← Beranda

Mengenal Bahaya Microsleep Saat Mengemud dan Cara Pencegahannya

Salfira Rahmi AnzaniJumat, 5 April 2024 | 19.06 WIB
ilustrasi mengendarai mobil sambil mengantuk (ANTARA News/Insan Faizin Mubar) (ANTARA News/Insan Faizin Mubar/)

JawaPos.com – Ketika berada di jalan raya, konsentrasi dan fokus sangatlah penting untuk keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Namun, seringkali kita mengalami kelelahan saat mengemudi yang bisa berujung pada fenomena yang disebut dengan ‘microsleep’. Meskipun singkat, microsleep dapat menjadi pemicu kecelakaan serius. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai bahaya microsleep saat mengemudi, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya.

Dilansir dari kanal YouTube Premysis Consulting, microsleep adalah durasi tidur yang sangat singkat dengan rentan waktu kurang dari 30 detik. Saking singkatnya, banyak pengendara yang tidak sadar bahwa diri mereka sempat terlelap karena otak manusia baru akan menyadari sesi tidurnya setelah 1 menit.

Jika seorang pengendara kehilangan kesadaran dalam waktu 3 detik dengan laju kecepatan 96 km/jam, maka kendaraan tersebut bisa keluar jalur hingga kurang lebih 100 m. Jadi, tidak heran jika microsleep benar-benar menjadi ancaman bagi setiap pengendara karena Anda bisa hilang kendali dan kendaraan pun tidak terkontrol hanya dalam sepersekian detik.

Baca Juga: Jokowi Resmi Lantik Mantan Ajudannya, Tonny Harjono Jadi KSAU

Microsleep dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurang tidur atau tidur yang kurang berkualitas, kondisi jalan yang monoton seperti jalan tol, efek obat-obatan tertentu, atau penyakit tertentu seperti obesitas, gangguan cemas, dan penyakit lainnya.

Microsleep dapat diidentifikasi dengan melihat tanda-tanda ataupun gejala awal seperti merasa mengantuk, terus menguap, sulit berkomunikasi dan memproses informasi, tidak sadar telah melamun atau tertidur, merasa kaget karena tiba-tiba tersadar, dll.

Lantas bagaimana cara mencegah terjadinya microsleep? Berikut tips cara mencegah microsleep saat mengemudi:

Baca Juga: Cocok untuk Buka Puasa, Ini Resep Terong Ungu Bawang Putih Pedas Ala Korea, Mantul dan Memanjakan Lidah

  1. Istirahat secukupnya

Pastikan untuk istirahat yang cukup sebelum memulai perjalanan jauh. Kurangnya tidur dapat meningkatkan risiko microsleep saat mengemudi.

  1. Berhenti dan beristirahat

Jika merasa mengantuk atau lelah saat mengemudi, segera berhenti di tempat yang aman dan istirahat sejenak. Lakukan peregangan dan berjalan-jalan untuk meningkatkan sirkulasi darah.

  1. Bergantian dengan pengemudi lain

Jika memungkinkan, bergantian dengan pengemudi lain dalam perjalanan panjang dapat membantu menjaga kewaspadaan dan mengurangi risiko microsleep.

  1. Hindari mengemudi saat jam-jam tertentu

Hindari mengemudi pada jam-jam dimana tubuh cenderung mengalami kelelahan, seperti larut malam atau dini hari.

  1. Konsumsi minuman kafein dengan bijak

Minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, namun jangan bergantung sepenuhnya pada kafein sebagai pengganti tidur yang cukup.

  1. Istirahat setiap dua jam

Jika melakukan perjalanan jauh, penting untuk melakukan istirahat setiap dua jam untuk memberikan waktu bagi otak dan tubuh untuk beristirahat.

Baca Juga: Keutamaan Sedekah Kepada Orang Tua: Bentuk Penghormatan dan Mempererat Hubungan Keluarga

Microsleep saat mengemudi merupakan ancaman serius bagi keselamatan di jalan raya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami risiko ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Kesehatan dan keselamatan Anda serta pengguna jalan lainnya merupakan prioritas utama. Jangan mengambil risiko dengan tetap mengemudi ketika merasa mengantuk. Seiring dengan pencegahan di atas, selalu prioritaskan istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan Anda.

EDITOR: Banu Adikara