← Beranda

5 Frasa Ini Kerap Digunakan Orang yang Terluka Hatinya Agar Orang Lain Menjauh

KuswandiSelasa, 18 Juni 2024 | 21.49 WIB
Ilustrasi seseorang yang patah hati (Freepik)

 

 

JawaPos.com - Pernahkah anda memperhatikan bagaimana beberapa teman terus mendorong anda menjauh, tidak peduli seberapa keras anda mencoba? Kadang-kadang itu karena mereka benar-benar terluka di dalam.

Rasa sakit ini dapat membuat mereka mengatakan hal-hal tertentu untuk melindungi diri mereka sendiri. Itu adalah cara mereka untuk menjaga diri dari rasa sakit yang lebih besar. 

Dalam artikel ini, kita akan melihat 5 frasa umum yang digunakan orang saat mereka terluka secara emosional dan berusaha menjaga jarak dengan orang lain. Berikut 5 frasanya, dikutip dari hackspirit:

  1. "Saya tidak membutuhkan siapa pun"

Ini adalah frasa umum yang mungkin digunakan oleh orang-orang yang terluka secara emosional.

Mereka mengatakannya sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa mereka kuat dan mandiri. Namun, jauh di lubuk hati mereka, hal ini sering kali merupakan cara untuk menghindari kedekatan dengan orang lain. Mereka takut jika mereka membiarkan orang lain masuk, mereka akan terluka lagi. 

Jika anda mendengar seseorang berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak membutuhkan siapa pun, itu mungkin pertanda bahwa mereka sedang berjuang dengan luka emosional.

  1. "Aku baik-baik saja, kok"

Pernahkah anda memiliki teman yang selalu bersikeras bahwa mereka baik-baik saja, bahkan ketika mereka jelas-jelas tidak baik-baik saja? Frasa ini adalah tanda klasik bahwa seseorang mungkin sedang terluka.

Mereka menggunakannya sebagai jawaban cepat untuk mengalihkan pembicaraan yang lebih dalam tentang perasaan mereka. Ini adalah perisai pelindung, menjaga emosi mereka yang sebenarnya tetap tersembunyi.

Jika temanmu selalu "baik-baik saja", mereka mungkin sedang menghadapi lebih banyak masalah daripada yang mereka ungkapkan.

  1. "Ini bukan masalah besar"

Ini adalah sesuatu yang sering saya katakan.

Setiap kali ada sesuatu yang mengganggu saya, saya akan mengabaikannya dengan mengatakan, "Ini bukan masalah besar." Namun, jauh di dalam lubuk hati saya, saya terluka. Ungkapan ini adalah cara saya untuk meyakinkan diri saya sendiri bahwa perasaan saya tidak penting. Saya pikir jika saya bisa mengabaikan rasa sakitnya, rasa sakit itu akan hilang. Namun, yang terjadi hanyalah saya semakin terisolasi. 

Jika anda melihat seseorang mengabaikan masalah mereka seperti ini, mereka mungkin sedang bergulat dengan rasa sakit emosional.

  1. "Saya sudah terbiasa dengan hal itu"

Tahukah anda bahwa orang bisa menjadi terbiasa dengan rasa sakit emosional? Ketika seseorang sering mengatakan, "Saya sudah terbiasa," mereka mungkin mengindikasikan bahwa mereka telah menormalkan rasa sakit atau ketidaknyamanan mereka.

Ungkapan ini sering digunakan oleh mereka yang telah mengalami tekanan emosional yang berkepanjangan. Mereka mungkin menggunakan kata-kata ini untuk mengekspresikan kepasrahan atau penerimaan atas perjuangan mereka yang sedang berlangsung.

Penerimaan ini, meskipun terlihat berani, juga dapat menjadi cara untuk mendorong orang menjauh, mencegah mereka untuk mendekat dan melihat sejauh mana rasa sakit yang mereka rasakan.

  1. "Saya selalu mengacaukan segalanya"

Kalimat ini membuat hati saya hancur setiap kali mendengarnya. Ini adalah tanda yang jelas bahwa seseorang sedang kesakitan dan mungkin merasa bahwa mereka harus disalahkan atas ketidakbahagiaan mereka sendiri atau orang lain. 

Ketika orang merasa terluka secara emosional, mereka sering kali menginternalisasi penderitaan mereka, menyalahkan diri mereka sendiri atas segala sesuatu yang tidak beres. Mereka bahkan mungkin percaya bahwa mereka ditakdirkan untuk mengacaukan segalanya. Jika Anda mendengar kata-kata ini dari seseorang yang dekat dengan Anda, sangat penting untuk meyakinkan mereka bahwa setiap orang membuat kesalahan, dan itu tidak menentukan nilai atau masa depan mereka.

 

EDITOR: Kuswandi