JawaPos.com – Tujuan mengatur kemarahan atau anger management adalah untuk mengurangi perasaan fisional yang ditimbulkan oleh kemarahan tersebut.
Kemarahan berasal dari perasaan atau keadaan emosi, kita tidak dapat menghindarinya atau pun membuatnya hilang dari dalam diri.
Dilansir dari American Psychological Association, menurut Charles Spielberger, PhD, seorang psikolog yang mempelajari tentang anger atau kemarahan.
“Marah adalah keadaan emosi yang intensitasnya bervariasi, dari yang ringan sampai kemarahan yang menggebu-gebu,” ungkapnya.
Kita juga tidak bisa mengatur dan mengubah orang yang membuat kita marah, tapi kita bisa mengatur reaksi marah kita terhadap lingkungan di sekitar kita.
Pada saat marah, banyak orang akan mengumpat dan menggunakan kata-kata kasar untuk menyerang orang lain maupun diri sendiri.
Usahakan jangan berkata buruk, katakanlah kalau peristiwa yang membuatmu marah ini dapat dimengerti, kamu memang marah tapi tidak menjadi akhir hidupmu.
Hati-hati dengan kata “tidak pernah” dan “selalu” ketika kamu marah kepada orang lain. Kata-kata itu bisa saja dilebih-lebihkan karena kondisimu yang sedang marah. Itu tidak akan menyelesaikan masalah.
3. Problem-solving
Tidak semua kemarahan disebabkan oleh emosi yang tidak jelas sebabnya, terkadang memang karena hal nyata yang harus diselesaikan.
Pikirkan jalan keluar terhadap masalahmu terlebih dahulu, dari pada mendahulukan kemarahan, karena tidak akan menyelesaikan masalah juga.
4. Komunikasi yang baik
Dalam percakapan, orang yang marah biasanya akan berbicara secara terang-terangan walaupun itu memang kenyataan yang sangat valid.
Namun, untuk menghindari kemarahan yang menggebu-gebu, kamu bisa berhenti sejenak, dengarkan lawan bicaramu dan tandai perkataan yang inti darinya, maka kamu akan mengerti maksudnya dan bisa mengomunikasikannya dengan baik.
5. Humor
Humor atau bercanda merupakan hal yang dapat mereda kemarahan. Di sisi lain, itu juga bisa membantumu mendapatkan perspektif yang seimbang.
Jika kamu mengalihkan perhatianmu pada hal yang lucu, hormon serotonin dalam tubuhmu akan meningkat, sehingga kamu bisa mengontrol emosimu.
6. Ubah suasana
Terkadang, suasana yang ada di sekitarmulah yang menjadi penyebab kemarahanmu tidak terkontrol, jika kamu dikelilingi oleh orang yang membuatmu marah, maka kamu bisa pergi.
Kamu bisa mencari tempat di mana kamu akan menyegarkan pikiranmu kembali, tidak berdebat dengan orang yang sulit kamu kendalikan, dan akhirnya kamu bisa meredakan kemarahan.