JawaPos.Com - Ragam kuliner di perayaan Tahun Baru Imlek memang cukup beragam.
Namun tahukah kamu, hidangan yang ada di perayaan Tahun Baru Imlek, tak sesederhana apa yang dilihat oleh mata.
Di balik hidangan yang beragam saat perayaan Tahun Baru Imlek, rupanya ada doa dan harapan yang sangat dalam.
Ya, perayaan Imlek selalu identik dengan keberagaman kuliner yang memikat lidah.
Salah satu hidangan yang tak terlepaskan dari perayaan ini adalah Lumpia atau Chung Juan.
Tidak hanya lezat, lumpia ini juga memiliki makna filosofis yang mendalam yang menghiasi meja perayaan.
Dilansir dari Pink Villa, Jumat (2/2), berikut 4 makna filosofis Chung Juan atau lumpia khas Imlek.
1. Keseimbangan Yin dan Yang
Lumpia Chung Juan menjadi perwujudan keseimbangan Yin dan Yang.
Isi lumpia yang beragam, seperti rebung, daging ayam, dan sayur rebung, menciptakan harmoni rasa yang menyelaraskan energi yang berlawanan.
Dalam filosofi Tionghoa, keseimbangan adalah kunci kebahagiaan, dan Lumpia Chung Juan memberikan simbolisme tersebut melalui perpaduan rasa yang sempurna.
2. Simbol Kekompakan dan Persatuan
Lapisan kulit lumpia yang melingkupi isinya melambangkan persatuan dan kekompakan keluarga.
Sebagaimana sebuah keluarga yang terdiri dari beragam individu, lumpia ini menunjukkan bahwa keberagaman dapat menyatu dalam sebuah kesatuan yang utuh.
Di meja perayaan, lumpia Chung Juan menjadi simbol persatuan dan keharmonisan.
3. Kemakmuran dan Keberuntungan
Dalam budaya Tionghoa, makanan juga sering dihubungkan dengan keberuntungan dan kemakmuran.
Lumpia Chung Juan yang digoreng dengan sempurna menciptakan krispi yang melambangkan kemakmuran.
Makan lumpia dalam perayaan Imlek diharapkan dapat membawa keberuntungan dan rejeki yang melimpah pada tahun yang baru.
4. Tradisi Turun-Temurun
Lumpia Chung Juan bukan hanya sekadar hidangan, tapi juga bagian dari tradisi turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Setiap gigitan lumpia membawa kenangan akan tradisi keluarga, menciptakan hubungan emosional dengan masa lalu. Ini menjadi salah satu nilai yang dijunjung tinggi dalam perayaan Imlek.
Dengan semua makna filosofis yang terkandung dalam Lumpia atau Chung Juan, menjadikannya bukan sekadar hidangan lezat, tetapi juga simbol kekayaan budaya dan nilai-nilai yang diwariskan.
***