JawaPos.com - Masyarakat modern yang hidup saat ini hampir tidak bisa lepas dari gadget, internet, dan media sosial. Bahkan tidak sedikit orang yang menghabiskan sebagian banyak waktunya untuk bermain media sosial.
Kecenderungan seseorang yang sering menghabiskan banyak waktu di media sosial dapat mengungkapkan banyak hal tentang sifat kepribadiannya. Dilansir dari laman Ideapod, Kamis (15/8), berikut delapan ciri-ciri umum yang biasanya mereka miliki.
1. Keinginan untuk terhubung
Media sosial adalah tentang koneksi, ini adalah jembatan digital yang menghubungkan kita dengan teman, keluarga, dan bahkan orang asing di seluruh dunia. Namun, ada batasan tipis antara tetap terhubung dan menjadi terlalu terhubung.
Orang-orang yang menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial seringkali didorong oleh keinginan kuat untuk terhubung. Mereka terus memeriksa feed mereka, terobsesi dengan like dan komentar, serta mengunggah konten agar dapat dilihat oleh seluruh dunia.
2. Kecenderungan menunda-nunda
Orang yang menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial seringkali punya bakat untuk menunda-nunda. Mereka ahli dalam mencari gangguan dan menghindari tanggung jawab, dan media sosial menyediakan platform yang sempurna untuk ini.
Saat dihadapkan dengan deadline, alih-alih mengatasinya dengan segera, mereka malah mendapati dirinya tanpa sadar menelusuri Facebook, Instagram, dan bahkan LinkedIn. Mereka menggunakannya sebagai pelarian hingga tak menyadari jika waktu telah banyak berlalu.
3. Takut ketinggalan (FOMO)
Media sosial bagaikan jendela dunia, media sosial membuat kita selalu mengetahui kejadian, trend, dan acara terkini. Namun, media sosial juga dapat menimbulkan rasa takut ketinggalan atau FOMO.
Orang-orang yang menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial seringkali menderita FOMO. Mereka terus-menerus khawatir akan kehilangan informasi penting, trend viral, atau acara menarik yang terjadi di lingkungan sosial mereka.
4. Keinginan terus-menerus untuk hal baru
Orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di media sosial seringkali memiliki keinginan terus-menerus untuk hal-hal baru. Mereka menyukai kesegaran informasi baru, sensasi menemukan sesuatu yang unik, dan aliran dopamin yang menyertainya.
Namun, pencarian konstan terhadap hal-hal baru ini dapat menyebabkan rentang perhatian yang pendek. Jika kita terbiasa mengonsumsi konten baru secara terus-menerus, kita dapat kesulitan untuk fokus pada satu hal dalam jangka waktu yang lama.
5. Kecanduan ponsel
Orang yang menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial seringkali kesulitan mengendalikan dirinya untuk tidak memeriksa ponselnya. Ini seperti sekantong keripik, sekali kamu memakannya, kamu tidak akan bisa berhenti.
6. Malas bersosialisasi
Selain mendorong hubungan, media sosial juga menyediakan jalan untuk menyendiri. Media sosial adalah ruang tempat kita dapat mengamati orang lain dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial, sambil menikmati kenyamanan ruang kita sendiri.
Orang-orang yang menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial seringkali memiliki kebutuhan yang tidak biasa untuk menyendiri.
7. Pencarian identitas
Orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di media sosial seringkali mencari jati diri. Mereka menggunakan platform ini untuk mengekspresikan pikiran, mengeksplorasi minat, dan menyelaraskan diri dengan komunitas yang sejalan dengan keyakinan mereka.
Media sosial menjadi cermin mereka, yang mencerminkan siapa mereka, siapa yang mereka cita-citakan. Media ini menjadi media untuk bereksperimen dengan identitas mereka, menguji pandangan mereka, dan memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik.
8. Perasaan ingin divalidasi
Media sosial menawarkan platform untuk validasi. Setiap like, komentar, dan share berfungsi sebagai penegasan bahwa kamu didengar, dan kamu penting.
Orang-orang yang menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial seringkali mencari validasi ini. Mereka mengunggah konten, berbagi pemikiran, dan terlibat dalam diskusi, semuanya dengan harapan untuk diakui.