JawaPos.com - Sejak sekolah, kuliah maupun di dunia pekerjaan, kamu mungkin tidak asing lagi dengan yang namanya presentasi. Salah satu bentuk kegiatan ini lazim dilakukan untuk berbagai tujuan.
Antara lain pembelajaran, pemberian motivasi, sampai persuasi audiens untuk melakukan hal tertentu.
Presentasi juga tetap ada bahkan dalam tingkat yang lebih profesional ketika kamu menginjak dunia kerja.
Sebagai seorang karyawan terutama karyawan baru, kamu mungkin gugup akan presentasi pertamamu.
Sebagai sosok yang baru saja menjalani transisi dari kehidupan pembelajaran ke pekerjaan profesional, presentasi bisa jadi tak mudah.
Perlu adanya penerapan tips atau strategi tertentu agar presentasimu padat dan berbobot.
Sebagai sosok karyawan, kamu pasti ingin menunjukkan sisi profesionalisme terhadap audiens maupun rekan kerja dan atasan.
Tidak hanya berkutat dengan materi, kelancaran bicara, penggunaan gaya busana, bahasa tubuh adalah hal tak kalah penting yang seringkali diabaikan orang.
Dikutip dari Prezentium dan Pick It, berikut 5 tips meningkatkan bahasa tubuh untuk presentasi pekerjaan sukses dan profesional:
1. Atur Nafas dengan Baik
Meski terkesan sederhana, nyatanya pernapasan adalah hal yang paling dasar dan penting untuk diperhatikan dalam sebuah presentasi.
Bagaimana kamu mengontrol antara pernapasan dan juga kalimat demi kalimat yang kamu sampaikan sangat penting demi presentasi sukses.
Tak jarang, seseorang bisa bicara terlalu cepat dan menyebabkan terengah-engah dalam menyampaikan presentasi.
Hal ini tentu tidak baik untuk dilihat sebagai presentasi yang profesional di dunia kerja. Tetap ingat untuk mengatur napas secara normal dan mengendalikan situasi.
Situasi dimana kau gugup atau mengacaukan ritme bernafas bisa saja terjadi. Mulai dari gugup, terlalu bersemangat atau menemui pertanyaan yang membuatmu ragu bisa berujung pada kalimat dan nafas berantakan.
Entah itu terlalu cepat atau terlalu tersendat, tetap ingat untuk menenangkan pikiran dan memusatkan fokus demi berjalannya presentasi yang sukses.
2. Kontak Mata yang Cukup
Kontak mata adalah hal penting untuk membangun hubungan antara pembicara dan juga audiens yang mendengarkan.
Kamu tentu tidak akan merasa terhubung dengan pembicara yang hanya menatap lurus ke segala arah atau menatap papan tempat presentasi ditampilkan, lebih lag rekan kerja atau pihak lain yang mendengarkan presentasimu.
Oleh karenanya, diperlukan kontak mata yang cukup dan tidak berlebihan. Coba lakukan kontak mata selama beberapa saat pada orang-orang terdekat dari panggung untuk memberikan perhatian dan menjaga mereka tetap fokus.
Jangan gugup dan tetap percaya diri dalam berkontak mata, ingat bahwa kamu adalah pembicara dalam panggung presentasi kali ini.
Frekuensi kontak mata juga harus diperhatikan. Kontak mata yang berlebihan bisa jadi membuat audiens tidak nyaman.
Oleh karenanya, usahakan untuk kontak mata yang sehat selama beberapa detik dan merata ke seluruh ruangan apabila kamu bisa.
3. Lakukan Gestur Tangan
Presentasi yang baik tentu bukan hanya berdiam diri bagai batu. Kamu juga sah-sah saja untuk menggerakkan tangan dengan berbagai gestur yang menunjukkan penekanan atau penjelasan pada beberapa bagian kalimat.
Kamu bisa menggunakan gestur tangan ketika sedang menghitung poin, menunjuk seseorang di audiens atau untuk menjelaskan sebuah kalimat dan ide penting tidak hanya dengan kata-kata.
Pastikan untuk menggerakkan gestur tangan dengan tujuan menyampaikan makna.
Hindari menggunakan gestur tangan berlebihan atau tidak profesional. memainkan jemari di mikrofon atau kancing baju yang kamu kenakan bisa terkesan negatif dan tidak sopan bagi audiens.
Gunakan gestur tangan untuk penyampaian materi, bukan untuk penyaluran rasa gugup.
4. Postur Tubuh yang Baik
Postur tubuh yang baik berarti presentasi yang baik. Mengerahkan segalanya dalam presentasimu termasuk pengaturan postur tubuh adalah bentuk dari ketotalitasan seseorang.
Terutama dalam sebuah presentasi bisnis di kantor, postur tubuh yang baik bisa memengaruhi keputusan audiens dan memancarkan kepercayaan diri ke seluruh ruangan pertemuan.
Coba pertahankan postur tubuh bagus dengan memperkuat pemikiran. Hindari atau olah pikiran tegang dan pikirkan senantiasa audiens di depan mata.
Baik itu presentasi pada rekan kerja, atasan di kantor, bahkan jajaran direksi perusahaan. Berdirilah dengan tegak dan menyesuaikan dengan tema pertemuan.
Hindari membungkuk dan atur posisi tubuh dengan tegak. Hal ini bisa membantu meningkatkan kepercayaan dirimu juga orang yang menyaksikan presentasimu.
Postur tubuh yang baik bisa lebih mengundang audiens yang mendengar untuk masuk dalam topik yang kamu sampaikan.
5. Gunakan Ekspresi Wajah
Terakhir, kendalikan ekspresi wajah kamu dengan baik. Hal ini tentu sangat penting mengingat audiens akan fokus pada wajahmu serta layar presentasi.
Pastikan untuk menjaga keseimbangan ekspresi, tidak terlalu datar namun juga tidak terlalu dibuat-buat.
Ekspresi yang baik bisa menyampaikan emosi di setiap kalimatnya. Bahagia, sedih, atau bersemangat semuanya terlihat di wajahmu.
Tidak hanya gerak tangan dan bagaimana tubuhmu berdiri, ekspresi wajah adalah hal yang melengkapi kalimatmu menjadi sempurna.
Jangan lupa untuk tersenyum dan meningkatkan poin plus dalam presentasimu.
Kepercayaan diri yang meningkat dengan ekspresi yang cukup akan sampai pada audiens yang puas akan presentasimu yang sukses.
Kelima poin diatas merupakan tips yang bisa kamu terapkan untuk presentasi pekerjaan yang sukses dan profesional.
Tetap ingat untuk menyeimbangkan kelima elemen demi tercapainya presentasi yang memuaskan.