← Beranda

6 Spot Kuliner Dekat Tugu Pahlawan, Bikin Kenyang Setelah Jalan-Jalan

M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 30 Oktober 2025 | 06.52 WIB
IKON SEJARAH: Tugu Pahlawan yang sekarang menjadi ikon Kota Surabaya dulu merupakan medan pertempuran besar arek-arek Suroboyo melawan tentara sekutu pada 10 November 1945. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)

 

JawaPos.com - Tugu Pahlawan sudah jadi salah satu ikon utama Kota Surabaya. Di kawasan ini, kamu bisa menjelajahi museum bersejarah yang menyimpan kisah perjuangan para pahlawan dalam pertempuran 10 November. 

Tapi bukan cuma kisah heroik yang bisa kamu temui di sini. Ada juga deretan kuliner legendaris di sekitar Tugu Pahlawan yang siap menggoda lidah siapa pun yang lewat.

Berikut rekomendasi enam tempat makan di sekitar Tugu Pahlawan yang wajib kamu sambangi setelah puas berkeliling.

1. Nasi Bebek Tugu Pahlawan

Kalau bicara kuliner legendaris Surabaya, nama Nasi Bebek Tugu Pahlawan pasti ikut disebut. Dengan skor 4,3 di Google Review, warung ini sudah berdiri sejak tahun 1980-an dan jadi favorit banyak orang.

Lokasi: Jalan Pasar Turi No. 27
Jam buka: 11.00–23.00 WIB

Melansir TikTok Kuliner Surabaya, warung ini dikenal dengan penyetannya yang khas, tapi menu juaranya tentu nasi bebek empuk dengan sambal pedas yang bikin nagih. 

Soal harga, nggak perlu khawatir. Seporsi nasi bebek ukuran super dibanderol mulai Rp28 ribuan, sementara ukuran standar mulai Rp22 ribuan saja.

2. Depot Nasi Campur Pojok Tambak Bayan

Buat kamu yang datang pagi-pagi ke kawasan Tugu Pahlawan, Depot Nasi Campur Pojok Tambak Bayan bisa jadi pilihan sarapan mantap. Tempat ini meraih skor 4,5 di Google Review dan dikenal punya porsi yang bikin kenyang maksimal.

Lokasi: Jalan Tambak Bayan No. 21 (dekat kawasan Kota Tua)
Jam buka: 05.30–15.30 WIB

Melansir TikTok Chigindut, depot ini punya beberapa cabang di Surabaya, tapi yang di dekat Kota Tua adalah pusatnya. 

Seporsi nasi campur di sini berisi aneka lauk seperti mie suun, tahu, telur, dan daging—lengkap dan lezat. Cukup merogoh kocek sekitar Rp30 ribuan saja, kamu udah bisa kenyang sampai sore.

3. Depot Gudeg Bu Har

Kalau kamu lagi pengen yang manis-manis gurih, cobain Gudeg Bu Har. Dengan rating 4,5 di Google Review, depot ini jadi salah satu tujuan favorit pecinta gudeg di Surabaya.

Lokasi: Pasar Besar Wetan No. 3A
Jam buka: 06.00–15.30 WIB

Melansir TikTok Mike Go, aroma gudeg yang semerbak langsung menyambut begitu kamu masuk. Menariknya, di sini kamu bisa mengombinasikan gudeg dengan bumbu pecel, perpaduan unik yang justru bikin ketagihan. Seporsinya dijual mulai Rp37 ribuan dengan lauk lengkap dan rasa yang bikin hangat di hati.

4. Warung Nasi Cumi-Cumi Bu Atun

Buat kamu pecinta seafood, Nasi Cumi Bu Atun adalah surganya. Warung ini buka 24 jam, jadi cocok banget buat yang lapar kapan aja.

Lokasi: Jalan Waspada No. 30, dekat Pasar Atom
Rating: 4,1 di Google Review

Melansir TikTok Kuliner Surabaya, menu andalannya tentu nasi cumi hitam khas Surabaya yang gurih, pedas, dan super nikmat. 

Selain cumi, ada juga lauk lain seperti jerohan dan tahu bali. Dan yang paling bikin puas, kamu bisa ambil sambal sepuasnya! Dengan harga mulai Rp22 ribuan, dijamin worth it banget.

5. Pecel Mbok Rah

Ingin makan malam sederhana tapi penuh nostalgia? Pecel Mbok Rah bisa jadi pilihan sempurna. Warung legendaris ini sudah berdiri lebih dari 80 tahun dan tetap setia dengan rasa khasnya.

Lokasi: Jalan Bubutan No. 127 (di samping Indomaret)
Jam buka: 17.00–22.00 WIB
Rating: 4,5 di Google Review

Melansir YouTube Anden Aa, warung tenda sederhana ini selalu ramai pembeli. Pecelnya punya cita rasa pedas khas Jawa Timur yang berpadu sempurna dengan sayur lodeh berkuah. 

Soal harga? Nggak bikin kantong menjerit, cukup belasan ribu rupiah, tergantung lauk pilihanmu.

Nah, itu dia deretan kuliner legendaris di sekitar Tugu Pahlawan yang siap menemani kamu setelah puas menjelajahi sejarah Surabaya. 

Dari bebek empuk, cumi hitam, sampai gudeg manis, semua punya cita rasa khas yang sayang banget kalau dilewatkan. Jadi, kalau lagi lapar habis jalan-jalan di Tugu Pahlawan, kamu sudah tahu harus mampir ke mana.

EDITOR: Novia Tri Astuti