← Beranda

Mengenal Guilt Complex, Rasa Bersalah Terus Menerus, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Thalia SalsabilaKamis, 23 Mei 2024 | 02.37 WIB
Ilustrasi merasa bersalah.

JawaPos.com - Rasa bersalah adalah emosi yang umum dirasakan oleh semua orang pada berbagai titik dalam kehidupan. Namun, ketika itu menjadi berlebihan dan terus menerus, bisa jadi mengalami yang disebut dengan guilt complex atau kompleks rasa bersalah.

Guilt complex adalah kondisi di mana seseorang merasakan rasa bersalah yang berlebihan dan terus-menerus, menyebabkan kecemasan dan perasaan malu terhadap diri sendiri.

Guilt complex bisa timbul dari kerugian nyata yang disebabkan oleh seseorang, namun seringkali berfokus pada rasa bersalah yang dibayangkan atau dirasakan.

Orang mungkin mengira mereka telah melakukan kesalahan padahal tidak, atau melebih-lebihkan peran mereka dalam situasi tertentu, menganggap kesalahan kecil mereka berdampak lebih serius daripada yang sebenarnya terjadi.

Guilt complex dapat menyebabkan keraguan, rendahnya harga diri, dan rasa malu terhadap diri sendiri. Ini juga bisa memicu gejala fisik seperti ketegangan otot, sakit perut, dan insomnia.

Rasa bersalah adalah emosi yang melibatkan penilaian negatif terhadap diri sendiri, perasaan tertekan, dan perasaan gagal. Dilansir dari Alodokter dan Hello Sehat, beberapa gejala bahwa mungkin mengalami guilt complex meliputi:

- Merasa cemas tentang kesalahan yang telah terjadi.

- Khawatir akan mengulangi kesalahan, meskipun tindakan tersebut belum tentu salah.

- Menangisi kesalahan masa lalu.

- Sulit tidur atau insomnia.

- Gejala fisik kecemasan seperti sakit perut atau otot tegang.

- Merasa lelah, sulit berkonsentrasi, menarik diri dari lingkungan, dan kehilangan minat.

Dalam psikologi, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan beberapa orang merasa bersalah secara terus menerus:

Anxiety (gangguan kecemasan)

Orang dengan gangguan kecemasan sering melihat segala tindakan mereka secara negatif, sehingga menyebabkan perasaan bersalah yang terus-menerus.

Pengalaman masa kecil

Anak-anak yang dibesarkan di lingkungan di mana mereka dituduh, menyembunyikan hal, atau disalahkan atas masalah, mungkin akan mengalami rasa bersalah yang berkelanjutan.

Tekanan sosial

Tekanan sosial dapat menyebabkan guilt complex. Ketika merasa akan dinilai atau dihakimi oleh orang lain atas segala yang kamu lakukan, perasaan bersalah tersebut akan muncul dan mengganggumu.

Agama

Di Indonesia, norma agama sangat diyakini oleh masyarakat, sehingga melanggarnya dianggap sebagai kesalahan. Jika melakukan sesuatu yang bertentangan dengan agama, mungkin akan terus merasa bersalah.

Budaya

Jika menemukan diri melakukan sesuatu yang melanggar norma budaya yang telah dianut sejak kecil, mungkin merasa bersalah, meskipun tidak lagi mempercayai atau mendukung norma-norma tersebut.

Penting untuk mencari bantuan dalam menjaga kesejahteraan mental dan meningkatkan kualitas hidup. Jika gejala rasa bersalah mengganggu kehidupan sehari-hari dan menimbulkan tekanan, bicarakanlah dengan dokter atau ahli kesehatan mental. Adapun beberapa cara untuk mengatasinya, sebagai berikut:

- Maafkan diri sendiri, jangan biarkan penyesalan menghambat kebahagiaanmu.

- Temukan sisi positif dalam kesalahan yang terjadi, sehingga bisa merasa bersyukur dan menyadari bahwa kesalahan tidak selalu berarti hal yang buruk.

- Singkirkan pikiran negatif dengan menggantinya dengan afirmasi positif, seperti melalui meditasi atau berbicara pada diri sendiri.

- Fokuslah pada mencari solusi atas kesalahan yang terjadi.

- Berbicaralah dengan orang terdekat yang dapat memberikan dukungan dan sudut pandang baru terhadap situasi yang dihadapi.

- Obat-obatan. Dokter spesialis kejiwaan dapat memberikan resep obat seperti antidepresan atau obat penenang untuk mengurangi gejala depresi dan kecemasan.

- Psikolog atau psikiater bisa menyarankan psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif (CBT) untuk membangun sikap positif dan meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri.

- Sadari bahwa tidak semua yang terjadi adalah kesalahanmu. Terdapat hal-hal di luar kendali yang bukan tanggung jawabmu untuk mengendalikannya. Akui kesalahan yang dilakukan, minta maaf dengan tulus, perbaiki yang menjadi tanggung jawabmu, dan lanjutkan hidup.

- Bebaskan diri dari rasa bersalah, jangan biarkan perasaan bersalah merusak rutinitas dan merenggut kepercayaan diri. Ingatlah bahwa setiap orang melakukan kesalahan, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini.

EDITOR: Edy Pramana