JawaPos.com - Salah satu tanda fungsi jantung tidak mengalami masalah adalah ketika detak jantung berjalan dengan normal. Sehingga menjaga detak jantung tetap normal adalah hal yang penting.
Faktanya setiap orang memiliki jumlah detak jantung yang berbeda tergantung kondisi tubuh dan aktivitas fisiknya.
DIsamping itu kondisi perasaan seseorang juga bisa mempengaruhi jumlah detak jantung, misalkan saat sedang marah, sedang bersemangat maupun sedang bersedih.
Baca Juga: Tim Dokter Arab Saudi Transfer Ilmu Bedah Jantung di RS Adam Malik
Maka dari itu anda seharusnya mengetahui jumlah detak jantung, agar bisa tahu kondisi jantung yang anda miliki. Berikut ini adalah jumlah detak jantung normal berdasarkan usia yang dikutip dari laman Halodoc.com.
Detak Jantung Normal Berdasarkan Usia
Umumnya jumlah detak jantung seseorang saat melewati usia anak anak akan cenderung lebih lambat. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah perkiraan detak jantung normal berdasarkan rentang usia dengan satuan detak per menit atau bpm.
-
Detak jantung saat baru lahir adalah : 100 -160 bpm.
-
Detak jantung saat usia 0 - 5 bulan adalah : 90-150 bpm.
-
Detak jantung saat usia 6 - 12 bulan adalah : 80-140 bpm.
-
Detak jantung saat usia 1 - 3 tahun adalah : 80-130 bpm.
-
Detak jantung saat usia 3 - 4 tahun adalah : 80-120 bpm.
-
Detak jantung saat usia 6-10 tahun adalah : 70-110 bpm.
-
Detak jantung saat usia 11 - 14 tahun adalah : 60-105 bpm.
-
Detak jantung saat usia 15 tahun keatas : 60 - 100 bpm.
Sebagai catatan, seseorang yang memiliki detak jantung kurang dari 60 per menit tidak selalu dalam kondisi tidak normal. Karena seseorang yang biasa memiliki aktivitas sedang hingga berat biasanya bisa memiliki jumlah detak jantung 40 - 60 per menit.
Cara Mengukur Detak Jantung
Cara mengukur jumlah detak jantung sebenarnya cukup mudah, seperti saat anda memeriksa denyut nadi baik yang ada di pergelangan tangan atau di leher. Coba ukur denyut nadi radial, yang dirasakan di bagian lateral pergelangan tangan, tepat di bawah sisi ibu jari tangan.
Cara untuk mengukur jumlah detak jantung silahkan tekan perlahan ujung telunjung serta jari tengah di atas pembuluh darah di pergelangan tangan.
Arahkan tekanan tepat di atas pembuluh darah di pergelangan tangan. Tekan menggunakan ibu jari, karena ibu jari memiliki denyut nadi tersendiri. Silahkan mulai menghitung detak yang dirasakan selama satu menit penuh.
JIka satu menit dirasa terlalu lama, anda bisa menghitungnya selama 30 detik, setelah itu hasilnya dikali dua, atau anda juga bisa menghitung selama 10 detik dan hasilnya nanti dikali 6, maka itulah jumlah detak jantung yang anda miliki.
Selain itu anda juga bisa menggunakan alat monitor detak jantung yang khusus untuk mengecek jumlah detak jantung agar lebih mudah. Anda bisa memprogramnya untuk mengetahui saat kamu berada di atas atau di bawah rentang target detak jantung.
Cara Menjaga Detak Jantung Normal
Setelah mengetahui jumlah detak jantung maka langkah selanjutnya adalah bagaimana anda harus menjaga detak jantung agar tetap normal. Korean kondisi detak jantung yang normal akan menentukan kesehatan jantung nada. Adapun cara menjaga detak jantung tetap normal; adalah sebagai berikut.
1. Kelola STres dengan Baik
Cara pertama untuk bisa memiliki kondisi detak jantung tetap normal adalah dengan mengelola stres yang sedang anda rasakan sebaik mungkin, agar tidak mempengaruhi kondisi detak jantung.
2. Jangan Merokok
Selanjutnya anda juga disarankan untuk berhenti atau menghindari orang yang sedang merokok. Karena asap rokok yang dihasilkan dari tembakau bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak normal.
3. Turunkan Berat Badan Berlebih
Ternyata seseorang yang memiliki berat badan berlebih bisa mempengaruhi kondisi normal detak jantung. Maka dari itu untuk bisa mengatasi hal tersebut anda harus mampu menjaga berat badan tetap ideal.
Baca Juga: 87 Persen CJH Wafat Kategori Lansia, Mayoritas Terserang Penyakit Jantung
Macam - Macam Gangguan Irama Jantung
Gangguan irama jantung atau aritmia biasa dialami seseorang ketika denyut jantung terlalu cepat, lambat, tidak teratur, atau bahkan terhenti. Berikut ini adalah beberapa jenis aritmia yang sering menyerang seseorang berdasarkan laman primayahospital.com.
1. Takikardia Supraventrikular
Seseorang yang menderita Takikardia Supraventrikular biasanya akan merasakan jantung berdetak lebih cepat. Sumbernya dari impuls listrik pada serambi jantung atau atrium yaitu sebuah ruang di atas bilik jantung yang disebut nodus AV.
Baca Juga: Ramuan Ketumbar dengan Madu ala dr. Zaidul Akbar, Bisa Turunkan Kolestrol Hingga Jantung
2. Long QT Syndrome
Orang dengan long QT syndrome biasanya memiliki tanda - tanda detak jantungnya sangat cepat dan tidak teratur, yang disebabkan karena faktor genetik atau penggunaan obat jenis tertentu.
3. Fibrilasi Ventrikel
Gangguan Fibrilasi Ventrikel bisa menyerang siapa saja dengan ciri - ciri bilik jantungnya tidak mampu memompa darah secara optimal tetapi malah bergetar. Bahkan menderita ini bisa mengalami kematian saat sangat parah, karena gagal jantung.
Baca Juga: 9 Manfaat Olahraga Renang Bagi Kesehatan Tubuh, Kurangi Risiko Cedera Hingga Kesehatan Jantung
4. Fibrilasi atrium
Orang yang mengalami detak jantung cepat secara tiba - tiba bisa saja sedang terserang gangguan irama jantung Fibrilasi atrium. Kondis ini biasanya akan menyebabkan detak jantung tidak teratur tepatnya di ruang atrium yang seringkali melibatkan takikardia.
5. Atrial flutter
Gangguan Fibrilasi atrium biasanya menyebabkan pola detak jantung tidak normal. Apabila kondisi ini tidak mendapatkan penanganan dengan tepat bisa memicu munculnya Fibrilasi, yang harus anda waspadai.
Baiklah demikian ulasan mengenai jumlah normal detak jantung sesuai dengan usia dan beberapa gangguan irama jantung yang akan dirasakan seseorang.