untuk mengekspresikan tangisannya. Terutama di lingkup publik, kamu mungkin lebih sulit menangis ketimbang di tempat sepi.

5. Komplikasi Medis

Komplikasi medis juga bisa jadi alasan mengapa kamu kesulitan menangis. Beberapa konsisi medis tersebut antara lain sindrom mata kering, sindrom sjorgen, usia tua, obat-obatan yang menyulitkan tangis sampai alergi.

Meski sulit untuk dipahami, memang benar adanya bahwa ada beberapa penyakit atau keadaan tubuh yang membuat seseorang kesulitan menangis. Baik itu karena fisik, mental maupun memang produksi airmata berkurang.

6. Stetreotip Sosial

Mirip dengan faktor budaya, kamu bisa jadi kesulitan menangis karena stereotip sosial terutama gender. Laki-laki mungkin dianggap sebagai sosok yang kuat dan tidak menangis dalam segala kejadian.

Pesan yang tertanam di otak sejak kecil ini bisa membuat seseorang percaya bahwa laki-laki tidak boleh menangis. Akan ttetapi, sebenarnya baik laki-laki maupun perempuan bebas untuk mengekspresikan emosi marah, senang dan menangis.

7. Gaya Kepribadian

Terakhir, gaya kepribadian mungkin jadi alasan mengapa kamu kesulitan menangis. Alasan yang sangat sederhana dimana kamu memang memiliki gaya kepribadian yang jarang menangis.

Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang tidak menangis memiliki koneksi yang kurang dengan orang lain, sedikit empati dan respon emosional terhadap sesuatu. Bisa jadi, jawaban dari pertanyaanmu hanyalah bahwa kamu punya gaya kepribadian jarang menangis.

Ketujuh poin diatas merupakan sederet kemungkinan mengapa kamu kesultan menangis. Perlu diingat bahwa menangis merupakan hal yang normal untuk dilakukan baik itu orangtua, anak-anak, perempuan maupun laki-laki.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho