Ada tiga macam cermin yang digunakan dalam fengsui, yaitu cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Bagaimana menggunakan secara tepat dalam fengsui sehari-hari?
CERMIN datar merefleksikan bayangan sesuai dengan jarak bayangan pada cermin. Cermin cekung memperbesar bayangan benda di depannya. Sedangkan cermin cembung bersifat divergen, selain memperkecil imaji benda di depannya, juga menyebarkan energi yang datang padanya.
Penggunaan cermin untuk ruang luar (eksterior) cenderung mengutamakan cermin cembung. Sebab, cermin cembung berperan memperkecil imaji benda-benda di depannya. Dengan demikian, bisa memperkecil ”ancaman” benda-benda yang merupakan Sha Qi (qi buruk) bagi bangunan tersebut. Di pasaran bentuk cermin yang digunakan bisa saja seperti gambar ini dibingkai dengan simbol Pakua.
Banyak bentuk patung yang mungkin bersifat abstrak, tetapi di antaranya ada bentuk-bentuk runcing yang bersifat mengancam, merusak qi yang masuk ke rumah di depannya. Terkadang juga kita dapati bangunan di depan rumah sifatnya runcing menusuk bangunan kita.
Benda atau bangunan berbentuk runcing juga acap kali merupakan ”ancaman ” yang dinamakan Sha Qi dari depan atau sekeliling rumah kita. Apabila ”ancaman” itu bentuknya sangat besar dan seram, ahli fengsui menganjurkan untuk menggunakan cermin cembung.
Banyak di antara pengguna fengsui yang tidak mengetahui hal ini malah menggunakan cermin cekung yang sebenarnya justru memperbesar bayangan benda yang berada di depannya. Pohon yang besar, bangunan besar yang berada di depan bangunan (rumah) kita sering kali merupakan ancaman. Itulah sebabnya para praktisi fengsui menganjurkan pemakaian cermin cembung ini.
Selain benda-benda yang bersifat ”mengancam” bangunan kita, bau-bau busuk yang datang dari tumpukan sampah di depan mengganggu kualitas energi qi yang akan masuk ke rumah. Termasuk juga pylon atau menara listrik tegangan tinggi (SUTET) yang sering ditemukan berseliweran dalam kawasan kota.
Salah satu contoh penerapan cermin menurut fengsui adalah gedung Sampoerna Strategic Square di Jl Sudirman, Jakarta, yang memasang cermin cembung pada setiap lantai. Hal itu untuk menghalau Sha Qi yang muncul dari gedung Intiland yang berbentuk runcing-runcing di depannya.
Penggunaan cermin cekung dan penggunaan cermin datar untuk eksterior jarang terlihat. Beberapa bangunan tinggi memang ada yang menggunakan jendela yang tampil sebagai cermin (reflecting glass) sehingga bagian dalam bangunan tidak terlihat, tetapi orang yang berada dalam bangunan bisa melihat keluar. Namun, itu bukan karena alasan fengsui, melainkan karena faktor lain seperti estetika.
Beberapa negara melarang penggunaan reflecting glass sebagai selimut bangunan karena memantulkan panas dan cahaya yang menyilaukan serta mengganggu lalu lintas di jalan. Bagaimana penggunaan cermin untuk interior bangunan? Mari kita ikuti artikel selanjutnya pada minggu depan (bersambung). (*)