← Beranda

8 Cara Mengatasi Speech Delay pada Anak Yang Penting Diketahui Para Ibu

Wella Novita AndrianiSelasa, 11 Juni 2024 | 04.25 WIB
Belajar bersama ibu.

JawaPos.com - Setiap anak memiliki fase pertumbuhan yang berbeda-beda. Namun, ada orang tua tetap cemas, terutama saat si buah hati tidak menguasai keterampilan yang dimiliki sebagaimana anak lain pada usia mereka.

Di antaranya soal speech delay. Speech delay adalah keterlambatan kemampuan anak dalam menyampaikan sesuatu atau berbicara. Pada kondisi ini anak tidak mampu menyampaikan isi pikirannya dengan baik, sehingga kata-katanya sulit dipahami.

Anak pengidap speech delay mampu mengucapkan kata-kata, hanya saja mengalami kesulitan dalam menghubungkannya. Kondisi ini sering kali diabaikan oleh orang tua, karena dianggap sebagai hal biasa dan bisa hilang dengan sendirinya.

Orang tua harus mencermati kemampuan bicara dan bahasa anak dibandingkan dengan anak-anak seusia mereka. Pasalnya, banyak orang tua yang tak menyadari buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan.

Normalnya, anak berusia dua tahun sudah menguasai 50 kosakata dan menggabungkan 2 kata menjadi kalimat sederhana. Namun, terjadi pengecualian pada pengidap speech delay. Dikutip dari siloamhospitals.com, ada beberapa kondisi yang perlu dicurigai sebagai gejala speech delay, yaitu:

1. Sulit merespons saat diajak berbicara.
2. Jarang meniru perkataan orang lain.
3. Kesulitan menyebutkan nama-nama benda di rumah.
4. Lebih sering menunjukkan gestur tubuh daripada berbicara saat meminta sesuatu.
5. Menghindari kontak mata dengan lawan bicara.

Stimulasi pada anak memang seharusnya dilakukan sejak dini, agar anak terhindar dari masalah keterlambatan berbicara atau speech delay. Dikutip dari halodoc.com dan klikdokter.com, berikut beberapa hal berikut mengatasi speech delay pada anak:

1. Lakukan Diskusi Sederhana

Ajak anak berdiskusi mengenai hal-hal yang menarik bagi mereka, misalnya membahas tentang kartun kesukaan atau kegiatan yang dilalui selama satu hari.

2. Belajar Bernyanyi Bersama

Ciptakan suasana menyanyi sesantai mungkin, berikan lagu anak-anak yang memiliki kata-kata sederhana dan nada sederhana. Lakukan nyanyian dengan memberikan sedikit gerakan tarian agar anak merasa tertarik. Selain melatih gerak, bernyanyi bersama akan membuat anak memiliki tambahan kosakata.

anaBaca Juga: Cara Menghadapi Remaja Purber Yang Sedang Patah Hati Menurut Psikolog

3. Membacakan Buku Cerita atau Mendongengkan Anak

Bercerita dengan menggunakan buku-buku dongeng yang dilengkapi gambar-gambar menarik merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi speech delay pada anak.

4. Rajin mengajak anak berbicara

Kebiasaan ini sebaiknya dilakukan sejak anak masih bayi. Ajak ia bicara kapan pun dan di mana pun. Meski ini dilakukan pada bayi yang masih belum bisa bicara, kata-kata yang ia dengan akan menjadi bekal dalam perkembangan bicara dan bahasanya.

5. Membacakan cerita

Selain membacakan, gambar pada buku sangat memungkinkan interaksi dengan anak. Selain buku cerita bergambar, media lainnya seperti kartu bergambar juga bisa digunakan.

6. Batasi screen time

Di era teknologi seperti sekarang ini, penggunaan gadget atau gawai yang berlebihan pada anak bisa menurunkan kemampuan bicaranya. Oleh karena itu, orang tua bisa menerapkan screen time, yaitu batasan waktu di depan layar, misalnya main gawai, komputer, ataupun menonton tayangan tertentu.

7. Minum dengan sedotan

Minum dengan sedotan dapat membantu menguatkan otot-otot mulut dalam mengatasi keterlambatan bicara akibat kemampuan oromotor yang belum siap.

8. Konsultasi dengan dokter sangat dibutuhkan

Apabila anak belum mengoceh atau tidak menoleh ketika namanya dipanggil saat usianya 6 bulan, atau belum berkata apa pun pada usia 1 tahun, maka harus waspada.

EDITOR: Ilham Safutra