JawaPos.Com - Kunyit atau rempah kuning yang sering digunakan dalam masakan dan pengobatan tradisional, telah mendapatkan perhatian khusus terkait dampaknya pada kesehatan perempuan.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah konsumsi kunyit dapat mempengaruhi kesehatan rahim dan menyebabkan kekeringan rahim?
Untuk lebih lengkapnya, mari kita telusuri lebih lanjut berdasarkan penelitian yang ada dan pendapat ahli.
Dilansir dari Medical News Today, Selasa (25/6), kunyit (Curcuma longa) dikenal karena kandungan kurkumin, senyawa aktif yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan.
Beberapa manfaat kesehatan kunyit yang telah diakui antara lain:
1. Mengurangi Peradangan
Kandunga kurkumin pada kunyit dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang bermanfaat untuk kondisi seperti arthritis dan sindrom pramenstruasi (PMS).
2. Meningkatkan Fungsi Imun
Antioksidan dalam kunyit membantu melindungi sel-sel dari kerusakan, memperkuat sistem kekebalan tubuh.
3. Membantu Pencernaan
Kunyit dapat merangsang produksi empedu, yang membantu pencernaan lemak.
Lantas bagaimana dampak kunyit pada kesehatan reproduksi perempuan?
Beberapa kekhawatiran muncul terkait efek konsumsi kunyit pada kesehatan reproduksi perempuan, khususnya mengenai mitos bahwa kunyit dapat membuat rahim kering.
Dr. Sarah Brewer, seorang ahli nutrisi dan kesehatan, menjelaskan bahwa konsumsi kunyit dalam jumlah moderat umumnya aman dan dapat memberikan manfaat kesehatan, dikutip dari Heatline.
Ya, hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa kunyit menyebabkan kekeringan rahim.
Kebanyakan penelitian lebih fokus pada efek umum kunyit terhadap kesehatan dan tidak spesifik pada rahim.
Namun, dia juga menekankan pentingnya konsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen kunyit, terutama bagi perempuan dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang sedang hamil.
Seperti halnya bahan alami lainnya, konsumsi kunyit dalam jumlah berlebihan bisa menimbulkan efek samping.
Beberapa efek samping potensial kunyit termasuk gangguan pencernaan dan risiko pendarahan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Oleh karena itu, konsumsi kunyit sebaiknya dalam batas wajar.
Ditambahkan JawaPos dari Alodokter, dr Delvira Parinding juga memberikan jawaban yang sama.
Meski belum ada fakta ilmiah terkait konsumsi kunyit yang membuat rahmim kering, namun dr Delvira Parinding menegaskan untuk mengonsumsi ramuan kunyit dalam batas wajar yakni 500 mg oer hari.
Jika konsumsi ramuan kunyit lebih dari batas wajar, maka efek samping yang bisa ditimbulkan yakni gangguan saluran empedu dan organ hati, reaksi alergi, kontraksi uterus, perdarahan, gangguan pencernaan, dan diduga memberikan efek negatif pada kesuburan pria.
***