JawaPos.com - Putus cinta atau berpisah dengan seseorang yang pernah menjadi pusat kehidupan kita memang bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Bagi beberapa orang, proses move on dari mantan pacar atau crush (gebetan) bisa terasa sangat berat hingga butuh waktu yang lama.
Apakah Anda termasuk orang yang sering merasa susah move on atau masih terjebak dalam kenangan masa lalu? Apakah Anda masih merasa kehilangan setelah putus dari pacar atau menyudahi hubungan tanpa status? Jangan khawatir, Ada banyak cara efektif untuk membantu Anda bangkit dan melangkah maju.
Dilansir dari laman The Every Girl, pada Selasa (28/5), ada enam cara cepat move on dari mantan pacar dan crush yang patut dicoba, khususnya bagi Anda yang sering merasa gamon (gagal move on) dan susah mupon. Simak tips-tips berikut:
Baca Juga: Alasan Anji Rilis Single Kamulah Orangnya di Surabaya
- Biarkan Diri Anda Merasa Sedih
Jika Anda mencoba melupakan perpisahan dan berpura-pura seolah tidak pernah terjadi, Anda hanya akan menunda proses penyembuhan. Dalam Ted Talk-nya tentang Bagaimana Mengatasi Akhir Hubungan, Dr. Antonio Pascual-Leone, seorang psikolog klinis dan peneliti, menyarankan untuk fokus pada perasaan tidak nyaman seperti sedih, hampa, dan kesepian daripada menghindarinya.
"Saat Anda menghindari masalah, tidak ada yang bisa berubah," jelas dr. Pascual-Leone.
Meskipun durasi proses penanganan berbeda-beda bagi setiap orang, penelitian Dr. Pascual-Leone menunjukkan bahwa jumlah langkah yang dibutuhkan untuk cepat move on adalah sama, dan langkah pertama selalu adalah membiarkan diri Anda merasakan semua emosi tersebut.
Anda perlu melalui badai untuk memahami apa yang Anda rasakan dan mengapa Anda merasa demikian. Selain itu, Anda tidak akan menekan atau menyimpan emosi dalam jangka panjang ketika Anda membiarkan diri Anda benar-benar merasakannya.
- Tentukan Hal Apa yang Anda Butuhkan Dari Hubungan Tersebut
Saat Anda merasakan semua emosi yang timbul dari berakhirnya hubungan mulai dari rasa sakit, luka, sedih, hingga kesepian. Gunakan kesempatan ini untuk mengetahui apa yang Anda perlukan.
Apa yang Anda harapkan dari hubungan tersebut? Apakah Anda ingin merasa berharga, dicintai, atau menjadi prioritas? Dr. Pascual-Leone mengatakan bahwa perubahan dan penyembuhan mulai terjadi ketika Anda menuliskan apa yang Anda benar-benar butuhkan, meskipun Anda belum merasa berhak mendapatkannya.
Meskipun Anda bukan pihak yang menginginkan perpisahan, hubungan berakhir karena suatu alasan dan kebutuhan Anda tidak terpenuhi (bahkan jika kebutuhan itu adalah dukungan tanpa syarat atau kesetiaan). Luangkan waktu sebentar untuk memikirkan apa yang Anda cari dari hubungan itu.
Kemudian, pikirkan bagaimana diri Anda dapat mulai memberikan hal-hal tersebut kepada diri Anda sendiri. Bagaimana Anda bisa membuat diri Anda merasa berharga, didukung, atau dicintai tanpa syarat?
Perpisahan dapat memberi kita wawasan yang banyak tentang kebutuhan terdalam kita yang mungkin diri kita saja tidak menyadarinya, jadi gunakan periode ini untuk mengevaluasi ulang apa yang benar-benar Anda butuhkan dari suatu hubungan sehingga Anda tahu harus apa untuk hubungan berikutnya, tapi yang lebih penting, untuk hubungan dengan diri Anda sendiri.
- Temukan Kembali Diri Anda
Ternyata, salah satu alasan mengapa putus cinta begitu sulit adalah bukan selalu karena kita merindukan orang itu, tetapi karena kita merindukan siapa diri kita saat bersama orang itu atau apa yang bisa kita capai bersama dengan mantan.
"Penelitian menunjukkan bahwa putus cinta membuat Anda mengalami kehilangan diri sendiri," jelas Dr. Gary Lewandowski Jr., seorang penulis “Stronger Than You Think” dan seorang profesor psikologi, dalam Ted Talk-nya yang berjudul Break-Ups Don’t Have to Leave You Broken.
Saat Anda kehilangan hubungan, sebagian dari diri Anda sebagai pribadi ikut hilang. Jadi bagaimana cara melunakkan pukulan dari putus cinta yang sulit? Gunakanlah momen ini sebagai kesempatan untuk menemukan kembali diri Anda.
Dr. Lewandowski Jr mendefinisikan menemukan diri kembali, sebagai "mencari kembali hal-hal yang mungkin telah Anda korbankan atau kurangi saat Anda berada dalam hubungan itu." Pikirkan tentang hobi, persahabatan, atau bahkan film/lagu/buku yang Anda nikmati tetapi Anda abaikan saat Anda dalam menjalani hubungan itu.
Mungkin itu sesederhana, Anda suka sushi dan pasangan Anda tidak tahan berada di sekitar ikan mentah atau Anda menyukai fiksi ilmiah sementara pasangan Anda selalu ingin menonton komedi. Penelitian Dr. Lewandowski Jr. menunjukkan bahwa fokus pada diri sendiri dan menemukan kembali siapa diri Anda dapat mempercepat proses penyesuaian karena Anda tidak lagi merasa kehilangan diri sendiri.
- Berhenti Mencari Jawaban
Bahkan jika Anda tahu alasan mengapa kalian putus, kita sering membuat cerita dalam pikiran kita tentang alasan alternatif, apa yang akan mungkin terjadi, atau apa yang bisa kita lakukan dengan hal yang berbeda.
Orang yang dalam proses move on bisa kecanduan memutar kembali kenangan hubungan mereka berulang kali dalam pikiran mereka, untuk mencari dimana letak kesalahan terjadi. "Studi otak telah menunjukkan bahwa kehilangan cinta dan hubungan romantis dapat mengaktifkan mekanisme yang sama dalam otak kita, yang diaktifkan ketika seorang pecandu berhenti dari zat seperti kokain atau opioid," jelas Guy Winch, seorang psikolog dan pembicara, dalam Ted Talk-nya yang berjudul How to Fix a Broken Heart.
Anda mencari jawaban karena mencoba untuk tetap berpegang pada hubungan karena kecanduan, bukan karena penjelasan akan membantu Anda melupakannya. "Tidak ada penjelasan yang akan terasa memuaskan," ucap Winch. Beliau menyarankan untuk bersedia melepaskannya dan terima bahwa semuanya sudah berakhir.
- Lepaskan Kenangan Masa Lalu
Saat kita mengingat kembali hubungan masa lalu, sangat umum untuk hanya mengingat kenangan manis, tapi melihat mantan dengan sudut pandang seperti sebelum berpisah tidak akan membantu Anda move on.
Setelah putus, kita sering mengidealkan orang yang telah menyakiti hati kita atau membuat kita tidak bahagia, dan melupakan hal-hal negatif tentang mereka atau hubungan tersebut. Winch menyarankan kliennya untuk membuat daftar semua hal yang salah dari mantan mereka, termasuk sifat negatif, kebiasaan yang mengganggu, dan pertentangan yang tidak dapat diselesaikan.
Kemudian, kembali ke daftar tersebut setiap kali rasa nostalgia, penyesalan, atau kesepian muncul. “Pikiran Anda akan mencoba memberitahu Anda bahwa mereka sempurna, tapi sebenarnya tidak, begitu juga hubungannya,” kata Winch. Jika Anda ingin melupakan mereka, Anda harus sering mengingatkan diri sendiri tentang hal itu.
- Isi Kekosongan Dalam Diri Anda
Mungkin terdengar klise, tapi sekarang setelah kita telah mengidentifikasi kekosongan apa yang ada dalam hati Anda yang terluka, saatnya untuk mengisinya. Apa yang sebenarnya Anda rindukan dari hubungan itu? Identifikasi cara untuk mengisi kekosongan tersebut dengan cara lain.
Mungkin itu berarti menelepon teman-teman Anda dan membuat rencana untuk keluar karena Anda merindukan seseorang yang bisa diajak menghabiskan waktu bersama. Mungkin Anda hanya merindukan koneksi romantis atau keintiman dan siap untuk mendaftar di aplikasi kencan dan mulai berkencan.
Mungkin itu terkait dengan merindukan siapa Anda di hubungan masa lalu, jadi Anda fokus untuk berkencan dengan diri sendiri untuk sementara waktu dan mengisi kekosongan Anda sendiri. Apa pun kekosongan yang perlu Anda isi dan bagaimanapun Anda melakukannya, cobalah keluar dari zona nyaman Anda (dan keluar dari rumah).