← Beranda

Dianggap Menyehatkan, 3 Golongan Ini Justru Perlu berhati-Hati Saat Mengonsumsi Jambu Biji

Hanny SuwindariKamis, 22 Agustus 2024 | 19.11 WIB
Ilustrasi Jus Jambu Biji (Pixahive/Mahikaa)

JawaPos.com - Jambu biji (Guava) adalah buah tropis yang berasal dari tanaman Psidium guajava. Buah ini dikenal karena rasanya yang manis dan asam serta aroma khasnya.

Jambu biji memiliki kulit yang bisa berwarna hijau, kuning, atau merah, dan daging buahnya bisa berwarna putih, merah, atau kuning, tergantung pada varietasnya.

Kulit buah ini bisa berwarna hijau muda hingga kuning saat matang. Kulitnya bisa agak kasar atau halus, tergantung pada varietasnya.

Daging buah jambu biji memiliki tekstur yang lembut dan bisa berwarna putih, merah, atau kuning. Daging buah ini juga mengandung biji kecil yang dapat dimakan.

Menurut Mayo Clinic, meskipun jambu biji umumnya dianggap sebagai buah yang sehat dan bermanfaat, ada beberapa golongan orang yang mungkin perlu berhati-hati saat mengonsumsinya:

1. Orang dengan Masalah Pencernaan

Jambu biji mengandung serat yang tinggi, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, atau diare pada beberapa orang, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Mereka yang memiliki kondisi pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) atau penyakit Crohn mungkin perlu membatasi konsumsi mereka.

2. Orang dengan Alergi

Walaupun jarang, beberapa orang mungkin memiliki reaksi alergi terhadap jambu biji. Gejala alergi bisa termasuk gatal-gatal, ruam, atau pembengkakan.

Jika ada riwayat alergi terhadap buah atau makanan tertentu, penting untuk berhati-hati dan memantau reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.

Baca Juga: Kaya Akan Vitamin, 5 Golongan Ini Perlu Berhati-Hati Saat Mengonsumsi Markisa

3. Orang dengan Diabetes

Meskipun jambu biji memiliki indeks glikemik rendah dan kaya serat yang dapat membantu mengontrol gula darah.

Mereka yang memiliki diabetes harus tetap memperhatikan asupan buah secara keseluruhan dan mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menyesuaikan konsumsi jambu biji sesuai dengan kebutuhan diet mereka.

Selalu penting untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan atau ahli gizi tentang diet pribadi dan potensi risiko kesehatan yang mungkin berkaitan dengan konsumsi makanan tertentu.

EDITOR: Hanny Suwindari