← Beranda

Manfaat Kojic Acid untuk Kulit: Penggunaan dan Efek Samping, yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menggunakannya

Veronica NauliSelasa, 25 Juni 2024 | 18.50 WIB
Ilustrasi kojic acid pada sabun (freepik)

 

JawaPos.com - Kojic acid berasal dari beberapa jenis jamur yang berbeda. Ini juga merupakan produk sampingan dari fermentasi beberapa makanan, termasuk sake jepang, kecap, dan anggur beras.

Asam kojic menghambat dan mencegah pembentukan tirosin, yaitu asam amino yang diperlukan untuk produksi melanin.

Melanin adalah pigmen yang menentukan warna rambut, kulit, dan mata. Karena menghambat produksi melanin, asam kojid memiliki efek pemutihan.

Bentuk dan penggunaan

Dikutip dari Healthline, asam kojic sering digunakan untuk berbagai kosmetik. Penggunaannya dalam produk kosmetik telah disetujui dengan konsentrasi 1 persen atau kurang. Fungsi utamanya adalah sebagai pemutih kulit.

Asam kojic dapat ditemukan dalam berbagai produk kosmetik, seperti bubuk, serum, krim, pembersih, dan sabun. Bubuk harus dicampur dengan air atau lotion, sesuai dengan petunjuk produk.

Beberapa produk, seperti sabun dan pembersih, dirancang untuk dibilas segera setelah digunakan. Sementara itu, produk lain seperti krim dan serum, dimaksudkan untuk dibiarkan dan diserap ke dalam kulit. Secara umum, asam kojic memiliki tingkat penyerapan yang baik.

 

Beberapa produk seperti masker wajah dirancang untuk digunakan hanya sesekali. Krim dan pembersih dapat digunakan setiap hari.

 

Produk yang mengandung asam kojic paling umum digunakan di wajah dan tangan, tetapi dapat digunakan di semua area tubuh non-sensitif.

 

Efek samping dan risiko

 

Panel Pakar Tinjauan Bahan Kosmetik menyatakan bahwa asam kojic aman digunakan dalam produk kosmetik dengan konsentrasi hingga 1 persen. Namun, beberapa individu tetap dapat mengalami efek samping atau risiko dari penggunaannya.

 

Administrasi Makanan dan Obat (FDA) mengawasi kualitas dan keamanan kosmetik, sehingga penting untuk memastikan pembelian produk yang asli.

 

Dermatitis kontak adalah efek samping paling umum dari penggunaan asam kojic. Gejala yang dapat timbul meliputi kemerahan, iritasi, gatal, ruam, kulit bengkak, serta rasa sakit.

 

Dermatitis kontak lebih sering terjadi pada mereka dengan kulit sensitif atau pada individu yang menggunakan produk dengan konsentrasi asam kojic lebih tinggi dari 1 persen. 

 

Hentikan penggunaan jika kamu mengalami reaksi terhadap produk yang mengandung asam kojic.

 

Dalam jangka panjang, penggunaan asam kojic dapat meningkatkan kerentanan kulit terhadap luka bakar matahari. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan tabir surya atau mengenakan pakaian pelindung.

 

Manfaat 

 

Penggunaan utama dan manfaat asam kojic adalah untuk mencerahkan kerusakan akibat sinar matahari yang terlihat, bintik-bintik penuaan, atau bekas luka. Hal ini dapat menghasilkan efek anti penuaan pada kulit.

 

Selain efek pencerah kulit, asam kojic juga memiliki beberapa sifat antimikroba. Ini dapat membantu melawan beberapa jenis bakteri umum bahkan dalam konsentrasi kecil. 

 

Hal ini bermanfaat dalam mengobati jerawat yang disebabkan oleh bakteri pada kulit serta memudarkan bekas jerawat yang belum hilang.

 

Asam kojic juga memiliki sifat antijamur. Bahkan, asam kojic ditambahkan ke beberapa produk antijamur untuk meningkatkan efektivitasnya. Ini dapat berguna dalam mengobati infeksi jamur kulit seperti infeksi ragi, kandidiasis, serta kurap. 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti