← Beranda

Mengenal Bali Pet Burial Cremation, Tempat Kremasi Hewan di Tabanan Bali yang Memberikan Layanan Tanpa Syarat

Jessica IrawanSenin, 4 Desember 2023 | 17.01 WIB
Aktivitas kremasi hewan di Bali Pet Burial Cremation Tabanan, Bali. /sumber: Bali Express

JawaPos.com – Meski belum merupakan hal yang umum untuk melakukan upacara kremasi hewan seperti anjing dan kucing. Namun, di beberapa tempat di Bali ternyata sudah ada lokasinya.

Salah satu tempat kremasi hewan di Bali adalah Bali Pet Burial Cremation berlokasi di Kabupaten Tabanan, Bali. Tempat kremasi hewan ini milik Made Darsana.

Dikutip dari Bali Express (Jawa Pos Grup), pada Senin (4/12). Made Darsana menjelaskan, Bali Pet Burial Cremation ini merupakan solusi bagi para pemilik anabul untuk menguburkan hewan peliharaanya ketika mati.

Baca Juga: Layanan Kremasi Hewan Peliharaan Mulai Populer di Bali, Bisa Antar Jemput dan Bayar Seikhlasnya

"Awal dibukanya kremasi hewan ini juga karena pandemi Covid-19. Ini berawal dari mertua saya yang dimintai tolong untuk mengkremasi anjing, dari sana saya berpikir untuk membuka usaha kremasi hewan ini," jelas Darsana.

Sehingga kremasi hewan ini bisa dikatakan, menjadi usaha  yang dapat dikembangkan selama pandemi Covid-19.

Awal dibuka, Darsana mencari pelanggan langsung ke lapangan dengan promosi ke klinik-klinik hewan. Hingga akhirnya, Bali Pet Burial Cremation ini dikenal dan telah melayani kremasi hewan setidaknya dua sampai lima ekor sehari. 

Baca Juga: 7 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan, Baik Bagi Kesehatan Fisik dan Mental!

Untuk layanan yang diberikan, juga disesuaikan dengan permintaan dari pemilik anabul.

Permintaan dari pemilik pun beragam, umumnya hanya minta dimandikan saja untuk pemilik anabul beragama Islam atau Kristen. 

Sementara yang Hindu, biasanya ada yang minta dilengkapi dengan banten atau sarana permohonan seperti daksina, pejati maupun kwangen.

Baca Juga: ANEH! Irfan Hakim Miliki Hewan Peliharaan Binturong Yang Telah Melahirkan Bayi Penuh Kejanggalan

"Untuk layanan yang kami berikan, itu tergantung permintaan pemilik anabul. Jika tidak mau pakai banten, biasanya langsung dimandikan kemudian dikremasi," lanjutnya.

Untuk biaya, Darsana tidak mematok harga untuk layanan kremasi hewan tersebut.

"Seikhlasnya para pemilik anabul saja. Sebab, tidak semua pemilik anabul itu mampu, jadi kami tidak menetapkan tarif," jelas Darsana lebih lanjut.

Dengan tidak menetapkan tarif kremasi, Darsana mengaku tidak pernah merasa rugi. Karena pada prinsipnya, melakukan aktivitas ini bertujuan untuk beryadnya (menolong dengan ikhlas).

Hal itu tercetus sebab, mungkin ada pemilik anabul yang tidak mampu membayar mahal, namun ingin memberikan fasilitas yang terbaik untuk peliharaannya. 

Baca Juga: Sukses Tahun Lalu, Pameran Hewan Peliharaan Internasional Kembali Digelar

Selain itu, ia juga membantu mencegah pencemaran lingkungan dari anabul yang dibuang sembarangan oleh pemiliknya.

Di Bali Pet Burial Cremation, selain kremasi juga ada layanan penguburan anabul dan memang disediakan lahan untuk penguburannya. 

Namun untuk layanan penguburan tersebut tidak banyak, karena saat ini lebih banyak orang yang memilih untuk mengkremasikan hewannya saja.

Baca Juga: 10 Fakta Menarik Tentang Kucing, Hewan Peliharaan yang Paling Diminati dan Populer

Setelah menjalani kremasi, abu dari para anabul ini biasanya dibawa pulang oleh pemiliknya. Tetapi, khusus untuk pemilik yang beragama Hindu abunya akan dihanyutkan ke laut.

EDITOR: Nicolaus