JawaPos.com – Sepintas mungkin Anda merasa gagal menjadi orang tua karena anak Anda seringkali tidak patuh dan membangkang.
Padahal, pembangkangan adalah masalah umum yang seringkali dialami oleh banyak orang tua dari anak-anak mereka.
Terlebih, menangani emosi yang meletup-letup dan perilaku buruk anak selama masa pertumbuhan mereka bukanlah hal yang mudah.
Anak-anak yang tidak patuh mungkin sering mengamuk tanpa alasan dan menunjukkan agresifitas mereka.
Meskipun perilaku perkembangan ini umum terjadi pada anak-anak, penting untuk memperbaikinya dengan segera agar tidak menjadi kebiasaan.
Langkah pertama untuk menyelesaikan masalah ini adalah menganalisis pemicu perilaku buruk anak tersebut dan kemudian melakukan perubahan positif yang sesuai.
Lalu, bagaimana kah cara menghadapi anak yang sering membangkang atau tidak patuh? Simak penjelasannya di bawah ini yang dikutip dari momjunction.com.
- Bersikaplah tenang namun tegas
Anda harus bersikap seperti orang tua, bukan saudara mereka. Kemarahan setiap saat dapat membuat anak kian memberontak. Namun pada saat yang sama, bersikaplah berwibawa.
Kewibawaan tidak harus disamakan dengan kemarahan. Misalnya, jika Anda ingin anak Anda menata mainan mereka di dalam lemari, nada bicara yang sopan dan tenang akan lebih baik daripada nada memerintah.
Anda bisa mengatakan kepada mereka, 'simpan mainanmu di lemari, lalu saya akan membantumu membersihkan kamar,' daripada 'simpan mainanmu di lemari, kalau tidak, tidak boleh nonton TV'.
- Beri mereka alasan mengapa perilaku tersebut buruk
Beberapa anak mungkin akan melakukan tindakan fisik saat merasa terganggu. Beri tahu mereka bahwa memukul dapat menyebabkan cedera.
Tanyakan kepada mereka bagaimana perasaan mereka jika seseorang membalas memukul mereka, dan mereka terluka.
Beri tahu mereka bahwa anak-anak dengan perilaku seperti itu tidak disukai oleh semua orang.
Jika mereka memiliki kebiasaan mengambil barang milik saudaranya, tanyakan bagaimana perasaan mereka jika hal yang sama terjadi pada mereka.
- Tawarkan mereka pilihan
Jika anak bersikeras dan terus menolak untuk mendengarkan Anda, maka tawarkanlah pilihan kepada mereka.
Misalnya, mereka harus makan sayur tapi tak harus setiap pagi, mereka bisa melakukannya tergantung keinginan mereka. Bisa saat makan siang atau makan malam.
Hal yang terkesan sepele namun perilaku tersebut adalah strategi cerdas yang berhasil pada anak-anak dan memudahkan pekerjaan Anda.
- Berempati kepada mereka
Anda harus terhubung dengan mereka secara emosional untuk menilai alasan ketidaktaatan mereka. Teruslah mencurahkan kasih sayang kepada mereka.
Cobalah untuk menjadi orang tua yang ramah. Mungkin Anda bisa mengatakan, 'jangan khawatir, kamu akan bisa menyelesaikan pekerjaan rumahmu' atau 'luangkan waktumu untuk menyelesaikan sarapanmu'.
Dengan melakukan hal ini, Anda tidak akan terlihat seperti memerintah dan memaksa mereka untuk menyelesaikan tugas.
- Beri mereka penghargaan jika berbuat baik dan menurut
Memberi penghargaan kepada anak atas perilaku mereka yang sangat baik akan mendorong mereka untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Anda pergi berbelanja, dan Anda menyuruh anak-anak Anda untuk bermain tanpa bertengkar. Ketika Anda kembali, Anda melihat ia melakukan hal yang Anda perintahkan itu.
Maka, berilah mereka sepotong es krim favorit mereka atau janjikan dia sebuah perjalanan piknik misalnya.
- Biarkan mereka bertanggung jawab
Jika anak Anda berulang kali melakukan kesalahan yang sama, inilah saatnya untuk memberi peringatan kepada mereka.
Misalnya, jika anak terus menerus menggertak saudaranya setiap hari, katakan pada mereka bahwa mereka tidak akan diizinkan untuk menonton acara kartun favorit mereka selama seminggu.
Pertahankan tindakan Anda dengan tegas agar mereka tidak menganggap perilaku buruk mereka itu sebagai hal remeh.
- Berikan instruksi yang jelas dan masuk akal
Katakan pada anak Anda, bahwa mereka boleh pergi berenang hanya jika mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah mereka.
Mereka mungkin akan memanipulasi Anda atau berbohong kepada Anda bahwa tugas mereka sudah selesai. Ketika ini terjadi, buatlah mereka sadar akan aturan yang harus diikuti.
Jika mereka tidak mengikutinya, minta mereka mengulanginya sampai mereka menyelesaikan nya. Pengingat yang konstan dengan konsekuensi ini sering kali mematahkan sikap keras kepala mereka.
Batasi diri Anda untuk tidak memberi label pada anak Anda, meskipun itu dilakukan dengan tujuan yang positif.
- Gunakan otoritas Anda dan berikan penjelasan
Kenakalan anak Anda seharusnya tidak membuat Anda berperang dengan mereka. Beri tahu mereka apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Bersikaplah fleksibel dengan tindakan-tindakan tersebut, dan tidak ada salahnya untuk bersikap tegas.
Anda juga dapat berteman dengan anak-anak Anda, tetapi buatlah batasan dalam hal disiplin. Jika Anda tidak ingin mereka melakukan sesuatu, beri tahu mereka alasannya.
Misalnya, Anda tidak mengizinkan anak Anda mengendarai sepeda tanpa helm, beritahukan kepada mereka karena hal tersebut dapat menyebabkan cedera.
- Pertahankan kontrol yang konsisten terhadap mereka
Jangan biarkan perilaku buruk terus menerus menguasai anak Anda. Jika Anda tidak mengontrolnya, mereka mungkin akan menganggapnya sebagai kelemahan Anda. Alhasil mereka tidak akan patuh.
Hal ini juga bisa menjadi kebiasaan buruk mereka untuk memanipulasi Anda. Jadi, tetap kendalikan perilaku mereka yang salah pada setiap tahap.