← Beranda

Menurut Psikologi, Ini 8 Kepribadian Orang Dewasa yang Masa Kecilnya Terlalu Sering Dikritik

Achmad AsroriSabtu, 29 Juni 2024 | 20.15 WIB
Ilustrasi- Anak yang terlalu dikritik. (Freepik)

 

JawaPos.com - Pengalaman masa kecil memiliki dampak yang mendalam terhadap perkembangan kepribadian seseorang.

Salah satu faktor yang berpengaruh adalah tingkat kritik yang diterima selama masa tumbuh kembang.

Kritik yang berlebihan dapat membentuk berbagai karakteristik yang terbawa hingga dewasa, sering kali menyebabkan tantangan dalam kehidupan pribadi dan profesional.

Melansir Geediting, inilah delapan kepribadian yang umum ditemui pada individu yang terlalu sering dikritik saat kecil, yang akan memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana pengalaman masa lalu dapat membentuk siapa kita saat ini.

Melalui pemahaman ini, diharapkan kita dapat menemukan cara untuk mengatasi dan mengubah dampak negatif menjadi kekuatan yang positif.

1) Perfeksionisme

Perfeksionisme adalah obsesi terhadap kesempurnaan yang sering kali terbentuk pada anak yang terlalu sering dikritik.

Anak-anak ini tumbuh dengan keyakinan bahwa nilai diri mereka tergantung pada kemampuan mereka untuk mencapai standar yang tidak realistis.

Akibatnya, mereka sering kali menetapkan harapan yang sangat tinggi untuk diri mereka sendiri, menyebabkan stres dan kecemasan yang berlebihan.

Perfeksionisme ini adalah cara mereka mencari persetujuan dan validasi yang mungkin kurang mereka dapatkan selama masa kecil.

2) Sangat Sensitif terhadap Kritik

Anak-anak yang sering dikritik tumbuh menjadi individu yang sangat sensitif terhadap kritik. Mereka cenderung bereaksi dengan emosi yang kuat ketika menerima kritik, baik itu konstruktif atau tidak.

Sensitivitas ini berkembang karena pengalaman kritik keras yang berulang, yang membuat mereka merasa terancam oleh setiap bentuk umpan balik negatif. Akibatnya, mereka sering merasa cemas dan defensif ketika menerima kritik, yang dapat menghambat perkembangan pribadi dan profesional mereka.

3) Rendah Diri

Rendah diri adalah efek lain yang sering terjadi pada anak yang terlalu sering dikritik. Ketika anak-anak terus-menerus menerima pesan negatif tentang diri mereka, mereka mulai meragukan kemampuan dan nilai diri mereka.

Kritik yang berulang tanpa adanya pujian atau penguatan positif dapat merusak citra diri mereka, menyebabkan mereka merasa tidak berharga atau tidak mampu. Rendah diri ini sering terbawa hingga dewasa, membuat mereka kesulitan dalam percaya diri dan mengakui kelebihan mereka.

4) Kesulitan dalam Membentuk Hubungan

Kesulitan dalam membentuk hubungan yang mendalam dan bermakna juga umum terjadi pada mereka yang tumbuh dengan kritik berlebihan. Rasa takut akan penolakan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain sering menjadi penghalang utama.

Anak-anak yang sering dikritik belajar untuk melindungi diri mereka dengan menarik diri atau menghindari hubungan yang dekat, karena takut akan kekecewaan atau penolakan. Akibatnya, mereka sering merasa kesepian dan kesulitan membangun hubungan yang sehat dan memuaskan.

5) Kebutuhan Akan Kepastian yang Konstan

Anak-anak yang sering dikritik tumbuh dengan kebutuhan akan kepastian yang konstan. Mereka sering meragukan keputusan dan tindakan mereka sendiri, mencari validasi dari orang lain untuk merasa aman.

Kebutuhan ini muncul dari ketakutan akan membuat kesalahan dan menerima kritik lebih lanjut. Akibatnya, mereka sering kali bergantung pada persetujuan eksternal, yang dapat menghambat kemandirian dan pertumbuhan pribadi mereka.

6) Takut Gagal

Ketakutan yang melumpuhkan terhadap kegagalan adalah efek lain dari kritik berlebihan di masa kecil. Anak-anak yang sering dikritik belajar untuk mengaitkan kegagalan dengan penghinaan atau penolakan, membuat mereka sangat takut akan membuat kesalahan.

Ketakutan ini sering terbawa hingga dewasa, membuat mereka ragu-ragu untuk mengambil risiko atau mencoba hal-hal baru. Akibatnya, mereka mungkin melewatkan peluang penting dan merasa terjebak dalam zona nyaman yang aman tetapi tidak memuaskan.

7) Kecemasan dan Depresi

Kecemasan dan depresi adalah masalah kesehatan mental yang sering dialami oleh mereka yang tumbuh di bawah kritik yang terus-menerus. Stres dan tekanan dari kritik yang berulang dapat merusak kesehatan mental anak-anak, yang sering terbawa hingga dewasa.

Mereka mungkin merasa tidak pernah cukup baik atau selalu di bawah pengawasan, yang dapat menyebabkan perasaan cemas dan depresi yang mendalam. Penting untuk mencari bantuan profesional jika mengalami masalah ini, karena dukungan yang tepat dapat membantu dalam proses penyembuhan.

8) Ketangguhan

Meskipun efek-efek negatif dari kritik berlebihan cukup signifikan, ada satu sifat positif yang sering muncul, yaitu ketangguhan. Anak-anak yang tumbuh dengan kritik yang keras sering kali belajar untuk menjadi tangguh dan gigih.

Mereka mengembangkan kemampuan untuk bangkit kembali dari kesulitan dan tetap bertahan meskipun menghadapi tantangan besar. Ketangguhan ini bisa menjadi alat yang kuat dalam menghadapi berbagai rintangan dalam hidup, membantu mereka untuk tetap maju dan berhasil meskipun mengalami masa-masa sulit.

 
***
 
EDITOR: Novia Tri Astuti